Tiga Hari Dirawat, Siswa SD Korban Dugaan Keracunan MBG Trenggalek Pulang

Siswa SDI Luqman Al Hakim berinisial SA (11) menjalani perawatan tiga hari setelah mengalami muntah, diare, dan dehidrasi.

Tiga Hari Dirawat, Siswa SD Korban Dugaan Keracunan MBG Trenggalek Pulang

Siswa yang diduga keracunan MBG saat ini sudah pulang dari RSUD dr Soedomo. KBRT/Zamz

Ringkasan

  • SA dirawat selama tiga hari.
  • Kini sudah pulang dan kondisi membaik.
  • Penyebab masih menunggu hasil pemeriksaan.

TRENGGALEK – Siswa SDI Luqman Al Hakim berinisial SA (11) yang sebelumnya menjalani perawatan di RSUD dr. Soedomo Trenggalek setelah mengalami muntah, diare, dan dehidrasi setelah menyantab Makan Bergizi Gratis (MBG), kini telah diperbolehkan pulang, Jumat (14/8/2026).

SA menjalani perawatan selama tiga hari sejak Rabu (12/8/2026) hingga Jumat (14/8/2026). Pasien keluar dari rumah sakit sekitar pukul 10.30 WIB setelah kondisinya dinilai membaik.

Direktur RSUD dr. Soedomo Trenggalek, Saeroni, mengatakan SA masih dijadwalkan menjalani kontrol pada Selasa (18/8/2026) untuk memastikan kondisi kesehatannya.

Advertisement

“Hari ini sudah KRS sudah pulang dan sudah mendapatkan perawatan selama 3 hari, mulai tanggal 12-14 Agustus 2026,” kata Saeroni, Jumat (14/8/2026).

SA dijadwalkan menjalani kontrol kembali pada Selasa (18/8/2026). Kondisinya akan kembali dievaluasi untuk menentukan apakah masih membutuhkan pemeriksaan lanjutan.

“Nanti dianjurkan kontrol lagi di tanggal 18 Agustus 2026, setelah kontrol akan kami lihat kondisinya, apabila kondisinya stabil sudah baik sudah tidak perlu kontrol lagi,” ujarnya.

Sebelumnya, SA merupakan salah satu penerima Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tamanan Yayasan Petuk Tadah Lillah Billah.

Pada Selasa (11/8/2026), SA menyantap MBG dengan menu nasi putih, ayam bumbu sate, tahu fantasi, bayam dan jagung, serta buah semangka.

Sehari setelahnya, Rabu (12/8/2026), muncul keluhan gangguan pencernaan pada ratusan penerima manfaat MBG yang berasal dari SPPG tersebut.

Keluhan dilaporkan terjadi di sejumlah penerima manfaat, termasuk SMPN 1 Trenggalek, SDI Luqman Al Hakim, dan Posyandu Kelurahan Tamanan.

Berdasarkan pendataan Satgas MBG Trenggalek hingga Kamis (13/8/2026), terdapat 549 orang yang mengalami keluhan. Rinciannya, 493 orang di SMPN 1 Trenggalek, 30 orang di SDI Luqman Al Hakim, dan 26 penerima manfaat Posyandu Kelurahan Tamanan.

Dari 30 orang yang mengalami keluhan di SDI Luqman Al Hakim, sebanyak 20 merupakan siswa dan 10 lainnya tenaga pendidik.
SA kemudian dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Soedomo pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

Pasien selanjutnya masuk ruang perawatan Dahlia sekitar pukul 23.00 WIB karena mengalami muntah dan diare berulang hingga menyebabkan dehidrasi.

Dokter Spesialis Anak RSUD dr. Soedomo Trenggalek, Riza Maulina, sebelumnya mengatakan SA mengalami diare lebih dari 10 kali dan muntah lebih dari tujuh kali. 

Kondisi tersebut membuat tubuhnya lemas sehingga membutuhkan infus untuk rehidrasi. Setelah mendapatkan perawatan, kondisi SA berangsur membaik. Keluhan muntah dan diare berhenti, meski sebelumnya masih terdapat mual dan nyeri ulu hati.

Saeroni mengatakan pasien datang dengan keluhan diare. Namun, terkait penyebabnya, termasuk dugaan keracunan setelah mengonsumsi MBG, masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

“Kalau dari kasus dia kan masuk dengan diare, diare penyebabnya karena radang, infeksi, ini diare sudah diatas dan pengobatan dan sekarang baik dan sudah pulang,” jelasnya.

Saeroni menegaskan rumah sakit berfokus memberikan penanganan medis kepada pasien yang membutuhkan perawatan.

“Jadi kami di rumah sakit intinya bagaiman pasien atau masyarakat yang sakit yang memerlukan perawatan, kami tentunya agar kami memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya nanti tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Sementara terkait dugaan keracunan, ia mengatakan diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan tersebut.

“Kalau masalah keracunan dan sebagainya harus ada pemeriksaan lebih lanjut,” kata Saeroni.

Sebelumnya, Satgas MBG Trenggalek telah mengirimkan sampel makanan dan sampel dari penerima manfaat untuk diperiksa di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya.

Pemerintah Kabupaten Trenggalek juga belum menetapkan kejadian tersebut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Saat ini kasus masih dikategorikan sebagai peningkatan kasus gangguan pencernaan dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Sementara itu, SPPG Tamanan Yayasan Petuk Tadah Lillah Billah untuk sementara menghentikan layanan MBG sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait