Laba Bank Jwalita Lampaui Target, Kredit UMKM Jadi Mesin Penggerak Kinerja Semester I 2026
Bank Jwalita Trenggalek mencetak laba Rp1,585 miliar pada semester I 2026, melampaui target. Lonjakan penyaluran kredit UMKM menjadi faktor utama di balik capaian tersebut.
31 Jul 2026 • 14:00 WIB
BPR Jwalita Trenggalek lampaui target semester I. KBRT/Zamz
Ringkasan
- Bank Jwalita Trenggalek mencatat laba Rp1,585 miliar pada semester I 2026, melampaui target enam bulanan sebesar Rp1,3 miliar.
- Peningkatan penyaluran kredit kepada UMKM menjadi faktor utama yang mendongkrak pendapatan, terutama saat momentum Ramadan, Lebaran, dan tahun ajaran baru.
- Bank Jwalita memperluas pembiayaan bagi pelaku usaha baru melalui kerja sama dengan lembaga pelatihan kerja untuk mencetak lebih banyak UMKM di Trenggalek.
TRENGGALEK – Di tengah tantangan ekonomi yang masih dihadapi pelaku usaha kecil, Perseroda Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Jwalita Trenggalek justru mencatat kinerja yang melampaui ekspektasi. Hingga semester pertama 2026, bank milik Pemerintah Kabupaten Trenggalek itu berhasil membukukan laba sekitar Rp1,585 miliar, lebih tinggi dari target yang dipasang pada enam bulan pertama tahun ini.
Capaian tersebut menjadi sinyal bahwa aktivitas pembiayaan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus tumbuh. Kredit yang disalurkan kepada masyarakat masih menjadi penyumbang terbesar pendapatan Bank Jwalita.
Direktur Utama PT BPR Jwalita Trenggalek, Dwi Fraidianria, mengatakan target laba semester pertama sebenarnya berada di kisaran Rp1,3 miliar. Namun realisasi hingga akhir Juni mampu melampaui angka tersebut.
Advertisement
"Alhamdulillah di semester I tahun 2026 ini BPR bisa mencapai laba kurang lebih sekitar Rp1,585 miliar. Dari target kami semester I sekitar Rp1,3 miliar, alhamdulillah hasilnya melebihi target," ujar Dwi, Kamis (30/7/2026).
Menurutnya, peningkatan laba tidak lepas dari naiknya penyaluran kredit kepada masyarakat, terutama pelaku UMKM. Momentum Ramadan, Idulfitri, hingga kebutuhan memasuki tahun ajaran baru menjadi periode ketika permintaan modal usaha meningkat.
"Penopang pendapatan BPR Jwalita itu dari kredit. Otomatis ekspansi kredit di semester I memang lebih besar karena ada banyak faktor. Kebetulan saat itu ada puasa, hari raya, hingga kebutuhan anak-anak masuk sekolah," katanya.
Melihat tren tersebut, manajemen optimistis target laba sepanjang 2026 juga bisa dilampaui. Tahun ini Bank Jwalita membidik laba sekitar Rp2,8 miliar, lebih tinggi dibanding realisasi tahun 2025 yang mencapai sekitar Rp2,7 miliar.
Dengan perolehan laba yang sudah mendekati Rp1,6 miliar pada pertengahan tahun, Dwi menilai peluang menembus angka Rp3 miliar hingga akhir tahun cukup terbuka.
"Target tahun 2026 kurang lebih sekitar Rp2,8 miliar. Kami berharap bisa lebih dari itu. Semester I saja sudah hampir Rp1,6 miliar, mudah-mudahan akhir tahun bisa mendekati Rp3 miliar," ujarnya.
Tak hanya mengandalkan nasabah lama, Bank Jwalita juga memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha baru. Strategi itu dilakukan agar semakin banyak masyarakat yang memiliki kesempatan membangun usaha dengan dukungan modal dari perbankan daerah.
Salah satu langkah yang ditempuh ialah menggandeng lembaga pelatihan kerja (LKP) yang mencetak calon wirausaha. Dari sana, Bank Jwalita membuka akses pembiayaan sejak pelaku usaha masih merintis bisnisnya.
"Kalau nominal kredit dan nasabah baru saya kira imbang. Ada nasabah potensial yang memang sudah sering kami biayai, tetapi juga ada nasabah baru karena kami bekerja sama dengan lembaga pelatihan kerja yang mencetak UMKM baru," ungkap Dwi.
Menurutnya, perhatian terhadap pelaku usaha pemula sama pentingnya dengan mendukung UMKM yang telah berkembang. Sebab, usaha-usaha kecil hari ini berpotensi menjadi penggerak ekonomi daerah pada masa mendatang.
"Embrio dari UMKM yang besar itu berasal dari calon-calon UMKM yang juga membutuhkan perhatian, terutama permodalan. Mereka sudah punya keterampilan, tetapi belum memiliki modal. BPR hadir untuk itu," ujarnya.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
TAGS
Advertisement
Artikel Terkait
Agustus Tahun Lalu Jadi Lokasi Steril, Alun-alun Trenggalek Berpotensi Dibuka Lagi untuk Event
Tak Hanya Toko dan UMKM, Youtuber hingga Online Shop di Trenggalek Juga Masuk Sensus Ekonomi 2026
Bupati Trenggalek Blak-blakan Pilih Hartoko Jadi Komisaris BPR Jwalita, Kini Tinggal Tunggu Restu OJK
Berawal dari Jualan Online, Pelaku UMKM Muda Trenggalek Dilatih Disperinaker Jadi Commis Chef
Kinerja Moncer, BPR Jwalita Trenggalek Sumbang PAD Terbanyak di Antara Seluruh BUMD