Malam Tirakatan HUT ke-81 RI di Panggul Tampilkan Tari Nitisari Hangabekti

Malam tirakatan HUT ke-81 RI di Panggul tampil berbeda dengan karawitan dan Tari Beksan Agung Nitisari Hangabekti.

Malam Tirakatan HUT ke-81 RI di Panggul Tampilkan Tari Nitisari Hangabekti

Tari beksan nitisari hangabekti tampil di Kecamatan Panggul. KBRT/Dok Kecamatan Panggul

Ringkasan

● Malam tirakatan HUT ke-81 RI di Panggul digelar dengan konsep berbeda dari tahun sebelumnya.

● Tari Beksan Agung Nitisari Hangabekti tampil perdana dan mengangkat sejarah Raden Ayu Bendoro Nitisari.

● Panggul berharap tari tersebut menjadi ikon seni dan memperkuat wisata budaya “Panggul Little Jogja”.

TRENGGALEK - Malam tirakatan menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia di Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, digelar berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Kegiatan tersebut tidak hanya diisi istighosah, tahlil, dan doa bersama, tetapi juga menampilkan karawitan serta Tari Beksan Agung Nitisari Hangabekti.

Plt. Camat Panggul Bambang Supriyadi mengatakan, para tamu undangan dalam kegiatan tersebut disambut dengan penampilan karawitan dari siswa-siswi SDN 1 Tangkil, SDN 1 Barang, dan MAN 2 Trenggalek.

“Malam tirakatan menyambut HUT ke-81 RI tahun 2026 di Kecamatan Panggul diselenggarakan berbeda dengan tahun sebelumnya. Para tamu undangan disambut dengan karawitan siswa siswi dari SDN 1 Tangkil, SDN 1 Barang, dan MAN 2 Trenggalek,” kata Bambang.

Advertisement

Setelah seluruh tamu undangan hadir, acara inti berupa istighosah, tahlil, dan doa bersama dimulai.

Setelah acara inti selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penampilan Tari Beksan Agung Nitisari Hangabekti dan karawitan dari Desa Kertosono. Pertunjukan karawitan tersebut selesai sekitar pukul 23.45 WIB.

Bambang menjelaskan, malam tirakatan menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Di Kecamatan Panggul, momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk mengingat kembali sejarah dan para pendahulu Panggul.

“Malam tirakatan adalah momen mengenang perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Di Kecamatan Panggul, momen ini juga digunakan untuk mengingat kembali sejarah dan para pendahulu Panggul,” ujarnya.

Salah satu tokoh yang dikenal dalam sejarah Panggul adalah Raden Ayu Bendoro Nitisari, putri Eyang Panji Nawangkung.

“Raden Ayu Bendoro Nitisari menjadi garwo ampil ke-22 Pangeran Mangkubumi Bumi yang kemudian naik tahta dengan gelar Sultan Hamengkubuwono I,” kata Bambang.

Perjuangan dan keteladanan Nitisari sebagai seorang perempuan Panggul kemudian dikreasikan menjadi sebuah karya tari bernama Beksan Agung Nitisari Hangabekti.

Bambang mengatakan, penampilan tari tersebut dalam momentum malam tirakatan juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan karya seni tersebut kepada seniman dan masyarakat Panggul.

“Perjuangan dan keteladanan Nitisari sebagai seorang wanita Panggul dikreasikan menjadi sebuah tari dengan nama Beksan Agung Nitisari Hangabekti. Penampilan tari tersebut pada momen malam tirakatan juga untuk mempromosikan tari tersebut kepada seniman dan masyarakat Panggul dengan harapan tari tersebut bisa menjadi kebanggaan dan ikon seni khas Kecamatan Panggul,” ujarnya.

Menurut Bambang, Beksan Agung Nitisari Hangabekti mengangkat nilai-nilai keikhlasan dan kepatuhan seorang perempuan kepada orang tua, suami, dan Allah SWT sebagai Sang Pencipta.

“Beksan Agung Nitisari Hangabekti mengangkat nilai-nilai keikhlasan dan kepatuhan seorang wanita kepada orang tua, suami dan Allah SWT, sang Pencipta,” katanya.

Dalam penampilan perdananya di Kecamatan Panggul, Tari Beksan Agung Nitisari Hangabekti dibawakan oleh tujuh penari. Para penari diapit masing-masing dua orang pengapit di sisi kanan dan kiri panggung.

“Penari Beksan Agung Nitisari Hangabekti berjumlah 7 dengan diapit oleh masing-masing 2 orang pengapit di sisi kanan dan kiri panggung,” ujar Bambang.

Ia menambahkan, penampilan Tari Beksan Agung Nitisari Hangabekti dalam malam tirakatan tersebut merupakan penampilan perdana di Kecamatan Panggul.

“Penampilan tari Beksan Agung Nitisari Hangabekti masih perdana di Kecamatan Panggul,” katanya.

Bambang berharap tari tersebut dapat terus berkembang di Panggul dan menjadi kebanggaan sekaligus identitas seni masyarakat setempat.

“Harapannya tari ini bisa berkembang di Panggul, menjadi kebanggaan dan identitas/ikon seni masyarakat Panggul,” ujarnya.

Penguatan seni budaya tersebut, kata Bambang, diharapkan turut memperkuat keunikan dan kekhasan daya tarik wisata budaya Panggul.

“Dengan penguatan internalisasi dan aktualisasi seni semacam itu, diharapkan bisa memperkuat keunikan dan kekhasan daya tarik wisata budaya Panggul,” katanya.

Panggul sendiri memiliki branding “Panggul Little Jogja”. Bambang berharap branding tersebut dapat berkembang sejalan dengan penguatan potensi alam dan budaya di wilayah tersebut.

“Panggul yang memiliki branding ‘Panggul Little Jogja’ diharapkan benar-benar tumbuh menjadi kota yang menarik dan berkelanjutan baik alam maupun budayanya serta menjadi salah satu daerah tujuan wisata utama di Pesisir Selatan Jawa,” kata dia.

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait