Dana Pusat Mengalir ke Trenggalek, Ketua DPRD Cek Langsung Pembangunan Jalan
Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi meninjau pembangunan jalan dari DAK di Pandean-Malasan dan memastikan pengerjaan berjalan baik.
Poin Penting
Ruas Pandean-Malasan mendapat DAK Rp6,8 miliar untuk pembangunan jalan sepanjang 5,6 kilometer dengan waktu pelaksanaan 120 hari.
DAK juga membiayai ruas Tekol-Malasan dan Jembatan Kembangsore Pule, masing-masing senilai Rp3,9 miliar dan Rp5,7 miliar.
Ketua DPRD Trenggalek ikut memantau pembangunan, sementara Pemkab menyiapkan sumber pembiayaan lain untuk mempercepat perbaikan infrastruktur jalan.
TRENGGALEK - Pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Trenggalek terus dikebut. Salah satunya ruas Pandean-Malasan yang berada di wilayah perbatasan Trenggalek-Tulungagung.
Pembangunan jalan tersebut mendapat dukungan anggaran dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi turut turun langsung melihat proses pengerjaan ruas jalan tersebut.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan pembangunan yang menggunakan anggaran pusat tersebut berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ruas Pandean-Malasan memiliki panjang sekitar 5,6 kilometer dengan nilai anggaran Rp6,8 miliar. Pekerjaan tersebut ditargetkan selesai dalam waktu 120 hari.
Doding Rahmadi mengatakan, ruas tersebut merupakan salah satu akses penting di wilayah perbatasan Trenggalek-Tulungagung. Ia berharap pekerjaan dapat segera diselesaikan sehingga masyarakat bisa segera merasakan manfaatnya.
"Ini ruas perbatasan Tulungagung-Malasan, ada Dana Alokasi Khusus bantuan dari pemerintah pusat, mudah-mudahan ini segera selesai," katanya.
Menurut Doding, selain mengandalkan anggaran dari pemerintah pusat, Pemkab Trenggalek juga menyiapkan sejumlah skema pembiayaan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan.
Salah satunya melalui pinjaman daerah. Ia menyebut proses pinjaman tersebut telah memasuki tahap lelang.
"Tadi konfirmasi kepada PU bahwa proses pinjaman daerah itu sudah masuk tahap lelang, mudah-mudahan bisa segera ada pemenangnya, mumpung masih musim kemarau, karena kalau musim kemarau ini hotmix itu hasilnya bagus dan bisa bagus," ujar Doding.
Ia mengatakan, pemerintah daerah menyiapkan sekitar Rp41 miliar melalui skema pinjaman daerah untuk mendukung perbaikan jalan. Selain itu, terdapat pula anggaran dalam perubahan APBD yang diharapkan dapat segera digunakan.
"Untuk perbaikan jalan ini daerah berupaya selain dana dari pusat juga ada beberapa dari hutang daerah kisaran 41 M, dan perubahan anggaran ini juga ada, mudah-mudahan bisa segera kami laksanakan, kami konfirmasi eksekutif sebentar lagi nanti akan nota APBD perubahan dan Oktober bisa dieksekusi," jelasnya.
Tak hanya Pandean-Malasan, dukungan DAK juga diarahkan untuk pembangunan infrastruktur di sejumlah titik lain di Trenggalek.
Pada ruas Tekol-Malasan, misalnya, pemerintah mendapatkan anggaran sekitar Rp3,9 miliar untuk penanganan jalan sepanjang 2,7 kilometer. Pekerjaan tersebut memiliki waktu pelaksanaan 120 hari.
Sementara itu, pembangunan Jembatan Kembangsore di Kecamatan Pule mendapatkan anggaran Rp5,7 miliar dengan waktu pelaksanaan 140 hari, terhitung sejak 24 Juli hingga 13 Desember 2026.
Dengan adanya dukungan anggaran dari pemerintah pusat, pembangunan infrastruktur di daerah diharapkan tidak hanya berhenti pada perencanaan. Setiap rupiah anggaran yang masuk diupayakan benar-benar menjadi infrastruktur yang bisa digunakan masyarakat.
Dalam peninjauannya, Doding juga melihat langsung hasil pengerjaan aspal di ruas Pandean-Malasan. Ia menilai hasil pengerjaan yang dilihatnya cukup baik.
"Alhamdulillah lumayan bagus dari peninjauan dan aspalnya hangat dan mengambilnya tadi saya tanya di perbatasan Trenggalek-Tulungagung, kualitas hotmix bagus atau tidak dari kadar aspal dan panasnya, kalau masih panas digelar masih bagus," ungkapnya.
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya DPRD Trenggalek untuk memastikan pembangunan infrastruktur berjalan sesuai harapan. Terlebih, perbaikan jalan menjadi salah satu kebutuhan yang langsung bersentuhan dengan aktivitas masyarakat sehari-hari.
Dengan kombinasi anggaran pusat, pinjaman daerah, dan perubahan APBD, pemerintah daerah berharap penanganan sejumlah ruas jalan di Trenggalek dapat terus berjalan, terutama saat kondisi cuaca masih mendukung pekerjaan konstruksi.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar. Belum punya akun? Daftar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.