Puluhan Kasus HIV Ditemukan di Trenggalek, Kelompok Usia Produktif Paling Mendominasi
Dinkes Trenggalek mencatat 47 kasus HIV selama semester I 2026. Sebagian besar penderita berasal dari usia produktif dan masih terdeteksi pada stadium awal.
24 Jul 2026 • 12:00 WIB
Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Trenggalek. KBRT/Zamz
Ringkasan
- 32 dari 47 kasus HIV di Trenggalek ditemukan pada kelompok usia 25-49 tahun.
- Mayoritas penderita masih berada di stadium awal, sehingga virus masih dapat dikendalikan melalui terapi.
- Kelompok risiko terbanyak berasal dari pelanggan pekerja seks, disusul pasien TBC dan LSL.
TRENGGALEK – Kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang ditemukan di Kabupaten Trenggalek selama semester pertama 2026 paling banyak berasal dari kelompok usia produktif. Dari 47 kasus yang tercatat, sebanyak 32 di antaranya dialami warga berusia 25 hingga 49 tahun.
Meski demikian, kabar baiknya sebagian besar penderita diketahui masih berada pada stadium awal. Kondisi tersebut membuat peluang pengendalian virus melalui terapi jauh lebih baik dibanding jika baru diketahui saat sudah memasuki stadium lanjut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Trenggalek, drg. Andiek Muarifin, mengatakan hingga pertengahan 2026 tercatat terdapat 47 orang yang hidup dengan HIV di Trenggalek.
Advertisement
"Untuk penderita HIV stadium 1 ada 26 orang, stadium 2 sebanyak 8 orang, stadium 3 ada 12 orang, dan stadium 4 ada 1 orang. Totalnya 47 penderita," ujarnya.
Andiek menjelaskan stadium pertama merupakan fase infeksi tanpa gejala. Pada stadium kedua biasanya mulai muncul keluhan ringan, sedangkan stadium ketiga ditandai gangguan kesehatan seperti diare berkepanjangan maupun sariawan.
Adapun stadium keempat merupakan fase paling berat karena sistem kekebalan tubuh sudah mengalami penurunan signifikan sehingga penderita lebih mudah terserang berbagai penyakit.
Berdasarkan kelompok umur, usia produktif menjadi kelompok dengan jumlah kasus terbanyak.
Rinciannya, satu penderita berusia 15 hingga 19 tahun, tiga orang berusia 20 sampai 24 tahun, sebanyak 32 orang berusia 25 sampai 49 tahun, sedangkan 11 lainnya berusia di atas 49 tahun.
"Yang paling banyak memang usia 25 sampai 49 tahun. Ini merupakan usia produktif," jelasnya.
Selain berdasarkan usia, Dinkes juga mencatat penderita laki-laki masih lebih banyak dibanding perempuan.
Dari total 47 kasus, sebanyak 26 penderita merupakan laki-laki, sedangkan 21 lainnya perempuan.
Menurut Andiek, hasil penelusuran menunjukkan penemuan kasus HIV paling banyak berasal dari kelompok pelanggan pekerja seks. Selain itu, kasus juga ditemukan pada pasien tuberkulosis (TBC) serta laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki (LSL).
"Saat ini di Kabupaten Trenggalek penemuan HIV paling banyak pada populasi pelanggan pekerja seks. Kemudian ada juga dari penderita TBC dan beberapa dari pasangan LSL," katanya.
Ia menambahkan tingginya mobilitas masyarakat turut memengaruhi munculnya kasus HIV. Tidak sedikit penderita yang berdomisili di Trenggalek, tetapi memiliki aktivitas di luar daerah.
"Biasanya orang yang mobilitasnya tinggi, meskipun domisilinya Trenggalek tetapi sering bepergian ke luar daerah," ujarnya.
Andiek menegaskan HIV hingga kini memang belum dapat disembuhkan. Namun, perkembangan virus dapat ditekan melalui terapi antiretroviral secara rutin sehingga jumlah virus di dalam tubuh bisa sangat rendah.
"Penyakit HIV memang tidak bisa disembuhkan, tetapi virusnya bisa dikendalikan. Jumlah virus dapat ditekan apabila pasien rutin menjalani terapi dan daya tahan tubuhnya tetap baik," terangnya.
Ia juga mengingatkan HIV dapat menular melalui hubungan seksual berisiko, penggunaan jarum suntik secara bergantian, penularan dari ibu kepada bayi, maupun transfusi darah yang telah terkontaminasi virus.
Sementara itu, Andiek meluruskan anggapan yang masih sering keliru di masyarakat mengenai HIV dan AIDS. Menurutnya, HIV merupakan virus penyebab penyakit, sedangkan AIDS adalah kumpulan gejala yang muncul akibat sistem kekebalan tubuh menurun karena infeksi HIV yang tidak tertangani.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
TAGS
Advertisement
Artikel Terkait
Kasus DBD di Trenggalek Turun, Dinkes Ingatkan Warga Jangan Terlena Siklus Tiga Tahunan
Masuki Tahap Uji Coba, Dinkes PPKB Pastikan Kualitas Program Makan Siang Gratis
Dinkesdalduk KB Trenggalek Imbau Waspadai Penyakit di Peralihan Musim, Ini Anjurannya