2 Sekolah di Trenggalek Pilih Tak Ikut MBG, 76 Dapur Tetap Layani 151 Ribu Penerima Manfaat

Program Makan Bergizi Gratis di Trenggalek mulai berjalan pada tahun ajaran baru 2026/2027. Sebanyak 76 SPPG beroperasi, sementara dua sekolah memilih tidak mengikuti program.

2 Sekolah di Trenggalek Pilih Tak Ikut MBG, 76 Dapur Tetap Layani 151 Ribu Penerima Manfaat

MBG Trenggalek mulai beroperasi di tahun ajaran baru, 2 sekolah tercatat tidak ikut. KBRT/Badan Gizi Nasional

Ringkasan

  • 76 dapur MBG mulai beroperasi.
  • 2 sekolah memilih tidak mengikuti MBG.
  • 151.475 penerima manfaat mulai dilayani.

TRENGGALEK Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali bergulir di Kabupaten Trenggalek bersamaan dengan dimulainya Tahun Ajaran Baru 2026/2027. Di hari pertama pelaksanaan, puluhan dapur mulai kembali memasak dan mendistribusikan makanan bergizi kepada ribuan pelajar serta kelompok sasaran lainnya.

Di tengah berjalannya program tersebut, terdapat dua sekolah yang memutuskan tidak melanjutkan keikutsertaan dalam Program MBG. Meski demikian, pelaksanaan program secara umum tetap berjalan normal.

Koordinator Wilayah Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Trenggalek, Shiella Ammanda, mengatakan sebanyak 76 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah siap beroperasi pada awal tahun ajaran baru.

Advertisement

Jumlah itu menjadi tulang punggung distribusi makanan bergizi kepada 151.475 penerima manfaat yang tersebar di berbagai satuan pendidikan serta kelompok sasaran lainnya.

"Sebanyak 76 SPPG siap melayani pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis pada Tahun Ajaran Baru 2026/2027," ujar Shiella.

Berbeda dengan beberapa bulan sebelumnya, seluruh dapur kini telah kembali beroperasi. Tidak ada lagi SPPG yang berstatus suspensi.

"Saat ini tidak ada dapur atau SPPG yang disuspensi," katanya.

Di sisi lain, BGN mencatat ada dua sekolah yang memilih tidak mengikuti Program MBG pada tahun ajaran ini. Kedua sekolah tersebut yakni SD Muhammadiyah 1 Trenggalek dan SD–MAS Permata Ummat.

Shiella menegaskan keputusan tersebut telah dikonfirmasi kepada pihak penyelenggara program.

"Terkonfirmasi tidak mengikuti Program MBG, SD Muhammadiyah 1 Trenggalek dan SD–MAS Permata Ummat," jelasnya.

Meski ada dua sekolah yang tidak bergabung, pelaksanaan MBG pada hari pertama dinilai berjalan lancar. Berdasarkan hasil pemantauan, belum ditemukan persoalan yang memerlukan evaluasi khusus.

BGN menyatakan fokus selanjutnya adalah menjaga kualitas layanan, mulai dari proses penyediaan makanan, distribusi, hingga memperkuat komunikasi dengan seluruh penerima manfaat agar pelaksanaan program semakin optimal.

"Secara umum pelaksanaan Program MBG pada hari pertama berjalan dengan baik. Tidak terdapat evaluasi khusus. Ke depan, fokusnya adalah terus meningkatkan kualitas layanan yang diberikan serta tetap menjalin komunikasi yang baik dengan seluruh penerima manfaat agar pelaksanaan program semakin optimal," kata Shiella.

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait