Ada Aturan Baru BGN, Program Makan Bergizi Gratis di Trenggalek Berhenti Saat Liburan

Libur sekolah membuat layanan Makan Bergizi Gratis di SPPG Karangsoko Trenggalek berhenti sementara. Sebanyak 2.064 penerima manfaat terdampak.

Ada Aturan Baru BGN, Program Makan Bergizi Gratis di Trenggalek Berhenti Saat Liburan

Dapur MBG Trenggalek tutup saat libur sekolah. KBRT/Zamz

Ringkasan

  • Program Makan Bergizi Gratis di SPPG Karangsoko dihentikan sementara selama libur sekolah.
  • Sebanyak 2.064 penerima manfaat, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, tidak menerima MBG selama periode libur.
  • Kepala dapur, pengawas, dan petugas keamanan tetap bertugas menjaga kebersihan dan keamanan SPPG.

TRENGGALEK – Libur sekolah tahun ini tak hanya membuat ruang kelas kosong. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini rutin menyasar siswa, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di Trenggalek juga akan berhenti sementara mengikuti masa liburan.

Kebijakan itu membuat ribuan penerima manfaat di wilayah layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangsoko tidak lagi menerima distribusi makanan bergizi selama periode libur sekolah.

Pemilik SPPG Karangsoko, Imam Waldy, mengatakan penghentian operasional tersebut mengikuti Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2026 dari Badan Gizi Nasional (BGN) tentang penyesuaian operasional SPPG saat periode hari libur.

Advertisement

"Untuk proses memasak maupun distribusi, kami libur total selama masa libur sekolah," kata Imam Waldy saat dikonfirmasi.

Pria yang akrab disapa Kimpling itu menjelaskan, penghentian layanan berlaku untuk seluruh kelompok penerima manfaat, mulai peserta didik hingga kelompok 3B yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Di bawah pengelolaan Yayasan Lumbung Boga Sakti, SPPG Karangsoko saat ini melayani sekitar 2.064 penerima manfaat setiap hari.

Meski aktivitas memasak dihentikan, tidak seluruh petugas ikut libur. Berdasarkan surat edaran tersebut, kepala SPPG, pengawas gizi, pengawas keuangan, dan petugas keamanan tetap bertugas menjaga kondisi dapur agar tetap bersih, aman, dan siap digunakan kembali setelah masa libur berakhir.

"Mereka masuk untuk memastikan dapur tetap dalam keadaan bersih," ujar Kimpling.

Selain itu, biaya operasional dasar seperti listrik, air, internet, dan insentif petugas keamanan tetap dapat dibayarkan menggunakan dana operasional sesuai kebutuhan riil.

Sementara itu, relawan dapur tidak menerima insentif selama masa penghentian layanan berlangsung.

"Relawan juga libur total dan tidak menerima bayaran selama periode tersebut," tegasnya.

Di sisi lain, informasi penghentian sementara layanan MBG rupanya belum sepenuhnya sampai ke tingkat pelaksana di desa.

Usfatul Khasanah, kader Posyandu Pluto sekaligus Person in Charge (PIC) penyaluran MBG di Desa Karangsoko, mengaku belum menerima penjelasan teknis terkait pelaksanaan program selama libur sekolah.

Menurut dia, hingga saat ini kader di lapangan masih menunggu arahan resmi mengenai mekanisme penghentian maupun kelanjutan distribusi makanan bergizi.

"Untuk liburan ini, kami belum menerima informasi terkait program ini dilanjutkan atau diliburkan," ungkap Usfatul.

Di wilayah Karangsoko sendiri terdapat 33 penerima manfaat kelompok 3B yang aktif menerima bantuan makanan bergizi.

Usfatul mengatakan selama program berjalan, distribusi MBG untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita relatif lancar tanpa kendala berarti. Masa penghentian layanan dalam durasi panjang juga belum pernah terjadi sebelumnya.

"Belum ada libur panjang. Sampai saat ini, libur mungkin hanya pas hari raya kemarin saja. Jadi, setelah itu terus berlanjut untuk pemberian MBG bagi 3B," jelasnya.

Meski demikian, ia menilai program tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat dan berharap kualitas layanan terus ditingkatkan.

"Saya rasa cukup, mungkin lebih ditingkatkan lagi saja untuk semuanya," pungkas Usfatul.

Pantauan di lokasi SPPG Karangsoko menunjukkan aktivitas dapur masih berlangsung normal menjelang masa libur.

Menjelang siang, sejumlah relawan tampak menyelesaikan proses pencucian ompreng atau wadah makanan yang digunakan untuk distribusi MBG. Area dapur terlihat bersih dan tertata.

Sementara di pos penyaluran MBG, petugas juga mulai menyiapkan sistem distribusi yang lebih praktis dengan penggunaan wadah baru agar proses pengambilan makanan oleh penerima manfaat lebih tertib.

Mengacu pada Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2026 yang diterbitkan Kepala Badan Gizi Nasional Nanik Sudaryati Deyang pada 17 Juni 2026, selama periode hari libur tidak ada pelayanan MBG bagi peserta didik maupun non-peserta didik. 

Surat tersebut juga mengatur bahwa fasilitas SPPG tidak boleh digunakan untuk kepentingan lain selama masa libur dan petugas keamanan wajib tetap menjalankan tugas penjagaan.

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait