Viral Video Air PDAM Hitam Pekat di Trenggalek, Ini Penjelasan Resmi Perumda Tirta Wening

Video air hitam dari keran rumah warga viral di Trenggalek. Perumda Tirta Wening menjelaskan kondisi itu dipicu proses flushing jaringan pipa distribusi.

Viral Video Air PDAM Hitam Pekat di Trenggalek, Ini Penjelasan Resmi Perumda Tirta Wening

Penampakan air PDAM Trenggalek hitam saat digunakan warga. KBRT/Zamz

Ringkasan

  • Video air berwarna hitam dari keran rumah warga viral di media sosial.
  • Perumda Tirta Wening menyebut kondisi itu terjadi akibat proses pencucian jaringan pipa distribusi.
  • Pelanggan diminta mengalirkan air hingga jernih dan melapor jika kondisi tidak kunjung normal.

TRENGGALEK – Video berdurasi 1 menit 46 detik yang memperlihatkan air berwarna hitam pekat mengalir dari keran rumah warga beredar luas di media sosial dan grup percakapan warga Trenggalek.

Dalam video tersebut, seorang warga merekam kondisi air yang keluar dari keran rumahnya. Air tampak berwarna hitam gelap hingga memicu pertanyaan dan kekhawatiran masyarakat terkait kualitas layanan air bersih.

Menanggapi video yang viral tersebut, Direktur Perumda Tirta Wening Trenggalek, Khoirul Ansori, memastikan kondisi itu bukan disebabkan pencemaran sumber air.

Advertisement

Menurutnya, air yang berubah warna merupakan dampak sementara dari kegiatan pencucian jaringan pipa distribusi atau flushing yang sedang dilakukan perusahaan daerah.

"Terima kasih atas informasi dan perhatian yang telah disampaikan terkait kondisi air yang terlihat hitam dan keruh," kata Khoirul Ansori.

Ia menjelaskan, Perumda Tirta Wening saat ini sedang melakukan pembersihan jaringan distribusi sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan air minum kepada pelanggan.

"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kondisi tersebut merupakan dampak sementara dari kegiatan pencucian (flushing) jaringan pipa distribusi yang sedang kami lakukan sebagai bagian dari program peningkatan kualitas layanan air minum," jelasnya.

Khoirul menerangkan, proses flushing dilakukan untuk membersihkan endapan yang selama ini menempel di bagian dalam pipa distribusi. Ketika proses berlangsung, material yang terangkat dapat membuat air berubah warna untuk sementara waktu.

"Proses ini bertujuan membersihkan endapan yang selama ini menempel di dalam pipa agar kualitas air yang diterima pelanggan menjadi lebih baik dan lebih stabil ke depannya," ujarnya.

Menurut dia, air yang tampak hitam, kecokelatan, atau keruh bukan berasal dari pencemaran sumber air baku, melainkan akibat endapan yang sedang dibersihkan dari jaringan pipa.

"Pada saat proses pencucian berlangsung, endapan yang terangkat dapat menyebabkan air terlihat keruh, berwarna kehitaman, atau kecokelatan untuk sementara waktu. Namun kondisi ini bukan disebabkan oleh pencemaran sumber air, melainkan akibat material endapan yang sedang dibersihkan dari jaringan distribusi," terang Khoirul.

Perumda Tirta Wening mengimbau pelanggan yang mengalami kondisi serupa agar mengalirkan air selama beberapa saat hingga warna air kembali normal.

Selain itu, pelanggan disarankan menampung air untuk kebutuhan konsumsi setelah kondisi air kembali jernih dan tidak keruh.

"Kami menyarankan pelanggan untuk mengalirkan air beberapa saat hingga kondisi air kembali jernih," katanya.

Apabila warna air tidak kunjung membaik dalam waktu yang cukup lama, pelanggan diminta segera melapor ke layanan pelanggan Perumda Tirta Wening agar dapat ditindaklanjuti petugas.

Perusahaan daerah tersebut juga memastikan pemantauan dan perbaikan jaringan distribusi terus dilakukan secara bertahap untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Perumda Tirta Wening terus melakukan pemantauan dan perbaikan jaringan secara bertahap guna meningkatkan kuantitas, kualitas, kontinuitas, dan keandalan pelayanan air minum kepada seluruh pelanggan," tegasnya. 

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait