MBG Siap Jalan Lagi Saat Sekolah Masuk, Korwil Minta Dapur di Trenggalek Jaga Standar Higiene
Program Makan Bergizi Gratis di Trenggalek kembali berjalan bersamaan dengan dimulainya tahun ajaran 2026/2027. Sebanyak 19 dapur telah mengantongi SLHS.
12 Jul 2026 • 08:00 WIB
MBG Trenggalek kembali aktif lagi paska liburan. KBRT/BGN
Ringkasan
- MBG kembali berjalan saat tahun ajaran baru dimulai.
- Sebanyak 19 dapur telah mengantongi SLHS.
- BGN masih mengevaluasi dapur yang disuspend.
TRENGGALEK – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Trenggalek dipastikan kembali bergulir seiring dimulainya kegiatan belajar mengajar (KBM) tahun ajaran 2026/2027. Meski begitu, tidak semua dapur dipastikan langsung beroperasi karena proses verifikasi dan evaluasi masih berlangsung.
Koordinator Wilayah Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Badan Gizi Nasional Kabupaten Trenggalek, Shiella Ammanda, mengatakan operasional MBG akan kembali efektif setelah masa libur sekolah berakhir.
"Persiapan operasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Trenggalek akan dilakukan secara efektif pasca libur sekolah, yaitu bersamaan dengan dimulainya kembali Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pada Tahun Ajaran Baru 2026/2027," ujarnya.
Advertisement
Saat ini, Badan Gizi Nasional (BGN) masih melakukan pendataan dan verifikasi akhir terhadap dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan kembali melayani penerima manfaat. Karena itu, jumlah dapur yang akan beroperasi pada hari pertama sekolah belum ditetapkan.
"Untuk jumlah pasti dapur yang akan langsung beroperasi pasca libur ini, statusnya masih dalam proses pendataan. Kami sedang melakukan verifikasi akhir untuk memastikan dapur-dapur tersebut siap menyuplai makanan sesuai standar begitu KBM dimulai," katanya.
Di sisi lain, masih 19 SPPG di Trenggalek telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai salah satu syarat pemenuhan standar keamanan pangan.
Meski demikian, evaluasi terhadap dapur penyedia makanan masih terus dilakukan. Shiella mengungkapkan, masih ada beberapa dapur yang berstatus suspend dan belum diizinkan kembali beroperasi hingga pembenahan selesai dilakukan.
"Evaluasi berkala terus kami lakukan demi menjaga kualitas dan keamanan pangan. Terkait hal tersebut, memang masih ada beberapa dapur yang statusnya di-suspend pasca libur sekolah ini untuk keperluan pembenahan dan pemenuhan standar," jelasnya.
Untuk sasaran penerima manfaat, tidak ada perubahan pada tahun ajaran baru ini. Program MBG tetap diperuntukkan bagi peserta didik di satuan pendidikan serta kelompok 3B yang meliputi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Sementara itu, terkait kemungkinan adanya sekolah atau penerima manfaat yang memilih tidak mengikuti Program MBG, BGN mengaku masih melakukan pendataan di lapangan.
"Mengenai adanya kemungkinan sekolah atau penerima manfaat yang menolak atau memilih tidak menerima MBG pasca libur ini, kami masih melakukan pendataan dan pemetaan di lapangan untuk melihat dinamika terbarunya," ujarnya.
Menjelang operasional kembali dimulai, BGN juga mengingatkan seluruh pengelola dapur agar tidak mengendurkan standar pelayanan. Higienitas selama proses memasak, ketepatan distribusi, hingga kualitas gizi makanan diminta menjadi perhatian utama.
"BGN memberikan himbauan tegas kepada seluruh SPPG di Trenggalek agar dalam operasional tahun ajaran baru ini benar-benar menjaga komitmen, memperhatikan higienitas proses memasak, ketepatan waktu distribusi, serta memastikan kualitas nutrisi makanan yang disajikan kepada penerima manfaat tetap optimal sesuai regulasi yang berlaku," ujar dia.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement