Tak Hanya Mata Air, Sumur Bor Jadi Penopang Ribuan Pelanggan PDAM Trenggalek

PDAM Trenggalek mengombinasikan mata air pegunungan dan sumur bor untuk menjaga pasokan air bersih tetap stabil selama musim kemarau.

Tak Hanya Mata Air, Sumur Bor Jadi Penopang Ribuan Pelanggan PDAM Trenggalek

PDAM Trenggalek tidak hanya mengandalkan sumber mata air. KBRT/Zamz

Ringkasan

  • PDAM menggabungkan mata air pegunungan dan sumur bor untuk menjaga pasokan air.
  • Debit Sumber Bayong masih stabil meski kemarau mulai berlangsung.
  • Layanan PDAM kini menjangkau 18.893 pelanggan di 13 kecamatan.

TRENGGALEK - Musim kemarau identik dengan kekhawatiran berkurangnya pasokan air bersih. Namun, kondisi itu belum berdampak pada layanan Perumda Air Minum Tirta Wening Kabupaten Trenggalek.

Perusahaan daerah tersebut memastikan distribusi air kepada pelanggan masih berjalan normal. Salah satu kuncinya adalah tidak bergantung pada satu sumber air baku saja.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Wening Trenggalek, Khoirul Ansori, mengatakan perusahaan memadukan pasokan dari mata air pegunungan dan sumur dalam untuk menjaga ketersediaan air bersih di berbagai wilayah.

Advertisement

"Kami tidak hanya mengandalkan mata air. Dari 25 SPAM yang kami kelola saat ini, sembilan unit mengandalkan pasokan sumur dalam, sedangkan sisanya memanfaatkan sumber mata air alami," kata Khoirul Ansori.

Menurutnya, kombinasi dua sumber air tersebut menjadi bagian dari strategi agar distribusi tetap stabil ketika salah satu sumber mengalami penurunan debit.

Meski memiliki sembilan sumur bor, sumber air terbesar yang menopang layanan PDAM Trenggalek hingga saat ini masih berasal dari Sumber Bayong.

Air dari kawasan tersebut diolah melalui Instalasi Pengolahan Air (IPA) 1, IPA 2, dan IPA 3 sebelum didistribusikan kepada pelanggan di sejumlah wilayah.

"Debit dari Sumber Bayong menyokong kebutuhan air bersih warga di Kecamatan Bendungan, Trenggalek, Tugu, Karangan hingga Pogalan," ujarnya.

Khoirul mengatakan, hingga pertengahan musim kemarau 2026, kondisi Sumber Bayong masih terpantau stabil sehingga belum memengaruhi tekanan distribusi air ke pelanggan.

"Alhamdulillah, Sumber Bayong belum terpengaruh oleh musim kemarau sehingga layanan kami kepada masyarakat tetap berjalan normal," jelasnya.

Saat ini Perumda Air Minum Tirta Wening melayani lebih dari 18.893 pelanggan yang tersebar di 13 kecamatan di Kabupaten Trenggalek.

Dari total 14 kecamatan, hanya Kecamatan Suruh yang hingga kini belum terjangkau jaringan perpipaan PDAM.

Khoirul menegaskan perluasan layanan masih menjadi salah satu fokus perusahaan. Selain menambah sambungan rumah, PDAM juga terus memperkuat sumber air baku agar layanan tetap andal ketika kebutuhan masyarakat meningkat.

"Kami sudah menjangkau lebih dari 18.893 pelanggan di 13 kecamatan, dan ke depan kami terus berupaya memperluas jaringan," ujarnya.

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait