IPAL Jadi Penentu, 13 Dapur MBG Trenggalek Belum Bisa Layani Penerima Manfaat
Sebanyak 13 dapur MBG di Trenggalek masih menjalani penghentian operasional sementara sambil melengkapi standar IPAL yang diwajibkan BGN.
04 Jun 2026 • 10:00 WIB
Sebanyak 13 dapur MBG di Trenggalek masih berhenti. KBRT/Zamz
Ringkasan
- Tiga dapur MBG di Trenggalek kembali beroperasi sejak 2 Juni 2026.
- Saat ini masih ada 13 SPPG yang menjalani penghentian operasional sementara.
- Persyaratan IPAL menjadi faktor utama dalam evaluasi dan pencabutan suspend.
TRENGGALEK - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Trenggalek perlahan kembali bergerak normal. Meski begitu, masih ada belasan dapur penyedia makanan yang belum bisa melayani penerima manfaat karena harus menyelesaikan sejumlah persyaratan teknis dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Data terbaru menunjukkan dari 72 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di Trenggalek, sebanyak 59 dapur telah beroperasi. Sementara 13 dapur lainnya masih berstatus suspend atau penghentian operasional sementara.
Jumlah tersebut sebenarnya sudah berkurang dibanding beberapa waktu lalu. Sebab, tiga dapur MBG yang sebelumnya ikut terkena suspend kini telah kembali mendapat izin operasional.
Advertisement
Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, dr Sunarto, mengatakan sebagian besar dapur yang masih belum aktif sedang berupaya memenuhi syarat yang diminta BGN, terutama terkait Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
“Sekarang masih ada 13, untuk 3 SPPG telah mulai beroperasi,” kata Sunarto saat dikonfirmasi.
Menurutnya, pengelola dapur yang masih terkena suspend sedang melakukan pembenahan fasilitas dan melengkapi dokumen yang dibutuhkan. Bahkan beberapa di antaranya sudah mengajukan permohonan agar dapat kembali melayani program MBG.
“Sekarang masih memenuhi persyaratan yang kurang, terutama IPAL, dan ada yang sudah mengajukan untuk operasional kembali,” ujarnya.
Per 31 Mei 2026, BGN resmi mencabut sanksi suspend terhadap tiga SPPG di bawah naungan Yayasan Garuda Pelita Nusantara. Ketiganya mulai kembali beroperasi pada 2 Juni 2026.
Tiga dapur tersebut adalah SPPG Watulimo Tasikmadu 3, SPPG Suruh 2, dan SPPG Panggul Banjar 2.
Sebelumnya, ketiga dapur itu dihentikan sementara karena sistem pengolahan limbah yang dimiliki belum memenuhi standar yang ditetapkan BGN.
“Suspend karena IPAL,” tegas Sunarto.
Setelah dilakukan perbaikan dan penyesuaian fasilitas, hasil evaluasi menyatakan ketiga SPPG tersebut telah memenuhi persyaratan utama sehingga diizinkan kembali menjalankan layanan MBG.
“Sudah memasang IPAL atau membenarkan IPAL-nya,” imbuhnya.
Meski telah kembali beroperasi, proses pengurusan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) di ketiga dapur tersebut masih berjalan.
“Masih proses mengurus,” katanya.
Sunarto juga menegaskan bahwa pencabutan suspend tidak berkaitan dengan ketersediaan tenaga pengawas gizi. Sebab sejak awal beroperasi, ketiga SPPG tersebut sudah memiliki petugas pengawas gizi sesuai ketentuan.
“Pengawas gizi sudah ada dari awal operasional, jadi bukan masalah di pengawas gizi,” jelasnya.
Dalam surat yang diterbitkan BGN, pencabutan suspend dilakukan setelah proses evaluasi dan verifikasi menunjukkan seluruh standar operasional yang dipersyaratkan telah dipenuhi. Salah satu poin utama yang menjadi perhatian adalah keberadaan IPAL yang sesuai standar.
Dengan beroperasinya kembali tiga dapur tersebut, jumlah SPPG yang masih menjalani suspend kini tersisa 13 dapur.
Berikut daftar SPPG di Trenggalek yang hingga saat ini masih berstatus suspend:
- SPPG Karangsoko 3 Trenggalek
- SPPG Karangsoko 2 Trenggalek
- SPPG Srabah Bendungan
- SPPG Masaran Munjungan
- SPPG Kedunglurah Pogalan
- SPPG Parakan Trenggalek
- SPPG Sumberingin Karangan
- SPPG Tumpuk Tugu
- SPPG Ngantru 2 Trenggalek
- SPPG Jombok 2 Pule
- SPPG Jombok Pule
- SPPG Nglebeng Panggul
- SPPG Sumbergayam Durenan
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Gaji ke-13 ASN Trenggalek Segera Cair, Rp 31 Miliar Siap Mengalir ke Kantong 10 Ribu Penerima
3 Dapur MBG di Trenggalek Kembali Beroperasi Setelah Perbaiki IPAL, 13 Dapur Masih Disetop
Jalur Trenggalek-Ponorogo Belum Aman, Polisi Pasang Peringatan Longsor di KM 16
Tak Cuma Tutup Sementara, Dapur MBG yang Disanksi Juga Kehilangan Insentif 6 Juta/Hari
Tak Masuk Desil 1 dan 2? Anak Miskin di Trenggalek Tetap Punya Peluang Masuk Sekolah Rakyat