Konser Amal Hari Jadi Ke-832 Trenggalek Bersama Opick, Inilah Jejak LMI di Kota Alen-Alen
Donasi konser amal Opick memperingati Hari Jadi Ke-832 Trenggalek disalurkan lewat Laznas LMI Trenggalek. Lembaga zakat berizin Kemenag sejak 1995 ini menjalankan 19 program di Trenggalek pada 2026.
Poin Penting
Konser amal Opick digelar malam ini di Alun-Alun Trenggalek, dengan donasi disalurkan lewat Laznas LMI Trenggalek.
Lebih dari 8000 terumbu karang sudah ditanam LMI bersama mitra CSR di perairan Watulimo sejak awal 2025.
Sepanjang Januari–Juni 2026, LMI Trenggalek menjalankan 19 kegiatan di lima bidang.
Kabar Trenggalek - Penyanyi religi Opick direncanakan bakal manggung dalam konser amal di Alun-Alun Kabupaten Trenggalek pada Minggu, 30 Agustus 2026, mulai pukul 19.00 WIB. Konser ini menjadi malam puncak rangkaian Pasar Rakyat Trenggalek Djaman Doeloe “Bumi Terang Galih 2026” sekaligus peringatan Hari Jadi ke-832 Trenggalek.
Acara dibuka gratis untuk umum namun pengunjung diajak berdonasi secara sukarela di lokasi, dengan penyaluran dipercayakan kepada Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Lembaga Manajemen Infaq (LMI) Trenggalek. Dana yang terkumpul diarahkan untuk masyarakat, dari warga terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur dan Sumatera hingga Palestina.
Lembaga yang memegang kanal donasi malam ini bukan nama baru di Trenggalek. Lebih dari 8000 terumbu karang sudah mereka tanam di perairan Kecamatan Watulimo, hasil kerja LMI bersama sejumlah mitra sejak awal 2025. Di daratan, pada paruh pertama 2026 saja, lembaga yang sama menjalankan 19 kegiatan yang menyentuh anak yatim, pelajar, mahasiswa, hingga pelaku usaha rumahan.
Dua sisi kerja di daratan dan lautan tersebut sama-sama meninggalkan jejak yang bisa dihitung.
Dua Tahun Menanam di Perairan Watulimo

Angka lebih dari 8000 itu tidak terkumpul sekaligus, melainkan dari beberapa kali penanaman bersama mitra yang berbeda.
Rangkaian itu dimulai pada Kamis, 30 Januari 2025, ketika LMI bersama program tanggung jawab sosial PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) menanam 1.500 terumbu karang di Pantai Mutiara. Ditanam pula 100 bioreeftek, sementara satu unit perahu diserahkan kepada Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Rembeng Raya untuk patroli sekaligus wahana wisata menuju lokasi karang. Puluhan relawan turun ke lokasi, bersama Kepala Dinas Perikanan Trenggalek dan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan.
Karang itu sengaja dibentuk menyerupai hati, sehingga dikenal sebagai Terumbu Karang Cinta. Model serupa pernah ditanam Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Kepala Lembaga Perwakilan LMI Jawa Timur Luqman Hadi menjelaskan penanaman itu dibiayai lewat skema CSR. Ia menyebut lembaganya juga mengelola dana CSR SMI di daerah lain, di antaranya Banyuwangi dan Gunung Kidul.
Susanto dari tim Humanitarian Program Laznas LMI menempatkan program tersebut dalam kerangka Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya poin 13 tentang penanganan perubahan iklim dan poin 14 tentang ekosistem kelautan.
“Kami akan terus memonitor agar upaya ini tidak berhenti pada penanaman saja,” katanya.
Janji itu ditepati pada Oktober 2025. LMI bersama PT Nindya Karya menanam 1.035 fragmen terumbu karang di perairan Pantai Mutiara, Desa Tasikmadu, serta ratusan pohon mangrove di kawasan Pancer Cengkrong, Desa Karanggandu, dengan Bupati Mochamad Nur Arifin hadir langsung. Rehabilitasi kembali dilanjutkan pada awal 2026.
Kepala Dinas Perikanan Trenggalek Cusi Kurniawati sejak awal menilai program tersebut relevan dengan visi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Trenggalek yang menargetkan net zero carbon pada 2045.
Perhatian serupa diberikan pada fasilitas di darat. LMI menurunkan tim untuk monitoring dan evaluasi sumur resapan yang sudah dibangun sebelumnya, memastikan fasilitas itu masih berfungsi setelah serah terima.
Diganjar Penghargaan

Target net zero carbon yang disebut Cusi itu pula yang kemudian menjadi dasar pengakuan resmi. Pada pertengahan Juni 2026, Pemkab Trenggalek menyerahkan Sertifikat Penghargaan CSR kepada LMI atas partisipasinya mendukung program tersebut.
Sertifikat diserahkan Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek kala itu, Edy Soepriyanto, kepada Susanto, di sela Aksi Bersih Pantai Cengkrong, Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, yang digelar dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Pada acara itu Pemkab juga meluncurkan Gerakan Trenggalek Aman Sehat Resik Indah (ASRI), sementara relawan LMI ikut menyisir garis pantai memungut sampah.
Pengakuan itu berjalan dua arah. Sembilan bulan sebelumnya, dalam Milad ke-30 LMI di Airlangga Convention Center Surabaya pada September 2025, giliran Pemkab Trenggalek yang menerima LMI Awards 2025 untuk kategori pemerintah daerah kolaborator terbaik.
Sembilan Belas Kegiatan di Lima Bidang

Konservasi laut hanya satu sisi dari kerja LMI Trenggalek. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, tercatat 19 kegiatan yang dijalankan kantor layanan LMI Trenggalek.
Enam di antaranya masuk bidang dakwah dan lima bidang sosial. Sisanya terbagi ke pendidikan sebanyak tiga kegiatan, lingkungan tiga kegiatan, dan pemberdayaan ekonomi dua kegiatan.
Tahun dimulai dengan LMI Bercerita yang dirangkai santunan anak yatim dan duafa. Anak-anak duduk melingkar mendengarkan cerita, lalu pulang membawa bingkisan. Relawan datang langsung ke lokasi, bukan sekadar menyalurkan bingkisan.
Kepadatan terbesar berada di Ramadan yang tahun ini jatuh pada Februari hingga Maret, dengan enam kegiatan. Menjelang bulan puasa, LMI menggelar Tarhib Ramadan berisi kajian dan tausiah. Memasuki Ramadan, penyaluran fidyah menjangkau kelompok pekerja dan duafa. Ada pula Safari Ramadan bersama seorang syekh asal Palestina, serta Safari Dongeng yang mengemas pesan keislaman dengan cara yang lebih dekat dengan dunia anak. Menjelang Lebaran, paket Kado Lebaran untuk Mustahik diantar langsung ke rumah penerima, sementara Beasiswa Paragon disalurkan kepada pelajar berprestasi.
Sepeda Listrik dan Tempe Keripik
Di luar bantuan yang habis dipakai, LMI Trenggalek menjalankan dua program yang menyasar kemandirian ekonomi penerimanya.
Bantuan modal usaha diberikan kepada Nurul, pelaku usaha tempe keripik, untuk menopang produksinya. Satu program lain berupa penyaluran sepeda listrik bagi mustahik, yang diarahkan untuk menunjang mobilitas sehari-hari sekaligus aktivitas mencari nafkah.
Bidang pendidikan digarap lewat tiga jalur. Selain Beasiswa Paragon, LMI menyalurkan santunan biaya hidup untuk mahasiswa serta beasiswa tahfiz yang diserahkan bersamaan dengan buka dan doa bersama. Program berbagi Al-Qur’an melengkapi sisi keagamaannya, menjangkau masjid, musala, dan taman pendidikan Al-Qur’an, termasuk di lingkungan pesantren.
Kurban 1447 H dijalankan pada Mei, mulai dari penyembelihan sampai pengantaran daging ke rumah warga. Memasuki Juni, agenda keagamaan kembali padat dengan Khotmil Qur’an, pengajian umum yang dirangkai santunan anak yatim, serta Gebyar Muharram di SDIT Mutiara Ummat.
Tiga Dekade dari Surabaya ke Trenggalek
Kantor layanan di Ngares Kecamatan Trenggalek itu merupakan ujung dari jaringan yang usianya sudah tiga dekade.
Yayasan Lembaga Manajemen Infaq Ukhuwah Islamiyah berdiri di Surabaya pada September 1995 dan mulai menghimpun serta menyalurkan dana sosial setahun berikutnya. Statusnya naik bertahap. Pada Mei 2005, LMI disahkan sebagai lembaga amil zakat tingkat Provinsi Jawa Timur melalui Surat Keputusan Gubernur Nomor 451/1702/032/2005.
Sebelas tahun kemudian, tepatnya April 2016, LMI dikukuhkan sebagai lembaga amil zakat nasional lewat Keputusan Menteri Agama Nomor 184 Tahun 2016. Izin itu diperpanjang melalui Keputusan Menteri Agama Nomor 672 Tahun 2021 yang terbit pada 7 Juni 2021, dan menjadi dasar hukum yang dipakai LMI hingga kini.
Sepanjang perjalanan tersebut, LMI meraih Baznas Award 2017 untuk kategori lembaga amil zakat nasional dengan pendistribusian dan pendayagunaan terbaik. Lembaga ini juga tercatat sebagai anggota Indonesia Humanitarian Alliance yang berada dalam koordinasi Kementerian Luar Negeri, sementara laporan keuangannya diaudit akuntan publik secara berkala dengan opini wajar tanpa pengecualian.
Milad ke-30 pada September 2025, yang sekaligus menjadi ajang penyerahan LMI Awards kepada Pemkab Trenggalek, menandai genap tiga dekade lembaga ini bekerja. Trenggalek adalah satu dari sekian titik layanannya, dan sejak awal 2025 menjadi salah satu wilayah tempat dana tanggung jawab sosial perusahaan disalurkan ke laut, bukan hanya ke daratan.
Seluruh program itu berjalan dengan sokongan donatur, relawan, dan perusahaan yang menyalurkan dana tanggung jawab sosialnya lewat LMI. Warga Trenggalek yang hendak menyalurkan zakat, infak, sedekah, atau wakaf dapat mendatangi kantor layanan LMI Trenggalek di Jalan Supriyadi Nomor 16, Ngares.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar. Belum punya akun? Daftar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.