Imbas Dugaan Keracunan MBG, SPPG Tamanan Yayasan Petuk Tadah Lillah Billah Berhenti Beroperasi

Penghentian sementara tersebut dilakukan untuk menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan MBG yang dibagikan pada Selasa (11/8/2026).

Imbas Dugaan Keracunan MBG, SPPG Tamanan Yayasan Petuk Tadah Lillah Billah Berhenti Beroperasi

Koordinator Wilayah beri keterangan soal dugaan keracunan MBG Trenggalek. KBRT/Zamz

Ringkasan

  • SPPG Tamanan Yayasan Petuk Tadah Lillah Billah menghentikan sementara layanan MBG setelah muncul dugaan gangguan kesehatan pada penerima manfaat.
  • Penghentian dilakukan sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan.
  • SPPG Tamanan melayani 2.089 penerima manfaat di 11 sekolah dan satu posyandu, sehingga penghentian sementara berdampak pada seluruh penerima manfaat yang dilayani SPPG tersebut.

TRENGGALEK - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tamanan Yayasan Petuk Tadah Lillah Billah menghentikan sementara layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah muncul dugaan keracunan MBG yang berakibat gangguan kesehatan pada penerima manfaat di sejumlah sekolah di Kabupaten Trenggalek.

Penghentian sementara tersebut dilakukan untuk menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan MBG yang dibagikan pada Selasa (11/8/2026).

Koordinator Wilayah SPPG Trenggalek, Sheilla Ammanda Yanu Fadilla, mengatakan SPPG Tamanan untuk sementara tidak melayani distribusi MBG kepada penerima manfaat.

Advertisement

“Untuk sementara berhenti dulu karena untuk menunggu hasil lab yang dilakukan apakah berasal dari makanan atau seperti apa, untuk sementara SPPG ini tidak bisa melayani ke penerima manfaat dan sudah kami laporkan ke Badan Gizi Nasional (BGN),” kata Sheilla.

Menurut Sheilla, keputusan tersebut dilakukan sembari menunggu kepastian dari hasil pemeriksaan laboratorium mengenai penyebab keluhan kesehatan yang dialami penerima manfaat.

Pihak SPPG bersama pemangku kepentingan terkait juga melakukan penelusuran terhadap penerima manfaat yang mengalami keluhan.

“Pastinya yang kami lakukan antar stakeholder baik dari dinas kesehatan, dari Polres dan Kodim maupun pihak lainnya, intinya kami sangat kami sudah tindak lanjuti ke masing-masing sekolahan berapa yang terdampak dan berapa yang tidak terdampak dan bagaimana yang mereka rasakan yang di konsumsi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Tamanan Yayasan Petuk Tadah Lillah Billah, Alfian Surya Riayantana, mengatakan pihaknya telah mengambil langkah pemeriksaan terhadap sampel makanan.

Pemeriksaan dilakukan pada Rabu (12/8/2026). Sampel sempat akan diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda), tetapi kemudian dibawa ke Surabaya karena Labkesda tidak dapat melakukan pemeriksaan tersebut.

“Untuk terkait dugaan keracunan itu dari pihak SPPG melakukan laboratorium makanan, hari ini Rabu (12/08/2026), di Labkesda dan kebetulan Labkesda tidak bisa kemudian akhirnya di Surabaya,” kata Alfian.

SPPG Tamanan sendiri diketahui melayani 11 sekolah dan satu posyandu dengan total 2.089 penerima manfaat.

“Untuk SPPG Tamanan sendiri melayani 11 sekolah dan 1 Posyandu, untuk jumlahnya sendiri 2.089,” ujarnya.

Berdasarkan pendataan sementara SPPG, penerima manfaat yang mengalami keluhan berasal dari dua sekolah, yakni SMPN 1 Trenggalek sebanyak 421 penerima manfaat dan SD Islam Lukman Hakim sebanyak 20 penerima manfaat.

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait