Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel

MBG Trenggalek Sudah Jangkau 174 Ribu Penerima

Program MBG di Trenggalek kini menjangkau 174 ribu penerima manfaat dan menyerap hampir 3 ribu tenaga kerja lokal.

Poin Penting

  • Program MBG di Trenggalek sudah menjangkau lebih dari 174 ribu penerima manfaat.
  • Sebanyak 2.994 tenaga kerja terserap dari operasional puluhan dapur MBG.
  • Baru 19 dari 68 SPPG yang mengantongi sertifikat laik higiene sanitasi.

TRENGGALEK - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Trenggalek makin terasa dampaknya. Bukan cuma soal distribusi makanan untuk siswa dan kelompok rentan, program ini juga mulai membuka ribuan peluang kerja baru di daerah.

Data terbaru Satgas MBG Trenggalek mencatat, hingga saat ini jumlah penerima manfaat program tersebut sudah mencapai 174.922 orang.

Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, dr. Sunarto, mengatakan penerima manfaat terdiri dari pelajar, guru, tenaga kependidikan, hingga kelompok 3B seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

“Untuk penerima manfaat saat ini mencapai 174.922,” ujar dr. Sunarto.

Di balik angka ratusan ribu penerima itu, program MBG ternyata juga ikut menggerakkan roda ekonomi lokal. Dari total Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah berjalan, tercatat ada 2.994 tenaga kerja yang terserap.

Mayoritas tenaga kerja tersebut terlibat dalam operasional dapur MBG, distribusi makanan, hingga pelayanan pendukung lainnya. “Dari total SPPG, tenaga kerja yang terserap mencapai 2.994 orang,” jelasnya.

Saat ini, terdapat 68 SPPG yang sudah beroperasi di berbagai wilayah Trenggalek. Namun belum semuanya mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Dari total itu, baru 19 SPPG yang telah memiliki sertifikat kelayakan sanitasi. “Untuk yang sudah memiliki SLHS ada 19 SPPG,” katanya.

Menurut Sunarto, proses pengurusan SLHS masih terkendala pemenuhan syarat dasar di masing-masing dapur layanan MBG.

ADVERTISEMENT

“Kesulitannya lebih pada pemenuhan persyaratan dasar,” imbuhnya.

Program MBG sebelumnya juga sempat menggandeng sekitar 20 UMKM lokal untuk menjadi mitra penyedia produk makanan. Namun jumlah tersebut kini mulai berkurang setelah muncul aturan baru terkait penyediaan makanan basah.

“Awalnya sekitar 20 UMKM, tetapi setelah ada ketentuan makanan basah banyak yang sudah tidak bisa bermitra,” jelas Sunarto.

Selain itu, Satgas MBG saat ini juga masih melakukan pengecekan terhadap dugaan adanya lokasi SPPG yang berdiri di atas Lahan Sawah Dilindungi (LSD). “Saat ini masih proses pemadanan koordinat,” ujarnya.

Dalam evaluasi terbaru, ada satu SPPG yang masih berstatus suspend atau penghentian sementara, yakni SPPG Bendungan Srabah.

Sunarto menyebut penghentian itu disebabkan sarana dan prasarana di lokasi tersebut belum sepenuhnya memenuhi ketentuan.

“Masih ada satu yang disuspend, yaitu Bendungan Srabah. Kendalanya pemenuhan sarpras,” katanya.

Satgas MBG bersama Badan Gizi Nasional (BGN) disebut terus melakukan pengawasan berkala agar standar layanan dan kelengkapan fasilitas seluruh SPPG bisa terpenuhi.

“Langkah kami melakukan monitoring dan pembinaan secara berkala agar seluruh persyaratan bisa dipenuhi,” kata dia. 

Kabar Trenggalek - Peristiwa

Editor: Zamz