Bupati Nur Arifin Apresiasi Mahasiswi Trenggalek yang Lolos Lomba Esai Internasional di Thailand

Warga Sumbergedong, Virginia Viradita Salsabil, lolos lomba esai internasional di Thailand bersama tiga rekannya dengan inovasi Smart Visual Bell System untuk anak tuna rungu.

Bupati Nur Arifin Apresiasi Mahasiswi Trenggalek yang Lolos Lomba Esai Internasional di Thailand

Bupati Trenggalek bertemu Mahasiswi yang lolos lomba esai internasional. KBRT/Zamz

Ringkasan

  • Virginia Viradita Salsabil, warga Kelurahan Sumbergedong, bersama tiga rekan lolos sebagai peserta lomba esai internasional 10th Faperta Fair di Chiang Mai, Thailand.
  • Esai mereka mengangkat Smart Visual Bell System (SVBS), alat bantu berbasis visual untuk anak dengan gangguan pendengaran.
  • Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menyarankan inovasi itu turut diikutkan dalam Festival Gagasan Kabupaten Trenggalek jika prototipenya terbukti berhasil.

TRENGGALEK – Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menerima Virginia Viradita Salsabil, warga Kelurahan Sumbergedong, di Pendopo Trenggalek, Kamis (23/07/2026). Pertemuan itu digelar untuk mengapresiasi keberhasilan perempuan yang akrab disapa Salsa tersebut bersama tiga rekannya yang lolos sebagai peserta lomba esai tingkat internasional di Thailand.

Salsa saat ini menempuh pendidikan S2 di Universitas Negeri Yogyakarta sembari menyusun tesis di Trenggalek. Esai yang ia bawa ke ajang internasional membahas Smart Visual Bell System (SVBS), alat bantu bagi masyarakat dengan gangguan pendengaran—sejalan dengan cita-cita Bupati Nur Arifin mewujudkan pendidikan inklusif di Trenggalek.

Ide SVBS lahir dari persoalan keterbatasan akses informasi berbasis audio bagi anak tuna rungu di sekolah, khususnya saat pergantian jam pelajaran atau instruksi berbasis suara. Dari situ, Salsa dan tim mencoba merancang inovasi yang diharapkan mendorong kemandirian anak-anak tuna rungu.

Advertisement

Bermodalkan inovasi itu, dalam waktu dekat Salsa dan tiga rekannya akan mengikuti International Essay Competition 10th Faperta Fair (Futuristics and Prestige Research, Technology and Art) di Chiang Mai, Thailand.

Bupati Nur Arifin mengungkapkan kebanggaannya saat beraudiensi dengan Salsa. "Saya senang Mbak Salsa punya kesempatan untuk mengaktualisasikan ilmunya sampai ke tingkat international. Beliau juga tengah menyusun Tesis yang salah satu obyek penelitian di Trenggale," katanya.

"Kita sama-sama ingin pendidikan itu inklusi," imbuhnya, "akan tetapi butuh waktu, butuh sumberdaya manusia juga. Harapannya riset-riset seperti ini, yang tertuang baik berupa Tesis ataau data-data pendukung dalam esai nya beliau, pengalaman-pengalaman beliau, pasti nanti bermanfaat untuk menjadi masukan buat kita bagaimana nanti mempercepat terciptanya pendidikan inklusi di Kabupaten Trenggalek."

Sementara itu, Salsa mengatakan pertemuannya dengan Bupati adalah bagian dari persiapan menuju lomba di Thailand. "Hari ini kita bertemu Pak Bupati dalam rangka lomba di Thailand. Ikut lomba esai, salah satunya saya sebagai warga masyarakat Trenggalek. Saat ini saya sebagai mahasiswa S2 di Universitas Negeri Jogjakarta," ucapnya.

Tim yang beranggotakan empat orang ini berasal dari Fakultas Pendidikan, meski dari daerah asal yang berbeda. "Satu teman, sama satu jurusan dengan saya. Sedangkan yang 2 lainnya dari PAUD, namun 3 orang ini dari kota lain. 1 dari Lampung, 1 dari Pacitan dan 1 dari NTT. Esai kami tentang alat bantu teman-teman hambatan pendengaran dan ini nanti akan kami lombakan. Harapannya kami bisa membantu mengembangkan, karena masih prototype. Dan apabila sudah dikembangkan bisa dibantu coba baik di daerah teman-teman saya maupun di Trenggalek," tandasnya.

Melihat ide dan gagasan Salsa dan timnya, Bupati Trenggalek menyarankan agar inovasi tersebut turut dibawa ke Festival Gagasan Kabupaten Trenggalek jika prototipenya terbukti berhasil. Festival ini memang secara khusus mewadahi gagasan-gagasan dari warga masyarakat, dengan hadiah yang bisa dipakai membiayai perwujudan ide pemenang.

"Setiap tahun kita sebenarnya ada festival gagasan. Kalau esainya terbukti, saya saranin Mbak Salsa bersama teman-teman bisa ikut festival gagasan. Untuk gagasaan terbaik bisa dibiayai, kaya kemarin ada orang bikin Early Warning System, nyatanya kita biayai dan jadi. Sekarang dipasang di beberapa desa yang beresiko bencana," imbuh Mas Ipin.

Ia menambahkan, tidak menutup kemungkinan jika prototipe itu nanti benar-benar terbukti dan bisa diaplikasikan. "Silahkan saja di submit di festival gagasan," tutupnya.

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait