Dugaan Keracunan MBG Trenggalek, 1 Siswa SD Dirawat di RSUD dr Soedomo

Satu siswa SD Integral Luqman Al Hakim dirawat di RSUD dr Soedomo setelah mengalami muntah dan diare lebih dari 10 kali usai mengonsumsi MBG.

Dugaan Keracunan MBG Trenggalek, 1 Siswa SD Dirawat di RSUD dr Soedomo

Satu siswa SD Trenggalek sedang dirawat karena diduga keracunan MBG. KBRT/Zamz

Ringkasan

  • Satu siswa dirawat di RSUD dr Soedomo.
  • 30 orang di SD Luqman Al Hakim mengalami keluhan.
  • Sampel MBG sedang diperiksa di laboratorium.

TRENGGALEK – Dugaan keracunan dengan dampak gangguan kesehatan mual dan diare setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Trenggalek, 1 siswa SD Integral Luqman Al Hakim harus menjalani perawatan di RSUD dr Soedomo Trenggalek setelah mengalami muntah dan diare berulang.

Siswa berinisial SA (11), asal Kecamatan Tugu, Trenggalek, masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Soedomo pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

Pasien kemudian dipindahkan ke ruang perawatan Dahlia sekitar pukul 23.00 WIB untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Advertisement

Dokter Spesialis Anak RSUD dr Soedomo Trenggalek, Riza Maulina, mengatakan SA mengalami diare lebih dari 10 kali dan muntah lebih dari tujuh kali. Kondisi tersebut membuat tubuh pasien lemas dan mengalami peningkatan suhu tubuh.

“Yang kami rawat ada satu orang perempuan, SA (11) dari Kecamatan Tugu, karena muntah dan diare, kemudian diarenya lebih dari 10 kali. Kemudian muntahnya juga lebih dari 7 kali, kemudian badannya lemas dan suhu tubuhnya panas, jadi kami infus untuk rehidrasi,” kata Riza.

Menurut Riza, berdasarkan keterangan orang tua, muntah dan diare yang dialami SA tidak berhenti saat berada di rumah. Anak tersebut juga mengalami kesulitan mendapatkan asupan makanan.

“Pasien masuk ke ruang Dahlia sekitar pukul 23.00 WIB, menurut keterangan dari orang tua si anak SA (11) gejalanya di rumah muntah dan diare tidak berhenti, kemudian dikasih makanan juga sulit,” ujarnya.

Kondisi SA kini mulai menunjukkan perkembangan setelah mendapatkan perawatan. Saat pemeriksaan, pasien sudah tidak mengalami muntah dan diare, meski masih merasakan mual dan nyeri ulu hati.

“Jadinya harus mendapatkan perawatan di RSUD untuk infus karena badannya lemas. Kondisi terkini aman mulai menunjukkan perkembangan, tadi waktu visite sudah tidak pusing lagi, tidak muntah,” kata Riza.

“Kemudian yang dirasakan masih mual, nyeri ulu hati masih ada, tapi tidak muntah, diarenya itu juga enggak,” lanjutnya.

Hasil pemeriksaan darah menunjukkan leukosit pasien mengalami sedikit peningkatan. Namun, penyebab lain terkait bakteri masih belum diketahui.

“Leukosit darahnya agak meningkat, untuk bakteri lain belum kami ketahui,” ujarnya.

Riza mengatakan, berdasarkan cerita orang tua, SA sebelumnya mengonsumsi menu MBG yang dibagikan pada Selasa (11/8/2026). Menu tersebut berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kelurahan Tamanan Yayasan Petuk Tadah Lillah Billah.

Anak tersebut disebut menghabiskan menu MBG dengan lauk ayam bumbu sate. Setelah itu, SA mulai mengalami mual dan muntah.

“Kalau cerita dari orang tua karena anak ini sudah duduk di bangku SD, dan bercerita menghabiskan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dan lauknya sate ayam, setelah itu mual muntah, dipikir tambah baik tapi lama-lama tambah banyak,” jelasnya.

Selain SA, terdapat satu pasien lain yang sempat mendapatkan penanganan di IGD akibat dampak dehidrasi. Namun, pasien tersebut tidak sampai menjalani rawat inap.

“Ada 1 pasien lain, karena dampaknya dehidrasi jadinya perawat di IGD saja dan tidak sampai rawat inap, terus anaknya juga SMP, kalau yang anak SD itu butuh dirawat karena asupan minumnya tidak kencang,” kata Riza.

Sementara itu, berdasarkan pendataan terbaru, terdapat 30 penerima manfaat di SD Integral Luqman Al Hakim yang mengalami keluhan setelah mengonsumsi MBG. Jumlah tersebut terdiri dari 20 siswa dan 10 tenaga pendidik.

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait