Dua Bulan Menjabat, Direktur Perumda Tirta Wening Petakan Titik Lemah Layanan Air di Trenggalek
Direktur Perumda Tirta Wening Trenggalek memaparkan progres 100 hari kerja. Fokus pembenahan meliputi kebocoran pipa, tekanan air pelanggan, dan pemerataan distribusi
02 Jun 2026 • 08:00 WIB
Khoirul Ansori Direktur Perumda Tirta Wening. KBRT/Zamz
Ringkasan
- Perumda Tirta Wening memasuki tahap kedua program 100 hari kerja Direktur baru.
- Fokus pembenahan meliputi kebocoran pipa, reservoir Bukit Jaas, dan pemerataan tekanan air.
- Revisi jaringan pipa Gandusari-Kampak serta peremajaan meter pelanggan mulai dipersiapkan.
TRENGGALEK – Memasuki bulan kedua sejak dilantik pada 1 April 2026, Direktur Perumda Tirta Wening Trenggalek Khoirul Ansori mengaku masih fokus memetakan berbagai persoalan layanan air bersih yang selama ini dikeluhkan pelanggan.
Alih-alih langsung menjanjikan program baru, manajemen Perumda Tirta Wening memilih memulai masa kerja 100 hari dengan mengidentifikasi titik-titik masalah yang dianggap memengaruhi kualitas pelayanan air bersih di Trenggalek.
Khoirul mengatakan program 100 hari kerja yang menjadi bagian dari kontraknya dengan Bupati Trenggalek dibagi dalam tiga tahapan, yakni pemetaan masalah, implementasi solusi, serta evaluasi hasil pelaksanaan.
Advertisement
"100 hari kerja ini kami bagi tiga, pertama pemetaan masalah, kedua implementasi, ketiga realisasi hasil pemetaan masalah dan evaluasi dari kegiatan yang kami laksanakan," ujar Khoirul saat diwawancarai.
Menurutnya, selama 30 hari pertama setelah menjabat, pihaknya melakukan inventarisasi persoalan internal maupun teknis layanan yang selama ini terjadi di lapangan.
Hasil pemetaan tersebut kemudian menjadi dasar pelaksanaan sejumlah pembenahan yang saat ini mulai berjalan.
Salah satu fokus yang dikerjakan adalah penanganan kebocoran pada jaringan pipa transmisi dan distribusi yang selama ini menjadi penyebab kehilangan air.
Selain itu, Perumda Tirta Wening juga melakukan pembenahan jembatan pipa di kawasan Watulimo-Prigi yang menjadi bagian dari jaringan distribusi air bersih.
Tak hanya itu, manajemen juga mulai mengoptimalkan fasilitas ground reservoir di Bukit Jaas yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
Khoirul menilai pemanfaatan reservoir tersebut dapat membantu meningkatkan stabilitas pasokan air bagi pelanggan yang selama ini mengandalkan distribusi melalui jalur bypass.
"Ground di Bukit Jaas memiliki kapasitas yang cukup besar, sehingga kami ingin mengoptimalkan pemanfaatannya agar pelayanan kepada masyarakat bisa lebih baik," katanya.
Persoalan lain yang kini sedang dipetakan adalah ketimpangan tekanan air di sejumlah wilayah pelayanan.
Menurut Khoirul, ditemukan kondisi di mana sebagian pelanggan mendapatkan tekanan air cukup tinggi, sementara pelanggan lain yang berada tidak jauh dari lokasi tersebut justru menerima aliran dengan tekanan rendah.
Untuk mengatasi persoalan itu, Perumda Tirta Wening berencana memasang air valve dan stalpot sebagai perangkat pengatur sekaligus pengaman tekanan air dalam jaringan distribusi.
Selain jaringan distribusi, perusahaan juga mulai melakukan program meterisasi atau peremajaan meter air pelanggan.
Langkah tersebut dilakukan karena sebagian meter pelanggan dinilai sudah melewati usia teknis sehingga berpotensi memengaruhi akurasi pencatatan pemakaian air.
Peremajaan meter juga dikaitkan dengan upaya menekan angka kehilangan air yang selama ini menjadi salah satu tantangan perusahaan daerah penyedia air bersih tersebut.
Di sisi lain, Perumda Tirta Wening juga sedang menyiapkan revisi jaringan pipa di wilayah Gandusari dan Kampak.
Jaringan yang saat ini menggunakan pipa berdiameter 1,5 inci direncanakan ditingkatkan menjadi 3 inci untuk memperbesar kapasitas distribusi.
Manajemen berharap perubahan tersebut dapat meningkatkan tekanan dan pemerataan aliran air ke pelanggan, terutama di wilayah yang selama ini kerap mengalami gangguan pasokan.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Generasi Muda Unjuk Gigi, Turnamen Free Fire Trenggalek Lahirkan Bintang Baru
Kalah Besar dari Sapi Impor, Sapi Galekan Justru Punya Keunggulan yang Sulit Ditandingi
4 Kecamatan Trenggalek yang Tidak Memiliki SPBU
Trenggalek Siapkan Spot Nobar Piala Dunia, Dispora Sulap Halaman Kantor Jadi Ruang Kumpul Suporter
MNA Gen Z Futsal Jadi Rumah Baru Talenta Muda Trenggalek, Siap Unjuk Gigi di Turnamen Nasional