Cak Kun dan Ambulans Gratis Si-Galing, Menjembatani Warga Kurang Mampu Menuju Pengobatan
Sugeng Kuncahyo atau Cak Kun menjalankan ambulans gratis Si-Galing untuk membantu warga kurang mampu menuju rumah sakit.
Menyuguhkan berbagai artikel feature yang membahas tentang keragaman di Trenggalek dengan menarik.
Sugeng Kuncahyo atau Cak Kun menjalankan ambulans gratis Si-Galing untuk membantu warga kurang mampu menuju rumah sakit.
Penghayat kepercayaan Kaweruh Jowo Dipo tersebar di 14 kecamatan Trenggalek. Simak agenda rutin, makna bulan Suro, dan dukungan Pemkab bagi penganutnya.
Kios ikan hias Pak Oce di Surodakan Trenggalek memakai konsep prasmanan, pembeli bebas memilih ikan dengan harga Rp1.000 hingga Rp100.000.
Ubai Mustakhim, petani di Desa Parakan Trenggalek, mengembangkan kebun melon premium yang kini jadi tempat wisata petik buah dan spot ngabuburit warga.
Pagi, Selasa 10 Februari 2026, halaman Pengadilan Negeri (PN) Trenggalek tak hanya dipenuhi langkah kaki aparat dan barisan guru berseragam PGRI. Di pagar, deretan kanvas berdiri diam—namun bercerita lantang. Di sanalah Eko Prayitno, guru seni budaya SMPN 1 Trenggalek sekaligus korban kekerasan, memilih bersaksi dengan cara yang berbeda: melukis.Pameran seni tunggal bertajuk “Harga Dikampleng” dig...
Pengamatan langsung nonton bareng film Tambang Emas Ra Ritek bersama warga Trenggalek
Seorang ASN di Trenggalek merawat 45 kambing perah dengan pakan limbah fermentasi yang menekan biaya, menghasilkan susu tanpa prengus, dan menarik minat peternak lain.
Eko Prayitno, guru Seni Budaya SMPN 1 Trenggalek, bercerita tentang perjalanan hidupnya dari mengikuti sang ibu mengajar hingga menjadi pendidik yang menanam nilai dan karakter di era digital.
Tukimin, blantik asal Desa Jombok, Kecamatan Pule, Trenggalek, sudah tiga dekade menjajakan kambing di Pasar Tamanan. Ia hidup dari kejujuran dan kerja keras.
Karyoto, driver ojol Trenggalek, menceritakan lesunya pesanan dalam beberapa bulan terakhir dan harapannya agar pemerintah memberi perlindungan bagi pekerja jalanan.
Warga Desa Ngares hidup dalam ketakutan tiap kali hujan tiba. Sungai Temon berubah membawa batu dan lumpur sejak 2022, menghancurkan penghidupan mereka.
Ahmad Dahlan, santri asal Sambirejo, Trenggalek, membuktikan ilmu pesantren tak berhenti di kitab. Ia terus belajar, berdoa, dan berbagi lewat usaha kaca hias dan mengajar ngaji.