Pendapatan Perumda Tirta Wening Nyaris Penuhi Target Semester I, AMDK Tirta Pure Masih Digenjot

Pendapatan Perumda Tirta Wening Trenggalek Capai 96 Persen, AMDK Tirta Pure Didorong Naik, Semester II bakal terus genjot pendapatan lebih

Pendapatan Perumda Tirta Wening Nyaris Penuhi Target Semester I, AMDK Tirta Pure Masih Digenjot

Khoirul Ansori Direktur Perumda Tirta Wening paparkan soal pendapatan. KBRT/Zamz

Ringkasan

  • Pendapatan Perumda Tirta Wening mencapai sekitar 96 persen target semester I.
  • Pendapatan AMDK Tirta Pure baru sekitar 80 persen target semester I.
  • Tahun 2026 Perumda menargetkan menyetor PAD Rp200 juta kepada Pemkab Trenggalek.

TRENGGALEK Perumda Tirta Wening Trenggalek mencatat kinerja positif pada semester pertama 2026. Pendapatan perusahaan air minum milik daerah itu hampir memenuhi target yang ditetapkan, sementara unit usaha Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Tirta Pure terus didorong agar mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan perusahaan maupun Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Direktur Perumda Tirta Wening Trenggalek, Khoirul Ansori, mengatakan realisasi pendapatan perusahaan hingga akhir semester pertama telah mencapai sekitar 96 persen dari target semester I.

"Untuk pendapatan secara umum memenuhi target yang ditetapkan. Pendapatan kami mencapai sekitar 96 persen dari target semester pertama," ujarnya.

Advertisement

Sementara itu, unit usaha AMDK Tirta Pure mencatat capaian sekitar 80 persen dari target semester pertama.

Menurut Khoirul, capaian tersebut masih akan terus dikejar pada paruh kedua tahun ini. Sebab, permintaan pasar terhadap produk Tirta Pure dinilai masih cukup besar.

"AMDK semester pertama sekitar 80 persen. Kami optimistis semester kedua bisa lebih maksimal," katanya.

Perumda Tirta Wening menargetkan pendapatan sekitar Rp12 miliar dari layanan air bersih sepanjang 2026. Sedangkan unit usaha AMDK Tirta Pure dibebani target sekitar Rp500 juta.

Hingga pertengahan tahun, realisasi pendapatan layanan air bersih telah mencapai sekitar Rp6,4 miliar, sedangkan AMDK membukukan pendapatan sekitar Rp234 juta.

Khoirul optimistis target tersebut dapat tercapai. Menurutnya, semester pertama lebih banyak dimanfaatkan untuk penguatan organisasi dan pembinaan internal sebelum memasuki fase peningkatan produktivitas.

"Kami optimistis target bisa tercapai karena semester awal lebih banyak digunakan untuk penguatan dan pembinaan," jelasnya.

Selain mengejar target pendapatan, Perumda Tirta Wening juga tetap memenuhi kewajibannya kepada pemerintah daerah. Tahun ini perusahaan menargetkan setoran dividen kepada Pemkab Trenggalek sebesar Rp200 juta sebagai kontribusi terhadap PAD.

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait