MPLS Sekolah Rakyat Trenggalek Tak Sekadar Kenalan, Siswa Juga Jalani Cek Kesehatan
Sekolah Rakyat Terintegrasi 50 Trenggalek menggelar MPLS mulai 1 Agustus 2026 di kampus permanen. Ratusan calon siswa juga akan menjalani cek kesehatan.
25 Jul 2026 • 12:00 WIB
Sekolah rakyat trenggalek akan menempati gedung baru. KBRT/Zamz
Ringkasan
- MPLS SRT dimulai 1 Agustus 2026.
- Calon siswa juga menjalani cek kesehatan.
- Kuota SMA masih kurang 37 siswa.
TRENGGALEK – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 50 Trenggalek memasuki babak baru. Setelah sebelumnya menjalankan pembelajaran di lokasi rintisan, ratusan calon siswa kini bersiap menempati kampus permanen yang berada di kawasan timur Pasar Basah Trenggalek.
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dijadwalkan dimulai pada 1 Agustus 2026. Selama dua pekan, siswa tidak hanya dikenalkan dengan lingkungan sekolah, tetapi juga menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum memulai aktivitas belajar.
Kepala SRT 50 Trenggalek, Yogyantoro, mengatakan dua puskesmas akan dilibatkan dalam rangkaian MPLS, yakni Puskesmas Trenggalek dan Puskesmas Rejowinangun.
Advertisement
"Yang kami libatkan yaitu Puskesmas Trenggalek dan juga Rejowinangun. Dan di dalam MPLS kita lakukan pengenalan lingkungan sekolah," ujarnya.
Selain mengenal lingkungan sekolah, para calon siswa juga akan beradaptasi dengan sistem pendidikan berasrama. Menurut Yogy, proses tersebut menjadi tahapan penting agar peserta didik lebih siap menjalani kehidupan di lingkungan baru.
"Mereka akan mengenal SDM sekolah, tenaga pendidik, sekaligus teman-teman seangkatannya. Menyesuaikan diri dengan lingkungan baru yang berasrama menjadi hal yang sangat krusial," katanya.
Pada tahun ajaran 2026, SRT Trenggalek memperoleh kuota satu rombongan belajar (rombel) SD, empat rombel SMP, dan empat rombel SMA.
Kuota jenjang SD telah terpenuhi sebanyak 30 siswa. Begitu pula empat rombel SMP yang seluruhnya telah terisi dengan 120 siswa.
Sementara itu, kuota SMA masih menyisakan kursi. Dari target empat rombel, baru terdapat 83 calon siswa sehingga masih dibutuhkan 37 peserta didik lagi.
MPLS akan berlangsung mulai 1 hingga 15 Agustus 2026, kemudian dilanjutkan program matrikulasi pada 18 Agustus sampai 30 September 2026.
Di sisi lain, proses pengadaan guru dan tenaga kependidikan melalui skema PPPK Kementerian Sosial masih berjalan. Meski begitu, pihak sekolah memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung normal dengan dukungan tenaga pendidik sementara.
"Insyaallah nanti penetapan NIP-nya itu ada di akhir September," jelas Yogy.
Untuk menutup kebutuhan tenaga pengajar, SRT Trenggalek menggandeng guru tamu dari berbagai jenjang pendidikan.
"Kami mengundang guru tamu dari jenjang SMA 17 personel, SMP dua personel, dan guru kelas SD enam personel," kata dia.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Sekolah Rakyat Trenggalek Bersiap Tinggalkan Kampus Rintisan, Siswa Pindah Akhir Juli
Fakta Menarik Sekolah Rakyat, Siswa Tak Terima PIP tapi Seluruh Kebutuhan Dijamin
Terhalang Data, Bocah Pogalan Ini Berpeluang Masuk Sekolah Rakyat Setelah Diverifikasi Langsung
Pembangunan Sekolah Rakyat Trenggalek, Mampu Tampung Lebih Seribu Siswa
Tak Masuk Desil 1 dan 2? Anak Miskin di Trenggalek Tetap Punya Peluang Masuk Sekolah Rakyat