Kekeringan Trenggalek Meluas, 25 Desa di 10 Kecamatan Kesulitan Air Bersih
Kekeringan di Trenggalek meluas hingga 25 desa di 10 kecamatan. BPBD menyalurkan 34.000 liter air bersih untuk warga terdampak.
18 Aug 2026 • 18:00 WIB
Kalaksa BPBD yang juga menjabat Pj Sekda melakukan distribusi air bersih. KBRT/Zamz
Ringkasan
- Kekeringan Trenggalek meluas hingga 25 desa di 10 kecamatan.
- BPBD menyalurkan 34.000 liter air bersih untuk warga terdampak.
- Warga mengaku kekeringan telah berlangsung sejak Juli dan air sumur terbatas.
TRENGGALEK - Kekeringan di Kabupaten Trenggalek terus meluas. Hingga Selasa (18/8/2026), sebanyak 25 desa di 10 kecamatan terdampak dan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Untuk memenuhi kebutuhan warga, sebanyak 34.000 liter air bersih didistribusikan ke sejumlah wilayah terdampak. Bantuan tersebut bersumber dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, mengatakan distribusi air bersih pada Selasa dilakukan di dua kecamatan dengan sasaran empat desa.
Advertisement
"Hari ini kita mendistribusikan di dua kecamatan, di empat desa yang terdampak kekeringan. Keseluruhan update data hari ini ada 25 desa di 10 kecamatan yang terdampak kekeringan," ujar Triadi.
Berdasarkan pendataan BPBD, wilayah terdampak meliputi Desa Wonoanti di Kecamatan Gandusari.
Kecamatan Panggul menjadi salah satu wilayah dengan desa terdampak terbanyak, yakni Desa Ngebeng, Besuki, Karangtengah, Kertosono, Panggul, Ngrencak, Banjar, Depok, dan Sawahan.
Kekeringan juga melanda Desa Prambon dan Duren di Kecamatan Tugu; Desa Timahan dan Bogoran di Kecamatan Kampak; serta Desa Wonocoyo dan Nguanwetan di Kecamatan Pogalan.
Wilayah lainnya yakni Desa Slawe dan Watulimo di Kecamatan Watulimo; Desa Pandean, Pringapus, dan Cakul di Kecamatan Dongko; Desa Karangsoko di Kecamatan Trenggalek; Desa Srabah dan Depok di Kecamatan Bendungan; serta Desa Sidomulyo di Kecamatan Pule.
Salah satu lokasi penyaluran air bersih berada di Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek. Bantuan diberikan setelah warga mengajukan permintaan karena kesulitan memperoleh air bersih.
Distribusi menyasar RT 5 Dusun Sukorejo dan RT 7 Dusun Karanggayam. Masing-masing wilayah terdapat 12 kepala keluarga (KK) yang terdampak.
"Atas permintaan dari warga seperti di Karangsoko ini ada dua RT, di RT 5 dan RT 7. Masing-masing sejumlah 12 KK yang terdampak kekeringan pada hari ini," jelas Triadi.
Selain Karangsoko, distribusi dilakukan di tiga desa di Kecamatan Panggul. Total air bersih yang disalurkan mencapai 34.000 liter.
Triadi menegaskan, distribusi air bersih dilakukan setiap hari dengan lokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan warga dan kemampuan armada.
"Setiap hari kita melaksanakan dropping, ada yang desa di wilayah kecamatan pegunungan dan yang di dataran," katanya.
Dalam penyaluran air bersih tersebut, BPBD mendapat dukungan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, PDAM, dan armada BPBD.
Sementara itu, seorang warga Sringatin mengatakan kekeringan telah berlangsung sejak Juli. Kondisi sumur warga membuat air yang tersedia hanya cukup untuk kebutuhan memasak.
"Kalau untuk sumur airnya kecil, hanya cukup untuk masak. Jadi air kiriman ini kami buat mandi dan cuci baju," ujarnya.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement