Sarpas Tak Penuhi Standar, 2 Dapur MBG Trenggalek di Pule dan Durenan Kena Setop

Dua dapur MBG atau SPPG di Trenggalek terkena suspend sementara karena sarana prasarana belum memenuhi standar dan belum punya sertifikat sanitasi.

Sarpas Tak Penuhi Standar, 2 Dapur MBG Trenggalek di Pule dan Durenan Kena Setop

Sunarto, Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek beberkan soal 2 dapur kena suspend. KBRT/Zamz

Ringkasan

  • Dua dapur MBG di Pule dan Durenan resmi disuspend Mei 2026
  • Penyebab suspend karena fasilitas belum sesuai standar dan belum punya sertifikat sanitasi
  • Satgas MBG Trenggalek masih melakukan pembinaan serta supervisi berkala

KABAR TRENGGALEK – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Trenggalek kembali jadi perhatian. Dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau yang lebih akrab disebut dapur MBG, resmi terkena suspend sementara karena masalah sarana dan prasarana yang belum memenuhi standar.

Dua dapur MBG yang dihentikan sementara itu yakni SPPG Pule Jombok 2 milik Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah dan SPPG Durenan Sumbergayam milik Yayasan Darussalam Al Yunusiah.

Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, Sunarto, membenarkan adanya penghentian operasional sementara tersebut. Ia menyebut suspend untuk SPPG Durenan mulai berlaku sejak 18 Mei 2026. Sedangkan SPPG Pule Jombok 2 mulai disuspend pada 21 Mei 2026.

Advertisement

Menurutnya, keputusan suspend dilakukan karena kedua dapur MBG tersebut masih memiliki kekurangan dalam aspek sarana dan prasarana. Selain itu, keduanya juga belum mengantongi Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi yang menjadi salah satu syarat penting operasional dapur MBG.

“Kedua SPPG suspend karena sarana dan prasarana yang masih di bawah standar dan dari data kami dua SPPG itu juga belum mempunyai Sertifikat laik Hygiene Sanitasi,” jelasnya.

SPPG Durenan Sumbergayam diketahui mulai beroperasi sejak 27 November 2025. Sementara SPPG Pule Jombok 2 mulai menjalankan layanan pada 10 November 2025.

Meski begitu, Satgas MBG Trenggalek memastikan suspend bukan berarti penutupan permanen. Saat ini pihak satgas masih melakukan pembinaan dan supervisi secara berkala agar standar layanan pemenuhan gizi bisa terpenuhi.

“Untuk yang kami lakukan dari Satgas, pembinaan berkala, supervisi pemenuhan standar,” katanya.

Di sisi lain, ada satu dapur MBG lain di Trenggalek yang juga belum kembali beroperasi usai terkena suspend, yakni SPPG Srabah, Bendungan milik Yayasan Bamboe Future.

Namun, proses perbaikan di dapur MBG tersebut diklaim sudah selesai dilakukan. Saat ini pengelola tengah mengajukan permohonan operasional kembali setelah melengkapi sejumlah persyaratan.

“Sementara untuk SPPG Srabah, Bendungan Yayasan Bamboe Future belum beroperasi kembali, prosesnya saat ini permohonan operasi kembali karena proses pembenahan SPPG Srabah sudah selesai dilakukan dan sudah melengkapi persyaratan,” tandas Sunarto.

Dengan demikian, dapur MBG Trenggalek yang tidak beroperasi menjadi 3 dapur, di Kecamatan Pule satu dapur, Kecamatan Bendungan 1 dapur, dan Kecamatan Durenan satu dapur. 

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait