Ditinggal ke Surabaya, Dapur Rumah Warga Ngadirenggo Trenggalek Terbakar
Dapur rumah warga di Desa Ngadirenggo, Pogalan, Trenggalek, terbakar setelah tungku kayu diduga belum sepenuhnya padam.
Poin Penting
Dapur rumah warga Desa Ngadirenggo, Pogalan, terbakar setelah tungku kayu yang digunakan untuk memasak diduga belum sepenuhnya padam.
Sebanyak 14 personel Damkar Trenggalek dikerahkan dan berhasil menangani kebakaran dalam 24 menit, dengan menggunakan sekitar 7.000 liter air.
Tidak ada korban jiwa, sementara kerugian material diperkirakan Rp10 juta dan aset senilai lebih dari Rp300 juta berhasil diselamatkan.
TRENGGALEK - Dapur rumah milik Sujani di RT 17 RW 08, Dusun Wadilor, Desa Ngadirenggo, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, terbakar, Sabtu (29/8/2026).
Kebakaran tersebut diduga dipicu tungku kayu yang digunakan untuk memasak pada Jumat (28/8/2026) malam. Tungku tersebut diduga belum sepenuhnya padam sebelum ditinggalkan pemilik rumah.
Kasi Penyelamatan Kebakaran dan Nonkebakaran Damkar Trenggalek, Burhannudin, mengatakan kebakaran bermula ketika Sumarmi memasak menggunakan tungku kayu sekitar pukul 21.00 WIB.
“Dimungkinkan pada tungku kayu belum sepenuhnya mati dan langsung menyambar tumpukan kayu yang ada di sekitarnya,” kata Burhannudin.
Kronologinya, Jumat (28/08/2026) Sumarmi meninggalkan rumah untuk berangkat ke Surabaya mendampingi putranya yang menjalani wisuda.
Keesokan harinya, sekitar pukul 10.30 WIB, Suparman yang berada di sekitar lokasi melihat kepulan asap dari dapur rumah tersebut. Ia kemudian meminta bantuan warga untuk memadamkan api secara manual.
Namun, upaya tersebut tidak mampu mengendalikan api. Suparman selanjutnya menghubungi nomor aduan Pemadam Kebakaran Trenggalek.
Laporan kebakaran diterima petugas Damkar Trenggalek melalui Call Center pada pukul 10.46 WIB. Dua unit mobil pompa pemadam kebakaran dan satu unit mobil water supply kemudian diberangkatkan menuju lokasi.
Petugas tiba di lokasi pukul 10.54 WIB dan mulai melakukan operasi pemadaman serta pembasahan dua menit kemudian.
“Petugas tiba di lokasi pukul 10.54 WIB, kemudian pukul 10.56 WIB melaksanakan pembasahan ke objek yang terbakar,” ujar Burhannudin.
Proses pembasahan selesai pada pukul 11.20 WIB. Petugas kemudian melakukan pengecekan peralatan sebelum kembali ke Mako Damkar Trenggalek pada pukul 12.15 WIB dan tiba pukul 12.30 WIB.
Sebanyak 14 personel Damkar Trenggalek dikerahkan dalam penanganan kebakaran tersebut. Petugas juga mendapat dukungan dari anggota Polsek Pogalan, Koramil Pogalan, perangkat Desa Ngadirenggo, serta masyarakat sekitar.
Dalam penanganan kebakaran, petugas menggunakan sekitar 7.000 liter air. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Kebakaran menyebabkan kerugian material sekitar Rp10 juta. Sementara itu, aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan bernilai lebih dari Rp300 juta.
Damkar Trenggalek menyebut penyebab kebakaran diduga karena kelalaian, yakni meninggalkan tungku kayu yang belum sepenuhnya padam hingga api merambat ke tumpukan kayu di sekitarnya.
“Kami mengingatkan masyarakat agar memastikan sumber api, khususnya tungku kayu, benar-benar padam sebelum meninggalkan rumah untuk mencegah terjadinya kebakaran,” kata dia.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar. Belum punya akun? Daftar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.