Selalu Tak Ikut Karnaval, SD Inovatif Trenggalek Pilih Tampil Drumband dan Berbuah Juara 1
SD Inovatif Trenggalek memilih tidak ikut karnaval dan fokus mengembangkan drumband. Hasilnya, juara 1 tingkat kabupaten.
Poin Penting
SD Inovatif Trenggalek memilih tidak ikut karnaval dan fokus mengembangkan ekstrakurikuler drumband.
Pilihan tersebut berbuah prestasi, yakni juara 1 lomba drumband tingkat Kabupaten Trenggalek.
Setelah sebelumnya juara harapan satu dan juara 2, SD Inovatif Trenggalek membidik kompetisi tingkat Jawa Timur di Tulungagung pada Desember 2026.
TRENGGALEK - Ketika sekolah lain sibuk menyiapkan kostum dan riasan untuk tampil dalam karnaval, SD Inovatif Trenggalek justru memilih jalan berbeda. Sekolah yang berada di Kabupaten Trenggalek itu memilih tidak mengikuti karnaval dan mengarahkan energi siswa untuk mengembangkan ekstrakurikuler drumband. Pilihan tersebut ternyata tidak sia-sia. SD Inovatif Trenggalek berhasil meraih juara 1 lomba drumband tingkat Kabupaten Trenggalek tahun ini.
Bagi sekolah, keputusan tersebut bukan sekadar memilih tidak ikut kegiatan yang ramai. Ada pertimbangan waktu, biaya, ibadah, hingga keinginan menghadirkan kegiatan siswa yang memiliki tolok ukur prestasi lebih jelas.
Kepala SD Inovatif Trenggalek, Ikhsan Nur Wahyudi, mengatakan drumband sebenarnya telah dimiliki sekolah sejak awal berdiri. Namun, keterbatasan peralatan membuat prestasi belum bisa diraih.
"Ini capaian yang luar biasa bagi kami, dan kami memiliki drum band itu sejak sekolah sudah ada, jadi sebelum pandemi sudah memiliki dan pada waktu itu alat kami masih belum support ya prestasi belum kami raih," katanya.
Setelah pandemi, sekolah mulai memperbaiki dan melengkapi peralatan drumband. Keikutsertaan dalam kompetisi pun dilakukan secara bertahap.
Pada keikutsertaan pertama, SD Inovatif Trenggalek meraih juara harapan satu. Kemudian pada tahun berikutnya naik menjadi juara 2. Tahun ini, kerja keras tersebut akhirnya mengantarkan mereka menjadi juara 1 tingkat kabupaten.
"Setelah itu kami memperbaiki alat-alat dan paska pandemi sudah 3 kali ini ikut drum band dari pertama yang kami ikuti harapan satu, kemudian yang kedua tahun lalu juara 2, dan tahun ini mendapat juara 1," ujar Ikhsan.

Prestasi tersebut tidak didapat secara instan. Anak-anak menjalani latihan sekitar empat bulan untuk mempersiapkan kompetisi.
Latihan dilakukan setiap Sabtu sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler. Pada bulan pertama, siswa fokus menguasai dasar-dasar drumband. Bulan kedua mulai masuk pada penguasaan lagu. Dua bulan terakhir digunakan untuk menyempurnakan penampilan.
"Drumband itu merupakan kegiatan ekstrakurikuler, di hari Sabtu, kalau kami hitung mundur latihan 4 bulan, bulan pertama soal basic, bulan kedua lagu, terus yang ke bulan 3 dan 4 finishing bagaimana memoles biar bisa bagus," jelasnya.
Pilihan untuk tidak mengikuti karnaval juga menjadi keputusan yang telah dibicarakan bersama wali murid.
Ikhsan mengatakan, sekolah mempertimbangkan pelaksanaan kegiatan karnaval yang membutuhkan persiapan sejak dini hari, termasuk proses rias. Sekolah juga mempertimbangkan persoalan ibadah dan besarnya biaya yang harus dikeluarkan.
Sementara itu, dalam lomba drumband, menurut Ikhsan, penilaian dinilai lebih terukur karena terdapat unsur nada, barisan, dan aspek penampilan lainnya.
"Alasan kami pribadi melihat karnaval itu meninggalkan waktu salat, rias itu dari subuh, nanti dhuhur selesai, bagaimana dengan drumband sebenarnya sama, namun kegiatan rias itu di sekolah, jadi salat subuh di sekolah, dzuhur jamak dengan ashar, masalah pembiayaan karnaval juga besar, dan berpikiran logis dalam penilaian masih sulit, kalau dam band jelas soal nada, dan baris, makanya kami tidak mengikuti karnaval dan wali murid setuju," ungkapnya.
Bukan berarti SD Inovatif Trenggalek memilih menghindari kegiatan yang melibatkan siswa. Sekolah justru memilih memusatkan tenaga pada satu bidang yang ditekuni secara serius.
Di saat ukuran keberhasilan kegiatan sekolah kadang mudah dilihat dari kemeriahan penampilan dan ramainya perhatian publik, SD Inovatif Trenggalek mencoba membuktikan bahwa prestasi juga bisa lahir dari pilihan yang tidak terlalu ramai.
Suara drum, ketukan ritmis, nada yang harus tepat, serta barisan yang harus kompak akhirnya membawa nama SD Inovatif Trenggalek menjadi juara 1 tingkat Kabupaten Trenggalek.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi modal sekolah untuk melangkah ke kompetisi berikutnya. SD Inovatif Trenggalek pun kini bersiap membawa prestasi tersebut ke level yang lebih tinggi. Setelah menjadi juara di tingkat kabupaten, target berikutnya adalah tampil di ajang Jawa Timur pada Desember mendatang.
"Insya Allah di bulan Desember akan mengikuti event Jawa Timur di Tulungagung, untuk pelatih tetap menggunakan yang ada, pelatih itu luar biasa, perhatian luar biasa, latihan tidak tergantung dengan durasi, namun secukupnya, sampai siang anak-anak semangat itu terus mengikuti," kata Ikhsan.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar. Belum punya akun? Daftar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.