Kabar Trenggalek - Terindikasi gejala
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sebanyak enam sapi warga Trenggalek diambil sampel untuk uji laboratorium, Kamis (02/06/2022).Pelaksana tugas (plt) Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Nur Kholik, mengatakan bahwa laboratorium itu dari BBVet Yogyakarta."Sampel sudah masuk sejal 30 Mei yang lalu, ada dua kecamatan yaitu pule dan karangan yang kami sampel untuk uji lab," katanya.Saat ini, Disnak Trenggalek masih menunggu hasil uji laboratorium yang menurutnya akan keluar hari ini (02/06/2022) sore nanti."Keluar nanti sore, apapun hasilnya kami harus waspada tentang gejala sapi yang terindikasi PMK," ungkapnya.Sebanyak 11
sapi yang terindikasi gejala PMK tersebut dari 5 pedagang asal Trenggalek, yang tersebar di 4 Kecamatan. Yaitu, Desa Krandegan, Kecamatan Gandusari.Kemudian, gejala PMK juga ditemukan di Desa Kedunglurah (Kecamatan Pogalan), Desa Tanggaran (Kecamatan Pule), dan Desa Ngepeh (Kecamatan Tugu).Usai menemukan 11 ekor
sapi gejala PMK itu, Kholik menegaskan bahwa langsung menurunkan timnya untuk memberikan tindakan dini.“Langsung kami berikan tindakan dini, dengan mendatangi kandangnya dan memberikan antibiotik pada sapi yang terindikasi PMK itu,” katanya.Kholik menyebutkan, proses penemuan gejala PMK itu berlandaskan Surat Edaran Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 01/SE/PK.300/M/5/2022 tentang Pengendalian dan Penanggulangan
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada Ternak.
Kawan Pembaca, Terimakasih telah membaca berita kami. Dukung Kabar Trenggalek agar tetap independen.
Kabar Trenggalek - Kesehatan