Aksi Terima Kasih PMII Trenggalek ke KPU, GMNI: Tak Cerminkan Marwah Gerakan Mahasiswa
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Trenggalek melangsungkan aksi damai di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU). Aksi itu lantaran PMII Trenggalek klaim KPU telah sukses membawa pemilihan umum (pemilu) 2024 secara damai. Namun, aksi tersebut mendapat respon kritis dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Trenggalek. Pasalnya, tolok ukur pemilu 2024 damai belum bisa diklaim p...
M
Muh. Zamzuri
26 Feb 2024 • 18:03 WIB
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Trenggalek melangsungkan aksi damai di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU). Aksi itu lantaran PMII Trenggalek klaim KPU telah sukses membawa pemilihan umum (pemilu) 2024 secara damai.
Namun, aksi tersebut mendapat respon kritis dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Trenggalek. Pasalnya, tolok ukur pemilu 2024 damai belum bisa diklaim pada saat ini.
Ketua DPC GMNI Trenggalek, Mochamad Shodiq Fauzi mengungkapkan, ironis jika mahasiswa yang seharusnya membawa pikiran kritis justru melakukan aksi damai dengan memuji.
"Sangat disayangkan sahabat PMII membebek di depan kantor penyelenggara pemilu, seharusnya ia membawa misi kritis terkait temuannya soal Pemilu 2024," terang Shodiq.
Shodiq memaparkan, di Trenggalek ada beberapa insiden pasca pemilu 2024. Pertama, soal penyelenggara yang mengalami sakit, kemudian adanya Pemungutan Suara Ulang (PSU) di 3 TPS.
"Ada penyelenggara yang sakit itu bagaimana hak-haknya, jika hanya diberikan santunan, regulasi soal teknis penyelenggara pemilu 2024 kemarin perlu dikritisi, karena menghabiskan waktu hingga larut malam dan menyebabkan sakit bahkan korban jiwa," tegasnya.
Lanjutnya, jika pemilu 2024 berjalan damai, seharusnya tidak ada penyelenggara yang tewas. Seharusnya, suara kaum marjinal yang tertindas akibat pemilu 2024 ini juga disampaikan pada aksi.
"Kami menegaskan, aksi damai tersebut tidak mencerminkan marwah gerakan mahasiswa, tapi lebih mencerminkan terkikisnya idealisme mahasiswa," papar Shodiq.
Menurutnya, gerakan mahasiswa adalah agen perubahan, penjaga moral bangsa, dan pembawa obor pencerahan. Shodiq khawatir, bahwa gerakan terima kasih itu akan menggeser peran dan marwah mahasiswa.
"Kami hanya mengingatkan saja sesama mahasiswa, agar jangan terjebak pada gerakan yang tidak membawa perubahan untuk rakyat, yang terlihat justru gerakan berbau orderan," ujarnya.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Pemilu 2024
26 Feb 2024
Pemilu Sarat Masalah, PMII Trenggalek Justru Berterima Kasih kepada KPU
Pemilu 2024
27 Feb 2024
Aksi Puji PMII Trenggalek atas Kinerja KPU Tuai Kritik, Bahkan dari Anggotanya Sendiri
Pemilu 2024
23 Feb 2024
Kronologi TPS Trenggalek Ditolak Coblos Ulang, KPU Ungkap Tak Penuhi Syarat
Pemilu 2024
19 Feb 2024
Tiga Lokasi Trenggalek Coblos Ulang, PKS: Ancaman Hak Politik Pemilih Hilang
Pemilu 2024
19 Feb 2024
Rekomendasi Coblos Ulang di Trenggalek Muncul Lagi, TPS 12 Kelutan
Pemilu 2024
19 Dec 2023