Kekeringan Landa 15 Desa di Trenggalek, BPBD Salurkan 16 Ribu Liter Air Bersih di Panggul
BPBD Trenggalek mencatat 8 kecamatan dan 15 desa terdampak kekeringan per 2 Agustus 2026, dengan bantuan air bersih dari Pemprov Jatim disalurkan ke empat desa di Kecamatan Panggu
03 Aug 2026 • 18:00 WIB
Trenggalek mengalami kekeringan sebanyak 15 desa. KBRT/BPBD Trenggalek
Ringkasan
- BPBD Kabupaten Trenggalek mencatat 8 kecamatan dan 15 desa terdampak kekeringan per update 2 Agustus 2026, tersebar dari Panggul hingga Trenggalek kota.
- Bantuan air bersih dari Gubernur Jawa Timur sebanyak 16.000 liter disalurkan ke empat desa di Kecamatan Panggul menggunakan kendaraan tangki Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
- Sepanjang 26 Juli–2 Agustus 2026, distribusi air bersih telah menjangkau belasan desa dengan sumber dari APBD, BBWS, dan bantuan reguler Provinsi Jawa Timur.
TRENGGALEK — Musim kemarau membawa dampak kekeringan yang meluas di Kabupaten Trenggalek. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat delapan kecamatan dan 15 desa terdampak krisis air bersih per pembaruan data 2 Agustus 2026.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, mengonfirmasi sebaran wilayah terdampak tersebut. "Berikut wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Trenggalek berdasarkan laporan dan monitoring BPBD, ada delapan kecamatan dan 15 desa," katanya.
Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Panggul dengan tujuh desa yakni Banjar, Nglebeng, Besuki, Karangtengah, Panggul, Kertosono, dan Ngrencak. Selain itu Kecamatan Tugu (Desa Prambon), Kecamatan Dongko (Desa Pandean dan Cakul), Kecamatan Gandusari (Desa Wonoanti), Kecamatan Watulimo (Desa Slawe), Kecamatan Kampak (Desa Timahan), Kecamatan Pogalan (Desa Wonocoyo), serta Kecamatan Trenggalek (Desa Karangsoko).
Advertisement
Triadi melaporkan giat penyaluran bantuan air bersih terbaru yang dilaksanakan pada Minggu, 2 Agustus 2026. "Selamat sore, izin melaporkan giat penyaluran bantuan air bersih, pada hari Minggu tanggal 2 Agustus 2026 pukul 08.30 WIB sampai dengan pukul 16.45 WIB, bantuan air bersih dari Ibu Gubernur Jawa Timur, dengan menggunakan kendaraan BBWS," katanya.
Ia merinci empat desa penerima bantuan pada giat tersebut. "Warga yang terdampak kekeringan atau kekurangan air bersih yaitu Desa Nglebeng, Desa Banjar, Desa Ngrencak, dan Desa Panggul," ujarnya.
Menurut Triadi, sumber air bantuan diambil dari PDAM Kabupaten Trenggalek dengan kapasitas standar per tangki.
"Pengambilan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Trenggalek dengan kapasitas air bersih per tangki 4.000 liter, bantuan dari Ibu Gubernur Jawa Timur dengan menggunakan kendaraan dari Balai Besar Wilayah Sungai, tiap desa mendapatkan air bersih satu tangki," katanya. "Total hari ini 16.000 liter air bersih," ujarnya.
Rincian penerima di lapangan mencakup Dusun Slorok di Desa Nglebeng dengan 202 kepala keluarga atau 426 jiwa, Dusun Mendung di Desa Banjar dengan 74 KK atau 213 jiwa, Dusun Kasian di Desa Ngrencak dengan 57 KK atau 163 jiwa, serta Dusun Madatan di Desa Panggul dengan 37 KK atau 98 jiwa.
Triadi juga memaparkan rangkaian waktu pelaksanaan giat tersebut. "Pukul 08.30 WIB pengisian air bersih dari PDAM di Desa Panggul Kecamatan Panggul, pukul 10.30 WIB bantuan air menuju ke lokasi, pukul 13.45 WIB bantuan air bersih sampai ke lokasi, pukul 14.00 WIB air bersih disalurkan ke warga dan ke bak penampungan air, dan pukul 16.45 WIB penyaluran air bersih selesai," katanya.
Ia memastikan seluruh proses distribusi berjalan tanpa kendala. "Kegiatan penyaluran air bersih aman dan lancar," ujarnya.
Penyaluran bantuan ini melibatkan Serma Suhardjo dari Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Wilayah Panggul, anggota Polsek Panggul, Kepala Dusun Slorok Ali, Kepala Dusun Madatan Dian, petugas Pusdalops BPBD Kabupaten Trenggalek Hadi Purwanto dan Adi Mujiprastyo, anggota Pramuka Peduli Kwartir Ranting Panggul Yoga dan April, serta warga dari keempat desa penerima bantuan.
Data BPBD Trenggalek menunjukkan distribusi air bersih telah berlangsung rutin sejak akhir Juli 2026. Pada Minggu, 26 Juli 2026, bantuan disalurkan ke Desa Besuki dan Nglebeng menggunakan dua rit tangki 6.000 liter dan satu rit tangki 4.000 liter dari APBD.
Senin, 27 Juli 2026, giliran Desa Ngrencak menerima satu rit 6.000 liter dari APBD, disusul Desa Karangtengah pada Selasa, 28 Juli 2026 dengan alokasi serupa.
Sumber pendanaan kemudian beralih ke BBWS pada Rabu, 29 Juli hingga Jumat, 31 Juli 2026, dengan Desa Cakul, Pandean, dan kembali Ngrencak masing-masing menerima kiriman tangki 4.000 liter. Memasuki awal Agustus, bantuan reguler dari Provinsi Jawa Timur mulai mengambil peran lebih besar.
Pada Sabtu, 1 Agustus 2026, lima rit tangki 4.000 liter disalurkan ke Nglebeng, Besuki, Panggul, Ngrencak, dan Kertosono, dilanjutkan pada Minggu, 2 Agustus 2026 dengan lima rit lagi ke Nglebeng, Cakul, Ngrencak, Banjar, dan Panggul.
Di tengah kondisi kekeringan yang masih berlangsung, BPBD Trenggalek mengimbau masyarakat untuk berhemat air, menggunakan air sesuai kebutuhan, dan menjaga sumber-sumber air yang tersedia demi kepentingan bersama selama musim kemarau. Warga yang membutuhkan bantuan air bersih dapat menghubungi call center BPBD Kabupaten Trenggalek di nomor 082244749096.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement