Advertorial

Jamasan Pusaka, Ketua DPRD Trenggalek Sampaikan Pesan Filosofis Leluhur

Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi mengungkap pesan filosofis tombak Korowelang dan payung Songsong dalam tradisi jamasan pusaka

Ketua DPRD Trenggalek ikut jamas pusaka di hari jadi ke-832 trenggalek. KBRT/Zamz
Ketua DPRD Trenggalek ikut jamas pusaka di hari jadi ke-832 trenggalek. KBRT/Zamz

Poin Penting

  • Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi mengungkap filosofi sejumlah pusaka dalam tradisi jamasan.

  • Tombak Korowelang dimaknai sebagai pesan agar pemimpin menyelesaikan persoalan rakyat sekaligus memberi pembelajaran.

  • Filosofi pusaka menjadi pengingat agar pemimpin dan masyarakat tidak melupakan sejarah serta pesan leluhur.

TRENGGALEK - Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, mengungkap sejumlah pesan filosofis yang terkandung dalam pusaka peninggalan leluhur dalam tradisi jamasan menjelang Hari Jadi ke-832 Trenggalek.

Menurut Doding, pusaka yang dijamas bukan sekadar benda peninggalan masa lalu. Sejumlah pusaka tersebut memiliki filosofi yang berkaitan dengan sejarah dan pesan leluhur Trenggalek, terutama mengenai tanggung jawab seorang pemimpin kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan Doding usai mengikuti prosesi jamasan sekitar 14 pusaka di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Sabtu (29/8/2026).

"Ya, kita hari ini kan melaksanakan jamasan pusaka ya. Artinya kita membersihkan pusaka-pusaka yang ada di Trenggalek," kata Doding, Sabtu (29/8/2026).

Salah satu pusaka yang menurut Doding memiliki pesan khusus adalah tombak Korowelang. Ia menjelaskan, nama Korowelang mengandung filosofi tentang dua tanggung jawab yang harus diperhatikan seorang pemimpin.

"Pusaka namanya tombak kita itu Korowelang, itu mengandung filosofi, mengandung pesan dari para leluhur kita, pendiri Trenggalek bahwa seorang pemimpin rakyat itu harus memperhatikan dua perkara," jelasnya.

Doding menjelaskan, kata "koro" dimaknai sebagai perkara atau persoalan. Sementara "welang" berarti piwulang atau pembelajaran.

"Perkara-perkara rakyat itu, tugasnya pemimpin harus menyelesaikan permasalahan di rakyat. Juga Welang itu piwulang," ujarnya.

Karena itu, menurutnya, filosofi Korowelang mengingatkan pemimpin agar tidak hanya menyelesaikan persoalan masyarakat, tetapi juga memberikan pembelajaran dan pelayanan yang baik.

"Jadi, sebagai pemimpin juga harus memberi pembelajaran, memberi pendidikan, kesehatan kepada masyarakat yang baik," katanya.

Pesan tersebut, lanjut Doding, menjadi pengingat bagi para pemimpin di Trenggalek agar benar-benar bekerja menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

"Sebagai pemimpin di Trenggalek kita harus bisa bener-bener bekerja menyelesaikan permasalahan yang ada di Trenggalek. Terus nanti pengajaran pendidikan kepada masyarakat kita yang baik," tegasnya.

Selain tombak Korowelang, Doding juga menjelaskan filosofi payung Songsong Tunggal Hawa Bawono. Menurutnya, payung tersebut menggambarkan kewajiban pemimpin untuk menaungi seluruh kemaslahatan masyarakat Trenggalek.

"Ya, kaya payung Songsong Hawa Tunggal Bawono misalkan itu seorang pemimpin harus memayungi seluruh kemaslahatan Trenggalek baik dari itu secara kehidupan rakyatnya, secara ekonomi, secara kesehatan, secara alam kita harus kita memberi sumbangsih yang baik pada masyarakat," jelasnya.

Dalam prosesi jamasan tersebut juga terdapat Prasasti Kamulan yang disebut sebagai salah satu peninggalan yang memiliki nilai sejarah.

Doding menilai berbagai pusaka tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat Trenggalek agar tidak melupakan sejarah dan akar leluhur.

"Itu semuanya mengandung filosofi bahwa kita tidak boleh lupa dengan sejarah akar leluhur kita," ujarnya.

Hari Jadi ke-832 Trenggalek tahun 2026 sendiri mengusung tema "Hambeging Bumi". Bagi Doding, pesan yang terkandung dalam pusaka peninggalan leluhur tersebut merupakan nilai moral yang perlu dijaga bersama.

"Jadi, ini adalah pesan moral yang ditinggalkan oleh para leluhur kita yang harus kita jaga bersama," ujar dia.

#DPRD Trenggalek #Hari Jadi Trenggalek #Jamas Pusaka

Komentar 0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Baca Juga