Dua Petani di Panggul Trenggalek Tewas Tertimbun Longsor Saat Gali Sumur 20 Meter
Dua warga Desa Besuki, Panggul, Trenggalek, tewas tertimbun longsor saat menggali sumur 20 meter, Senin (3/8/2026). Evakuasi berlangsung 14 jam.
04 Aug 2026 • 14:00 WIB
Warga Kecamatan Panggul Trenggalek tertimbun saat menggali sumur. KBRT/BPBD
Ringkasan
- Jumiyo (53) dan Nur Rohman, warga Desa Besuki, tewas tertimbun longsoran tanah saat menggali sumur sedalam 20 meter di Dusun Bungur, Panggul, Senin (3/8/2026).
- Tim gabungan BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan relawan membutuhkan waktu sekitar 14 jam untuk mengevakuasi kedua jenazah dari dasar sumur, sejak pukul 11.27 WIB hingga 01.15 WIB dini hari.
- Kepala BPBD Trenggalek Stefanus Triadi Atmono mengimbau warga mengutamakan prosedur dan perlengkapan keselamatan saat melakukan pekerjaan berisiko tinggi seperti penggalian sumur.
TRENGGALEK - Dua warga tewas tertimbun longsoran tanah dan bebatuan saat menggali sumur di Dusun Bungur, Desa Besuki, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, Senin (3/8/2026). Sumur yang digali kedua korban itu memiliki kedalaman sekitar 20 meter.
Korban bernama Jumiyo (53), warga Dusun Kebun Duren, Desa Besuki, dan Nur Rohman, warga Dusun Bungur, Desa Besuki. Keduanya berprofesi sebagai petani dan tengah menggali sumur milik seorang warga bernama Bibit yang saat kejadian berada di Kalimantan.
Kepala BPBD Kabupaten Trenggalek yang juga menjabat Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah, Stefanus Triadi Atmono, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.27 WIB.
Advertisement
“Kedua korban sedang bekerja menggali sumur dengan kedalaman kurang lebih 20 meter. Saat proses penggalian berlangsung, terjadi longsoran tanah dan bebatuan dari bibir sumur yang menimbun keduanya,” ujarnya.
Sekitar pukul 11.35 WIB, perangkat Desa Besuki, Hendro, yang menyaksikan langsung kejadian tersebut melaporkannya kepada Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Pos BPBD Wilayah Panggul. Petugas gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan relawan bergerak ke lokasi untuk melakukan penyelamatan.
Tim Basarnas Trenggalek membawa peralatan khusus untuk mengevakuasi korban dari dasar sumur yang sempit. Proses ini berlangsung sulit karena kondisi lokasi yang sempit serta material longsoran yang menimbun tubuh korban. Petugas bersama warga bekerja berjam-jam mengangkat korban dari dalam sumur.
“Tim gabungan langsung melakukan evakuasi menggunakan peralatan dari Basarnas. Proses berlangsung cukup lama karena medan yang sulit dan harus dilakukan dengan sangat hati-hati demi keselamatan petugas,” kata Stefanus.
Kedua korban akhirnya berhasil dievakuasi dari dasar sumur sekitar pukul 01.15 WIB dini hari. Namun keduanya dipastikan telah meninggal dunia. Jenazah kemudian dibawa untuk menjalani visum sebelum diserahkan kepada keluarga masing-masing untuk dimakamkan.
Proses evakuasi melibatkan personel Polsek Panggul, Unit Inafis Polres Trenggalek, Basarnas Pos SAR Trenggalek, BPBD Kabupaten Trenggalek, pemerintah Desa Besuki, relawan kebencanaan, serta masyarakat setempat.
Stefanus menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas dan warga yang terlibat hingga proses evakuasi selesai pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 01.45 WIB.
Ia mengimbau masyarakat mengutamakan aspek keselamatan dalam pekerjaan berisiko tinggi, terutama saat menggali sumur.
Menurutnya, prosedur keselamatan dan perlengkapan yang memadai penting untuk mencegah terulangnya kecelakaan serupa.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
TAGS
Advertisement
Artikel Terkait
Kekeringan Landa 15 Desa di Trenggalek, BPBD Salurkan 16 Ribu Liter Air Bersih di Panggul
5 Kecamatan di Trenggalek Alami Kekeringan, Panggul Paling Parah: 24 Ribu Liter Air Tercatat Disalurkan