Tirta Pure Laris, Perumda Tirta Wening Siapkan Mesin Baru dan Kemasan Baru untuk Dongkrak Produksi

Tirta Pure Trenggalek Siapkan Mesin Baru, Produksi Ditargetkan Naik Dua Kali Lipat

Tirta Pure Laris, Perumda Tirta Wening Siapkan Mesin Baru dan Kemasan Baru untuk Dongkrak Produksi

Air Minum Dalam Kemasan di Trenggalek terus digenjot prudksinya. KBRT/Zamz

Ringkasan

  • Produksi Tirta Pure ditargetkan naik dua kali lipat melalui modifikasi mesin.
  • Kemasan AMDK akan beralih dari kardus ke wrapping plastik.
  • Perumda juga melakukan efisiensi listrik dan memperluas jaringan pelayanan air bersih.

TRENGGALEK – Tingginya permintaan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Tirta Pure membuat Perumda Tirta Wening Trenggalek mulai menyiapkan strategi ekspansi produksi. Bukan hanya menambah kapasitas mesin, perusahaan juga bakal mengganti model kemasan agar distribusi lebih cepat sekaligus menekan biaya produksi.

Direktur Perumda Tirta Wening Trenggalek, Khoirul Ansori, mengatakan kapasitas produksi menjadi fokus utama pengembangan unit usaha AMDK tahun ini.

Selama ini, kemampuan mesin masih terbatas sehingga belum mampu memenuhi seluruh permintaan pasar.

Advertisement

"Kami berupaya meningkatkan kapasitas produksi dengan memodifikasi mesin yang ada supaya produksinya lebih banyak daripada sebelumnya," katanya.

Menurut Khoirul, mesin yang saat ini digunakan hanya mampu menghasilkan satu karton air minum setiap tiga menit.

Ke depan, kapasitas tersebut ditargetkan meningkat menjadi dua karton dalam waktu yang sama.

"Kalau sebelumnya tiga menit hanya satu karton, nanti kami targetkan dalam tiga menit bisa menjadi dua karton," ujarnya.

Tak hanya meningkatkan kapasitas mesin, Perumda Tirta Wening juga menyiapkan perubahan desain kemasan. Jika sebelumnya produk menggunakan kardus, ke depan sebagian distribusi akan memakai wrapping plastik.

Menurut Khoirul, perubahan tersebut bukan sekadar memperbarui tampilan produk.

Selain membuat kemasan lebih menarik, penggunaan wrapping juga dinilai mampu mempercepat proses produksi sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan.

"Kemasan nanti kami ubah menggunakan wrapping. Selain lebih menarik, produksi juga bisa lebih cepat sehingga pendapatan meningkat," katanya.

Di sisi lain, perusahaan juga terus memperkuat layanan air bersih kepada pelanggan. Salah satunya dengan meningkatkan debit produksi agar distribusi air bisa berlangsung selama 24 jam.

Untuk menekan biaya operasional, Perumda Tirta Wening juga melakukan efisiensi penggunaan listrik. Saat ini empat pompa sumur dalam telah dihentikan operasinya karena pasokan air dari sumber gravitasi dinilai mampu mencukupi kebutuhan pelanggan.

Perusahaan bahkan mulai mengkaji pemanfaatan panel surya sebagai alternatif penghematan energi pada sistem produksi air minum.

Selain itu, pengembangan jaringan distribusi juga masih berlangsung. Di antaranya penggantian pipa dari diameter satu inci menjadi tiga inci di wilayah Gandusari dan Kampak, serta pemasangan jaringan delapan inci menuju Ground Jaas.

Khoirul memastikan musim kemarau hingga saat ini belum memengaruhi produksi air bersih. Sumber air Mbayong di Kecamatan Bendungan masih mampu memenuhi kebutuhan pelanggan.

Saat ini Perumda Tirta Wening mengoperasikan 25 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), terdiri atas sembilan SPAM berbasis sumur dalam dan sisanya memanfaatkan mata air. Layanan tersebut menjangkau lebih dari 18 ribu pelanggan di 13 kecamatan di Kabupaten Trenggalek.

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait