3 Dapur MBG di Trenggalek Kembali Beroperasi Setelah Perbaiki IPAL, 13 Dapur Masih Disetop

Tiga dapur MBG di Trenggalek kembali melayani penerima manfaat setelah memperbaiki IPAL sesuai rekomendasi BGN. Sebanyak 13 dapur masih disuspend.

3 Dapur MBG di Trenggalek Kembali Beroperasi Setelah Perbaiki IPAL, 13 Dapur Masih Disetop

Tiga dapur MBG Trenggalek beroperasi lagi usai di berhentikan. KBRT/Badan Gizi Nasional

Ringkasan

  • Tiga dapur MBG di Watulimo, Suruh, dan Panggul kembali beroperasi mulai 2 Juni 2026.
  • Penghentian sementara sebelumnya terjadi karena fasilitas IPAL belum memenuhi standar BGN.
  • Sebanyak 13 dapur MBG di Trenggalek masih disuspend dan sedang melengkapi persyaratan.

TRENGGALEK Tiga dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Trenggalek kembali beroperasi mulai Senin (2/6/2026) setelah sempat dihentikan sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Ketiga dapur yang kembali aktif tersebut merupakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah Yayasan Garuda Pelita, yakni SPPG Watulimo Tasikmadu 3, SPPG Suruh 2, dan SPPG Panggul Banjar 2.

Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, Sunarto, membenarkan bahwa ketiga SPPG tersebut telah mendapatkan izin untuk kembali menjalankan operasional setelah memenuhi rekomendasi yang diberikan BGN.

Advertisement

"Benar, ada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi kembali hari ini 2 Juni, 3 SPPG dari Yayasan Garuda Pelita, yaitu SPPG Watulimo Tasikmadu 3, SPPG Suruh 2, dan SPPG Panggul Banjar 2," ujarnya.

Menurut Sunarto, penghentian sementara sebelumnya bukan disebabkan oleh persoalan pengawas gizi maupun kualitas makanan yang disajikan. Ketiga dapur tersebut disuspend karena fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dinilai belum memenuhi standar yang ditetapkan.

"Sudah bisa dan memperbaiki IPAL. Suspend karena IPAL," katanya.

Ia menjelaskan, pengelola dapur telah melakukan pembenahan dan pemasangan fasilitas IPAL sesuai ketentuan sehingga operasional dapat kembali berjalan.

"Sudah memasang IPAL atau membenarkan IPAL-nya," imbuh Sunarto.

Meski sudah kembali beroperasi, ketiga dapur tersebut hingga kini masih dalam proses mengurus Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

"Sementara tiga dapur yang sudah beroperasi ini pasca suspend untuk Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS) masih proses mengurus," jelasnya.

Sunarto juga menegaskan bahwa keberadaan tenaga pengawas gizi tidak menjadi masalah dalam kasus penghentian sementara tersebut.

"Pengawas gizi sudah ada dari awal operasional, bukan masalah di pengawas gizi," tegasnya.

Saat ini, dari total 72 dapur MBG yang ada di Trenggalek, sebanyak 59 dapur telah beroperasi. Sementara itu, 13 dapur lainnya masih menjalani penghentian sementara sambil melengkapi persyaratan yang diminta BGN.

"Untuk yang 13 masih di suspend, sekarang masih memenuhi persyaratan yang kurang, yaitu IPAL, dan ada yang sudah mengajukan untuk operasional kembali," ujar Sunarto.

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait