Kekeringan Trenggalek Meluas, 27 Desa di 10 Kecamatan Terdampak
BPBD Trenggalek mencatat 27 desa di 10 kecamatan terdampak kekeringan. Sebanyak 23 desa telah mendapat distribusi 824 ribu liter air bersih.
26 Aug 2026 • 10:00 WIB
Kekeringan di Trenggalek meluas di 27 desa. KBRT/Zamz
Ringkasan
- Sebanyak 27 desa di 10 kecamatan Trenggalek melaporkan kondisi kekeringan dan permintaan air bersih.
- Kecamatan Panggul menjadi wilayah dengan desa terdampak terbanyak, yakni 11 desa.
- BPBD telah mendistribusikan 824.000 liter air bersih ke 23 desa yang mencakup 176 RT.
TRENGGALEK – Lokasi kekeringan yang melanda wilayah di Kabupaten Trenggalek terus meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek mencatat sebanyak 27 desa di 10 kecamatan telah melaporkan kondisi kekeringan dan permintaan air bersih.
Data tersebut merupakan pembaruan BPBD Trenggalek per 24 Agustus 2026. Dari 27 desa yang terdampak, sebanyak 23 desa telah mendapat distribusi air bersih.
Total air bersih yang telah didistribusikan mencapai 824.000 liter. Penyaluran tersebut mencakup 176 RT yang tersebar di 23 desa.
Advertisement
Kalaksa BPBD Trenggalek sekaligus Pj Sekda Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono atau biasa dipanggil Triadi, mengatakan penanganan kekeringan dilakukan dengan mendistribusikan air bersih ke wilayah yang telah melaporkan kebutuhan.
“Berdasarkan data per 24 Agustus 2026, terdapat 27 desa di 10 kecamatan yang sudah melaporkan kondisi kekeringan dan permintaan air bersih. Dari jumlah tersebut, distribusi air bersih sudah menjangkau 23 desa dengan total 824.000 liter untuk 176 RT,” ujarnya.
Kecamatan Panggul menjadi wilayah dengan jumlah desa terdampak paling banyak. Terdapat 11 desa yang melaporkan kondisi kekeringan dan membutuhkan air bersih.
Desa tersebut meliputi Banjar, Nglebeng, Besuki, Panggul, Karangtengah, Kertosono, Ngrencak, Sawahan, Depok, Ngrambingan, dan Tangkil.
Selanjutnya, kekeringan juga dilaporkan terjadi di tiga desa di Kecamatan Dongko, yakni Pandean, Cakul, dan Pringapus.
Di Kecamatan Tugu terdapat dua desa, yaitu Prambon dan Duren. Kemudian Kecamatan Pogalan meliputi Wonocoyo dan Ngulanwetan.
Kecamatan Gandusari tercatat satu desa terdampak, yakni Wonoanti. Sementara di Kecamatan Kampak terdapat Desa Timahan dan Bogoran.
Kekeringan juga terjadi di Kecamatan Watulimo yang meliputi Desa Slawe dan Watulimo. Kecamatan Trenggalek terdapat satu desa, yakni Karangsoko.
Sedangkan di Kecamatan Bendungan terdapat Desa Srabah dan Depok. Adapun Kecamatan Pule tercatat satu desa terdampak, yakni Sidomulyo.
Sementara itu, dari 27 desa yang melaporkan kekeringan dan permintaan air bersih, data BPBD mencatat 23 desa telah menerima distribusi.
Distribusi air bersih tersebut antara lain menyasar Desa Nglebeng, Ngrencak, Karangtengah, Besuki, Cakul, Pandean, Banjar, Kertosono, Panggul, Timahan, Ngulanwetan, Prambon, Karangsoko, Srabah, Wonoanti, Wonocoyo, Bogoran, Duren, Watulimo, Depok, Sawahan, Pringapus, dan Slawe.
"Distribusi terbanyak tercatat di Desa Ngrencak, Kecamatan Panggul, dengan 25 RT penerima dan total 114.000 liter air. Disusul Desa Nglebeng sebanyak 94.000 liter untuk 19 RT dan Desa Kertosono sebanyak 96.000 liter untuk 17 RT," paparnya.
Berdasarkan data tersebut, penanganan kekeringan masih diperlukan karena terdapat empat desa dari total 27 desa yang masuk laporan kekeringan dan permintaan air bersih tetapi belum tercantum dalam daftar desa yang telah mendapat distribusi hingga pembaruan data 24 Agustus 2026.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Trenggalek Mulai Kekeringan, Dua Desa Minta Air Bersih
Polisi Modifikasi Kendaraan Patroli Jadi Pengangkut Air untuk Warga Kampak
Musim Kemarau, 13 Kebakaran Hutan Terjadi di Trenggalek dan Berdampak 7 Desa
Viral Video Air PDAM Hitam Pekat di Trenggalek, Ini Penjelasan Resmi Perumda Tirta Wening
BPR Jwalita Bakal Punya Nama Baru, Pemerintah Siapkan Branding Jadi “Bank Trenggalek”