Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel

Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Panjang, BPBD Trenggalek Minta Warga Mulai Hemat Air

BPBD Trenggalek antisipasi kemarau panjang 2026. Warga diminta hemat air dan petani menyesuaikan pola tanam sejak dini.

Poin Penting

  • BPBD Trenggalek antisipasi kemarau panjang pada 2026
  • Puncak kemarau diprediksi terjadi Agustus–September
  • Warga diminta hemat air dan petani sesuaikan pola tanam

TRENGGALEK - Pemerintah Kabupaten Trenggalek melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai bersiap menghadapi potensi musim kemarau panjang pada 2026. Perubahan musim dari penghujan ke kemarau saat ini sudah mulai terasa, seiring pembaruan informasi dari BMKG.

Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, menyebut fase peralihan dari kondisi basah ke kering tengah berlangsung. Masyarakat pun diminta mulai waspada dan melakukan langkah antisipasi sejak sekarang.

“Berdasarkan informasi yang terus kami update dari BMKG, memang saat ini sudah mulai terasa perubahan musim dari hidrometeorologi basah ke kering,” ujarnya.

Stefanus menjelaskan, musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih lama dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Puncaknya diprediksi terjadi pada Agustus hingga September 2026.

“Perkiraan dari BMKG, musim kemarau tahun 2026 ini lebih panjang, dengan puncaknya sekitar bulan Agustus dan September,” jelasnya.

Menghadapi kondisi tersebut, BPBD mengimbau masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan air. Sementara di sektor pertanian, petani diharapkan menyesuaikan pola tanam agar tetap bisa berproduksi meski ketersediaan air terbatas.

Selain itu, BPBD juga telah berkoordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) serta pihak terkait, termasuk Perhutani, guna mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan.

ADVERTISEMENT

“Kami sudah memetakan daerah-daerah yang rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” tambahnya.

Upaya pencegahan juga dilakukan melalui kegiatan penanaman pohon oleh beberapa OPD sebagai bagian dari program pengurangan emisi karbon.

Meski begitu, BPBD memastikan hingga saat ini belum ada wilayah di Trenggalek yang mengalami kekeringan parah hingga membutuhkan distribusi air bersih.

“Sampai saat ini belum ada permintaan kiriman air dari daerah yang mengalami kekeringan,” tegas Stefanus.

Ia menambahkan, persoalan kekurangan air yang sempat terjadi di wilayah Prambon sebelumnya bukan termasuk kategori kekeringan, melainkan kendala teknis yang sudah ditangani instansi terkait.

BPBD menegaskan akan terus memantau perkembangan cuaca dan kesiapsiagaan wilayah. Jika dibutuhkan, layanan distribusi air bersih akan segera disiapkan untuk masyarakat.

Kabar Trenggalek - Peristiwa

Editor: Zamz