Sekolah Rakyat Trenggalek Bersiap Tinggalkan Kampus Rintisan, Siswa Pindah Akhir Juli
Sekolah Rakyat Terintegrasi 50 Trenggalek bersiap menempati kampus permanen pada 31 Juli 2026. Sebanyak 75 siswa akan dimobilisasi ke lokasi baru.
22 Jul 2026 • 16:00 WIB
Sekolah rakyat trenggalek bakal pindah akhir juli. KBRT/Kominfo
Ringkasan
- Sekolah Rakyat Terintegrasi 50 Trenggalek dijadwalkan mulai menempati kampus permanen pada 31 Juli 2026 bersamaan dengan open house dan MPLS.
- Sebanyak 75 siswa aktif akan dimobilisasi ke lokasi baru bersama BMN dari Biro Umum dan Pusdiklat.
- Progres pembangunan kampus permanen telah mencapai sekitar 92 persen dan pihak sekolah memastikan aktivitas belajar tidak akan terganggu.
TRENGGALEK – Sekolah Rakyat Terintegrasi 50 Trenggalek segera memasuki babak baru. Setelah beberapa waktu menjalankan kegiatan belajar di lokasi rintisan, para siswa dijadwalkan mulai menempati kampus permanen pada 31 Juli 2026 bersamaan dengan kegiatan open house dan pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Perpindahan ini bukan sekadar memindahkan ruang belajar. Pihak sekolah juga tengah menyiapkan mobilisasi puluhan siswa beserta barang milik negara (BMN) agar proses belajar mengajar di kampus baru dapat langsung berjalan.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 50 Trenggalek, Yogyantoro, mengatakan saat ini seluruh persiapan difokuskan pada pemindahan siswa dan aset yang berada di bawah pengelolaan Biro Umum serta Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat).
Advertisement
"Saat ini kami sedang mempersiapkan diri untuk perpindahan dari SR Rintisan ke SR Permanen yaitu mobilisasi siswa dan BMN yang terdiri dari aset tetap dan juga persediaan, yang berasal dari Biro Umum dan juga Pusdiklat," ujarnya.
Namun, tidak semua aset dapat dipindahkan. BMN yang berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tetap berada di lokasi sebelumnya karena tidak masuk dalam skema mobilisasi.
"Untuk yang dari PU ini tidak bisa kami ekspedisikan, sehingga kami melakukan mobilisasi hanya untuk BMN dari Pusdiklat dan juga Biro Umum," jelasnya.
Agar proses perpindahan berjalan lancar, sekolah akan menggandeng sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan relawan, di antaranya Dinas Perhubungan, Dinas Sosial, serta Pagana.
"Kami nanti akan melakukan mobilisasi dibantu stakeholder terkait atau OPD terkait seperti Dinas Perhubungan dan juga Dinas Sosial serta akan dibackup oleh kawan-kawan Pagana dan dari internal Sekolah Rakyat Terintegrasi 50 Trenggalek sendiri," katanya.
Selain mempersiapkan perpindahan, para siswa juga tengah berlatih untuk tampil pada kegiatan open house. Berbagai penampilan disiapkan, mulai dari baris-berbaris kreatif, tari, karawitan, pidato tiga bahasa, hingga tahlil dan selawat.
Saat ini Sekolah Rakyat Trenggalek memiliki 75 siswa aktif yang terdiri atas dua rombongan belajar (rombel) jenjang SD dan empat rombel SMP.
"Yang existing terdiri dari dua rombel SD dan empat rombel SMP, totalnya ada 75 siswa," ungkap Yogyantoro.
Pada tahun ajaran baru, jumlah peserta didik akan bertambah. Jenjang SD telah memenuhi satu rombel dengan 30 siswa, sedangkan empat rombel SMP berisi 120 siswa juga sudah terpenuhi.
Sementara itu, penerimaan siswa jenjang SMA masih menyisakan kuota. Dari target 120 siswa, hingga kini baru 83 peserta didik yang terdaftar.
Menurut Yogyantoro, komposisi rombel tersebut berubah dari rencana awal. Semula sekolah menargetkan tiga rombel SD, tetapi karena peminat tidak memenuhi kuota, sebagian dialihkan ke jenjang SMP dan SMA yang justru memiliki antusiasme lebih tinggi.
Di sisi lain, pembangunan kampus permanen terus dikebut. Berdasarkan informasi dari pendamping Kementerian Sosial RI, progres pembangunan telah mencapai sekitar 92 persen.
"Informasi yang kami dapat dari PIC Kementerian Sosial RI, progres pembangunan saat ini sudah mencapai 92 persen," ujarnya.
Bangunan SMP telah selesai sepenuhnya, sedangkan gedung SD dan SMA masih memasuki tahap penyelesaian akhir.
Meski demikian, Yogyantoro memastikan pekerjaan yang tersisa tidak akan mengganggu aktivitas belajar mengajar saat siswa mulai menempati kampus baru.
"Ketika perpindahan nanti, walaupun masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi, tidak akan mengganggu aktivitas siswa," tegasnya.
Ia menambahkan, para siswa menyambut perpindahan tersebut dengan antusias karena akan belajar di lingkungan yang memiliki fasilitas lebih lengkap.
"Insyaallah siswa kami akan segera mobilisasi pada tanggal 31 Juli. Mereka sangat antusias karena bisa mendapatkan sekolah baru dengan fasilitas, sarana, dan prasarana yang lebih lengkap. Bangunan juga sudah mendapatkan pernyataan laik fungsi dari Nindya Karya sehingga kami dapat menjamin keselamatan dan keamanan siswa selama tinggal di sana," kata dia.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Fakta Menarik Sekolah Rakyat, Siswa Tak Terima PIP tapi Seluruh Kebutuhan Dijamin
Pembangunan Sekolah Rakyat Trenggalek, Mampu Tampung Lebih Seribu Siswa