16 Dapur MBG Trenggalek Diberhentikan BGN, Masalah IPAL dan Kondisi Dapur Jadi Temuan

Sebanyak 16 dapur MBG di Trenggalek disuspensi BGN karena persoalan IPAL, infrastruktur, hingga standar operasional yang belum terpenuhi.

16 Dapur MBG Trenggalek Diberhentikan BGN, Masalah IPAL dan Kondisi Dapur Jadi Temuan

Sebanyak 16 Dapur MBG Trenggalek diberhentikan. KBRT/Badan Gizi Nasional

Ringkasan

  • BGN Suspensi 16 Dapur MBG di Trenggalek, Masalah IPAL Jadi Sorotan
  • Puluhan Dapur MBG Trenggalek Tersandung IPAL, Insentif Rp6 Juta Ikut Dihentikan
  • Fakta 16 SPPG MBG Trenggalek Disetop Sementara, Ada yang Dua Kali Kena Suspend

TRENGGALEK Sebanyak 16 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Trenggalek disuspen atau dihentikan sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Suspend tersebut tercatat dalam kategori “Non Kejadian Menonjol (Perbaikan Major)” tertanggal Selasa, 26 Mei 2026.

Mayoritas dapur MBG yang disuspensi tersebar di 10 kecamatan dan terkendala Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) serta infrastruktur pendukung lainnya.

Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, Sunarto, membenarkan adanya penghentian sementara operasional dapur MBG tersebut. “Benar,” kata Sunarto saat dikonfirmasi.

Advertisement

Menurut dia, penyebab suspen sementara itu masih berkaitan dengan persoalan IPAL dan kelengkapan standar operasional dapur MBG. “Yang suspend baru terkait IPAL,” ujarnya.

Sunarto menjelaskan, sebagian besar dapur MBG yang disuspen belum memiliki SLHS dan IPAL yang memenuhi standar.

“Mayor berarti perlu perbaikan besar seperti mess, IPAL, infrastruktur dan SDM,” jelasnya.

Ia menegaskan, dapur MBG yang berstatus suspend mayor tidak lagi menerima insentif operasional sebesar Rp6 juta per hari. “Tidak,” jawab Sunarto saat ditanya apakah dapur yang disuspensi masih menerima insentif.

Berdasarkan dokumen suspend yang diterima, sejumlah yayasan tercatat menaungi beberapa dapur MBG yang terkena suspend mayor.

Di antaranya Yayasan Taruna Peduli Indonesia, Yayasan Garuda Pelita Nusantara, dan Yayasan Abinaya Alizam yang masing-masing memiliki lebih dari satu SPPG terdampak.

Beberapa dapur MBG yang tercantum dalam dokumen suspen tersebut antara lain:

  • SPPG Trenggalek Karangsoko 3 – Yayasan Taruna Peduli Indonesia
  • SPPG Trenggalek Karangsoko 2 – Yayasan Taruna Peduli Indonesia
  • SPPG Trenggalek Bendungan Srabah – Yayasan Bamboo For Future
  • SPPG Trenggalek Munjungan Masaran – Yayasan Taruna Peduli Indonesia
  • SPPG Trenggalek Panggul Banjar 2 – Yayasan Garuda Pelita Nusantara
  • SPPG Trenggalek Pogalan Kedunglurah – Yayasan Abinaya Alizam
  • SPPG Trenggalek Suruh Suruh 2 – Yayasan Garuda Pelita Nusantara
  • SPPG Trenggalek Parakan – Yayasan Abinaya Alizam
  • SPPG Trenggalek Karangan Sumberingin – Yayasan Darussalam Sumberingin
  • SPPG Trenggalek Tugu Tumpuk – Yayasan Elnaba Aba Husada
  • SPPG Trenggalek Ngantru 2 – Yayasan Al-Falah Ngrayun
  • SPPG Trenggalek Pule Jombok 2 – Yayasan Pondok Pesantren Hidayatulloh
  • SPPG Trenggalek Pule Jombok – Yayasan Abinaya Alizam
  • SPPG Trenggalek Watulimo Tasikmadu 3 – Yayasan Garuda Pelita Nusantara
  • SPPG Trenggalek Panggul Nglebeng – Yayasan Bamboo For Future
  • SPPG Trenggalek Durenan Sumbergayam – Yayasan Darussalam Al-yunusiah

Sunarto mengungkapkan, ada beberapa dapur MBG di Trenggalek yang tercatat mengalami suspend lebih dari satu kali.

“Ada seperti Bendungan Srabah, Pule Jombok 2 dan Durenan Sumbergayam,” ungkapnya.

Ia menambahkan, masa operasional dapur MBG yang terkena suspend bervariasi. Bahkan ada yang telah beroperasi sejak September 2025.

Satgas MBG Trenggalek, lanjut Sunarto, saat ini fokus melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap dapur MBG agar memenuhi standar yang ditetapkan BGN.

“Fungsi satgas terutama untuk melaksanakan pembinaan dan pengawasan. Penentuan suspen langsung dilakukan oleh BGN,” terangnya.

Selain itu, keamanan pangan juga menjadi perhatian utama dalam evaluasi dapur MBG di Trenggalek. “Keamanan pangan juga menjadi perhatian satgas. Mendorong agar SPPG sesuai standar dengan tata kelola yang baik,” ujarnya. 

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait