TRENGGALEK - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Trenggalek sempat mengalami kendala setelah empat dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diberhentikan sementara. Kini, satu dapur dilaporkan sudah kembali beroperasi setelah melakukan perbaikan.
Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, Sunarto, menyampaikan dapur yang sudah aktif kembali berada di wilayah Pogalan, yaitu , Yayasan Mulia Hiroku Gakkou, yang sempat tidak ada ahli gizi.
"Jadi dari 4 ada satu yang dikembalikan beroperasional, yaitu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pogalan, Pogalan. Kena suspend tidak sampai 2 minggu, kemungkinan sudah beroperasi jadi terpenuhi," jelasnya.
Sementara itu, tiga dapur lainnya masih dalam status penghentian sementara dan belum mendapatkan izin operasional kembali. Dapur yang masih disuspend antara lain Yayasan Bamboe Future (SPPG Bendungan Suren), Yayasan Ar Rahman di Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, serta Yayasan Al Mursyid di Desa Ngetal, Kecamatan Pogalan.
Permasalahan yang ditemukan beragam, mulai dari sarana dan prasarana yang belum memenuhi standar hingga adanya komplain dari penerima manfaat.
Sunarto menegaskan, sebelum dapur bisa kembali beroperasi, pengelola wajib melalui tahapan evaluasi dan perbaikan sesuai rekomendasi yang diberikan.
"Dapur yang lain belum, tentu ada proses pengajuan, malah belum mendapatkan pengaktifan kembali, kemarin kami pada saat proses suspend sudah kami lakukan asesmen, setelah itu tentunya rekomendasi dilaksanakan dan pengajuan kembali," terangnya.
Ia menambahkan, mayoritas persoalan yang menyebabkan suspend berkaitan dengan prosedur operasional dan tata kelola dapur.
“Kebanyak yang suspend ini prosedur dan tata laksana di dapur. Secara sektoral kami melakukan pemantauan ke masing-masing SPPG,” imbuhnya.
Saat ini, jumlah dapur MBG yang masih beroperasi di Trenggalek tercatat sebanyak 61 unit dari total sebelumnya 64 dapur. Hingga kini belum ada penambahan dapur baru, sementara proses evaluasi terhadap dapur yang disuspend masih terus berjalan.
“Total yang beroperasi 64, dan yang masih suspend 3 berarti sekarang 61, kami belum ada penambahan SPPG,” ujarnya.
Kabar Trenggalek - Peristiwa
Editor: Zamz




















