Harga Bahan Pokok di Trenggalek Turun Drastis, Pedagang Kaitkan dengan Liburnya Program MBG

Sejumlah harga bahan pokok di Pasar Basah Trenggalek turun dalam sepekan terakhir. Pedagang menyebut berkurangnya permintaan dari program MBG menjadi salah satu penyebabnya.

Harga Bahan Pokok di Trenggalek Turun Drastis, Pedagang Kaitkan dengan Liburnya Program MBG

Harga bahan pokok di Trenggalek mayoritas mengalami penurunan. KBRT/Zamz

Ringkasan

  • Harga cabai, bawang merah, sayuran, ayam, dan telur di Pasar Basah Trenggalek turun dalam sepekan terakhir.
  • Pedagang menilai berkurangnya permintaan selama program MBG libur menjadi salah satu faktor penyebab penurunan harga.
  • Turunnya harga membuat bahan pangan, terutama telur dan sayuran, kembali lebih terjangkau bagi masyarakat.

TRENGGALEK – Setelah sempat melambung dalam beberapa pekan terakhir, harga sejumlah bahan pokok di Pasar Basah Trenggalek kini mulai melandai. Penurunan paling mencolok terjadi pada komoditas cabai, bawang merah, sayuran, hingga telur ayam.

Berdasarkan pantauan Kabar Trenggalek di Pasar Basah Trenggalek, Senin (29/06/2026), harga cabai rawit yang sebelumnya menyentuh sekitar Rp60 ribu per kilogram kini turun menjadi Rp33 ribu per kilogram. Cabai merah besar juga merosot dari kisaran Rp60 ribu menjadi Rp26 ribu per kilogram.

Penurunan serupa terjadi pada bawang merah yang kini dijual sekitar Rp34 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp52 ribu per kilogram.

Advertisement

Tak hanya komoditas bumbu dapur, sejumlah sayuran juga mengalami penurunan cukup tajam. Harga buncis yang sebelumnya mendekati Rp16 ribu per kilogram kini hanya sekitar Rp4 ribu per kilogram. Begitu pula pakcoy yang turun dari sekitar Rp16 ribu menjadi Rp4 ribu per kilogram.

Pedagang menyebut tren penurunan harga tersebut mulai terasa dalam sekitar sepekan terakhir.

Salah satu pedagang ayam ras di Pasar Basah Trenggalek, Ipung, mengatakan harga daging ayam saat ini berada di kisaran Rp33 ribu per kilogram. Sebelumnya, harga ayam pada hari normal berkisar Rp35 ribu per kilogram.

Menurutnya, turunnya harga tidak lepas dari berkurangnya permintaan saat program Makan Bergizi Gratis (MBG) sempat libur.

"Daging ayam sekarang Rp33.000/Kg, mengalami penurunan, biasanya hari biasa Rp35.000/Kg, sejak Makan Bergizi Gratis (MBG) libur mulai mengalami penurunan, ini mulai normal lagi, kan ini mulai lagi," ujarnya.

Ipung mengaku penurunan permintaan juga terasa dari sisi penjualan. Pada hari biasa ia mampu menjual sekitar 150 hingga 200 ekor ayam per hari. Namun ketika permintaan untuk MBG berjalan, kebutuhan ayam bisa mencapai sekitar lima kuintal setiap hari.

"Secara penjualan biasa saja, biasanya per hari 150 ekor sampai 200, kalau ada MBG 5 Kwintal," katanya.

Kondisi serupa juga dirasakan pedagang telur. Siti Khoiriyah mengatakan harga telur eceran kini turun menjadi sekitar Rp20 ribu per kilogram. Sebelumnya harga masih berada di kisaran Rp24 ribu per kilogram, bahkan pernah menembus Rp30 ribu per kilogram ketika permintaan meningkat.

"Harga telur hari ini ecer sudah Rp20.000 sudah turun banyak, kemarin masih harga Rp24.000/Kg, ya kalau stok masih ada tapi tidak melimpah, penurunan terjadi karena ndak ada MBG," katanya.

Menurut Siti, turunnya harga justru memberikan keuntungan bagi masyarakat karena telur menjadi lebih mudah dijangkau.

"Masyarakat malah enak ndak ada MBG itu, semua turun, ketika ada MBG itu sampai Rp30.000/Kg, ya menurun drastis, kalau harga turun suka lauk telur dan harga menjadi terjangkau di masyarakat," ujarnya.

Meski demikian, para pedagang memperkirakan harga sejumlah komoditas berpotensi kembali bergerak mengikuti permintaan pasar, termasuk ketika kebutuhan untuk program MBG kembali meningkat.

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait