Program Makan Bergizi Gratis Mulai Dirombak, Ibu Hamil dan Balita Jadi Prioritas Baru
BGN mulai menata ulang program Makan Bergizi Gratis. Fokus penerima manfaat bergeser ke ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
12 Jun 2026 • 18:00 WIB
MBG Berubah arah kebijakan barunya. KBRT/Badan Gizi Nasional
Ringkasan
- BGN menyiapkan empat langkah pembenahan program MBG.
- Sasaran prioritas bergeser ke kelompok 3B.
- Kementerian Kesehatan siap mendukung tenaga ahli gizi dan kesehatan.
JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini menjadi salah satu program unggulan pemerintah bakal memasuki babak baru. Badan Gizi Nasional (BGN) mulai menyusun arah kebijakan baru dengan fokus yang lebih spesifik kepada kelompok masyarakat yang dianggap paling membutuhkan intervensi gizi.
Kelompok yang masuk prioritas tersebut adalah ibu hamil, ibu menyusui, dan balita atau yang disebut kelompok 3B.
Perubahan fokus itu disampaikan Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, saat bertemu Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Selasa (9/6/2026). Dalam pertemuan tersebut, BGN memaparkan sejumlah langkah yang akan ditempuh untuk memperbaiki pelaksanaan program MBG ke depan.
Advertisement
Salah satu langkah utama adalah melakukan refocusing atau penyesuaian sasaran penerima manfaat program.
"Untuk refocusing penerima manfaat, kami memerlukan dukungan Kementerian Kesehatan. Sebab fokus sasaran penerima manfaat MBG ke depan adalah kalangan 3B (Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita), yang menjadi domain isu Kemenkes," kata Nanik.
Selain mengubah fokus penerima manfaat, BGN juga menyiapkan tiga langkah lain, yakni menghentikan sementara pembangunan dapur baru, melakukan evaluasi terhadap dapur yang sudah beroperasi, serta menyusun pola pelaksanaan baru untuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menampilkan wajah baru BGN setelah adanya perubahan kepemimpinan di lembaga tersebut.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan dukungannya terhadap arah kebijakan yang sedang disiapkan BGN. Menurutnya, fokus pada kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita menjadi langkah penting dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sejak dini.
"Saya sangat mendukung dan mengapresiasi langkah-langkah yang telah ditetapkan jajaran pimpinan baru BGN," ujar Budi.
Tidak hanya memberikan dukungan kebijakan, Kementerian Kesehatan juga siap membantu BGN melalui tenaga ahli di bidang kesehatan dan gizi anak.
Budi mengatakan pihaknya membuka peluang kolaborasi yang lebih luas agar program MBG dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
"Silakan siapa pun yang dipilih, kami menyiapkan yang terbaik, silakan Ibu yang memutuskan," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Nanik juga memperkenalkan dua wakil kepala BGN yang baru, yakni Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.
Menurutnya, pola kepemimpinan di tubuh BGN saat ini mengedepankan prinsip kolektif kolegial sehingga berbagai keputusan strategis akan dibahas bersama.
"Saya hanya sebagai 'ketua kelas' saja. Semua akan kami putuskan bersama," ujarnya.
BGN berharap sinergi dengan Kementerian Kesehatan dapat memperkuat pelaksanaan program MBG sekaligus mendukung upaya pemerintah menyiapkan generasi Indonesia yang lebih sehat menuju Indonesia Emas 2045.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
3 Dapur MBG di Trenggalek Kembali Beroperasi Setelah Perbaiki IPAL, 13 Dapur Masih Disetop
Tak Cuma Tutup Sementara, Dapur MBG yang Disanksi Juga Kehilangan Insentif 6 Juta/Hari