TRENGGALEK - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Trenggalek terus meluas. Hingga awal Mei 2026, tercatat sudah ada 68 dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di berbagai kecamatan.
Namun di balik bertambahnya jumlah dapur MBG, masih ada pekerjaan rumah yang belum selesai. Sebab, baru 19 SPPG yang mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), dokumen penting untuk memastikan standar kebersihan dan keamanan pangan.
Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, dr. Sunarto, mengatakan sebagian besar pengelola dapur masih terkendala memenuhi syarat dasar sarana dan prasarana untuk mendapatkan sertifikat tersebut.
“Untuk saat ini sudah ada 68 SPPG yang beroperasi dan 19 SPPG sudah memiliki SLHS,” ujarnya.
“Kesulitannya masih pada pemenuhan persyaratan dasar,” katanya.
Menurut Sunarto, pemerintah bersama Satgas MBG terus melakukan pendampingan agar seluruh dapur MBG di Trenggalek bisa memenuhi standar operasional yang ditetapkan.
Selain soal sertifikasi, satu dapur MBG di Kecamatan Bendungan sampai sekarang juga belum kembali beroperasi setelah terkena suspend dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Dapur tersebut berada di Desa Srabah atau Suren dan dikelola Yayasan Bamboe Future.
Sunarto menjelaskan, dapur itu belum bisa dibuka lagi karena proses pembenahan sarana dan prasarananya masih berlangsung.
“Kendalanya di proses pemenuhan sarpras,” jelasnya.
Agar persoalan serupa tidak terulang di dapur MBG lainnya, Satgas MBG Trenggalek kini rutin melakukan monitoring dan evaluasi atau monev secara berkala. Pengelola dapur juga terus diberi pembinaan terkait standar kebersihan dan operasional.
“Upaya pencegahan dengan monev berkala dan pembinaan berkala,” ucapnya.
Pihak Satgas bersama BGN juga masih mendampingi pengelola dapur yang disuspend supaya bisa segera memenuhi seluruh persyaratan dan kembali melayani program MBG.
“Penanganannya bersama BGN supaya segera memenuhi persyaratan,” tegasnya.
Sebelumnya, empat dapur MBG di Trenggalek sempat dihentikan operasionalnya karena persoalan administrasi dan standar operasional. Kini sebagian besar sudah kembali berjalan, meski masih tersisa satu SPPG yang belum diizinkan buka lagi.
Kondisi itu membuat pengawasan dapur MBG di Trenggalek kini makin diperketat, terutama menyangkut kebersihan dapur dan kelayakan fasilitas penyedia makanan.
Kabar Trenggalek - Peristiwa
Editor: Zamz




















