Mitra MBG Trenggalek Geruduk DPRD, Minta Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berlanjut

Sekitar 4.000 peserta aksi dari Paguyuban Mitra MBG Trenggalek mendatangi DPRD untuk mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis.

Mitra MBG Trenggalek Geruduk DPRD, Minta Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berlanjut

Demo mitra Makan Bergizi Gratis Trenggalek. KBRT/Zamz

Ringkasan

  • Sekitar 4.000 peserta aksi Mitra MBG dari 14 kecamatan mendatangi DPRD Trenggalek.
  • Massa meminta Program Makan Bergizi Gratis tetap dilanjutkan oleh pemerintah pusat.
  • DPRD Trenggalek berjanji menampung dan meneruskan seluruh aspirasi ke pemerintah pusat.

TRENGGALEK – Massa yang tergabung dalam Paguyuban Mitra Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Trenggalek menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Trenggalek, Senin (22/06/2026).

Massa yang datang dari 14 kecamatan di Trenggalek itu tiba sekitar pukul 10.00 WIB. Mereka datang menggunakan sejumlah kendaraan, termasuk truk yang membawa sound horeg. Sepanjang aksi, peserta juga membawa berbagai alat peraga berisi tuntutan dan dukungan terhadap keberlanjutan program MBG.

Menariknya, sebagian besar peserta aksi tampak mengenakan masker saat mengikuti kegiatan tersebut.

Advertisement

Ketua Paguyuban Mitra MBG Trenggalek, Imam Waldy, mengatakan aksi tersebut bertujuan menyuarakan dukungan agar Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto tetap dilanjutkan.

"Hari ini kami menuntut program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk dilanjutkan oleh Pemerintah Pusat, dari 14 kecamatan sekitar 4.000 massa," ujar Imam Waldy.

Menurutnya, program MBG telah memberikan manfaat luas bagi masyarakat Trenggalek, terutama dalam membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan ekonomi lokal.

"Alasannya untuk mendukung Presiden Prabowo Subianto mendukung MBG, karena program ini bermanfaat kepada masyarakat," katanya.

Ia mengungkapkan, keberadaan dapur MBG di Trenggalek telah menyerap ribuan tenaga kerja. Selain itu, kebutuhan bahan baku program tersebut juga melibatkan banyak pelaku usaha lokal.

"Untuk serapan tenaga kerja yang ada di dapur Trenggalek ini sudah 7.000 lebih, kalau pasokan bahan baku sudah banyak," jelasnya.

Meski mendukung keberlanjutan program, pihaknya mengaku terbuka terhadap berbagai evaluasi dan perbaikan dalam pelaksanaannya.

"Kalau untuk perbaikan setuju dan kami perbaiki," tambah Imam.

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan tiga tuntutan utama. Pertama, meminta agar Program Makan Bergizi Gratis tetap dilanjutkan di Kabupaten Trenggalek. Kedua, mendesak DPRD Trenggalek membawa aspirasi masyarakat kepada pemerintah pusat agar program tersebut tidak dihentikan. 

Ketiga, meminta perlindungan terhadap hak-hak UMKM, petani, dan peternak lokal yang telah menjadi bagian dari rantai pasok MBG.

Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, yang menerima perwakilan massa aksi mengatakan aspirasi tersebut berasal dari berbagai unsur yang selama ini terlibat dalam pelaksanaan MBG, mulai pelaku UMKM, petani, hingga pekerja dapur MBG.

"Jadi kami aksi dari teman-teman mitra MBG Trenggalek, jadi mitra itu ada pelaku UMKM, Petani, dan teman-teman yang melaksanakan kegiatan di dapur MBG, ada tiga tuntutan yang diajukan, pertama masalah berkelanjutan, mereka berharap berlanjut dan evaluasi untuk lebih baik," kata Doding.

Selain soal keberlanjutan program, Doding menyebut peserta aksi juga menyoroti isu dugaan korupsi yang berkembang di tingkat pusat terkait Badan Gizi Nasional (BGN).

"Kemudian praktek yang sedang terjadi di pusat soal korupsi di Badan Gizi Nasional juga membuat teman-teman resah jadi saya kira dihilangkan praktek korupsi, gara-gara isu itu citranya tidak bagus," ujarnya.

Menurut Doding, para petani juga berharap produk pertanian lokal dapat lebih banyak diserap untuk memenuhi kebutuhan bahan baku program MBG.

"Ketiga para petani berharap produk lokal bisa terserap sebanyak-banyaknya untuk menu di BGN," imbuhnya.

DPRD Trenggalek, lanjut Doding, akan menampung seluruh aspirasi yang disampaikan massa aksi dan meneruskannya kepada pemerintah pusat sebagai bahan evaluasi.

"Karena aspirasi dari masyarakat kami, semua aspirasi kami tampung, teman-teman, evaluasi menyeluruh, nanti kami akan sampaikan ke pemerintah pusat," tegasnya.

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait