MBG Trenggalek: 72 SPPG Beroperasi, Enam Dapur Masih Terganjal Administrasi
Sebanyak 72 SPPG MBG beroperasi di Trenggalek dan melayani 157.425 penerima. Enam dapur masih menunggu anggaran dan administrasi.
10 Aug 2026 • 14:00 WIB
Enam dapur MBG Trenggalek masih terkendala adaministrasi. KBRT/Zamz
Ringkasan
- 72 SPPG MBG di Trenggalek telah beroperasi dan melayani sekitar 157.425 penerima manfaat.
- Enam SPPG masih menunggu pencairan dana dan penyelesaian dokumen administrasi.
- Sebanyak 3.153 relawan lokal bekerja di 72 dapur SPPG yang telah aktif.
TRENGGALEK - Sebanyak 72 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah beroperasi di Kabupaten Trenggalek hingga awal Agustus 2026. Puluhan dapur tersebut kini melayani sekitar 157.425 penerima manfaat yang tersebar di berbagai wilayah Trenggalek. Namun, jangkauan layanan MBG belum sepenuhnya merata karena masih terdapat enam SPPG yang belum memulai operasional.
Koordinator Wilayah (Korwil) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Trenggalek, Sheila Ammanda Yadu Fadilla, mengatakan 72 SPPG yang telah aktif saat ini menjalankan layanan secara penuh.
“Saat ini sebanyak 72 SPPG di Trenggalek sudah aktif dan beroperasi penuh. Mereka melayani kebutuhan gizi mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP, SMA, hingga ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” terang Sheila.
Advertisement
Kelompok penerima manfaat tidak hanya berasal dari kalangan peserta didik. Setiap SPPG juga diwajibkan memberikan layanan kepada kelompok rentan gizi yang masuk kategori 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
“Setiap SPPG wajib melayani ibu hamil, ibu menyusui, serta balita. Tim kami membagi kuota sesuai prinsip pemerataan penerima manfaat di masing-masing wilayah,” tambahnya.
Di tengah operasional 72 dapur, enam SPPG lainnya masih belum dapat mulai melayani penerima manfaat.
Sheila menjelaskan, keenam dapur tersebut sebenarnya telah memiliki kesiapan sarana dan peralatan. Kendalanya saat ini berada pada penyelesaian dokumen administrasi dan pencairan dana operasional.
“Ada enam SPPG yang memang belum aktif. Mereka masih menunggu proses pencairan dana dan pemenuhan dokumen administrasi. Begitu seluruh berkas dan anggaran selesai, mereka bisa langsung menjalankan operasional dapur,” jelas Sheila.
Dengan tambahan enam SPPG tersebut, jangkauan layanan MBG di Trenggalek diperkirakan akan semakin luas. Sheila optimistis seluruh dapur yang masih dalam proses dapat segera beroperasi setelah persyaratan administrasi dan anggaran terpenuhi.
Sementara itu, 72 SPPG yang saat ini telah beroperasi disebut tidak mengalami penghentian layanan.
“Insyaallah seluruh SPPG yang beroperasi saat ini tidak ada yang berstatus suspend atau pembekuan,” tegasnya.
Selain menyasar pemenuhan gizi, pelaksanaan MBG di Trenggalek juga melibatkan masyarakat sebagai tenaga kerja di dapur SPPG.
Saat ini terdapat 3.153 relawan lokal yang bekerja di 72 dapur yang telah beroperasi. Jumlah tenaga kerja pada setiap dapur berkisar 40 hingga 45 orang, bergantung pada jumlah porsi makanan dan penerima manfaat yang dilayani.
Pengelola SPPG juga diarahkan untuk memprioritaskan warga yang tinggal di sekitar lokasi dapur.
“Kami memaksimalkan perekrutan relawan dari lingkungan sekitar dapur SPPG. Kami menetapkan minimal 30 persen tenaga kerja berasal dari masyarakat kategori desil 1 dan desil 2,” paparnya.
SPPI Trenggalek masih melakukan pembaruan dan verifikasi terhadap data relawan yang berasal dari kelompok desil 1 dan desil 2. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan data tenaga kerja sesuai dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat terkini.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Baru 21 dari 72 SPPG di Trenggalek Punya SLHS, BGN Warning: Tak Punya Bisa Ditutup Permanen
Polemik MBG Permata Umat Trenggalek Berakhir, BGN Tegaskan Tak Ada Penolakan Program
Permata Umat Trenggalek Buka Suara Soal MBG: Kami Tak Pernah Menolak
Bos Baru BGN Bongkar PR MBG, Berantas Korupsi Jadi Prioritas Pertama
2 Sekolah di Trenggalek Pilih Tak Ikut MBG, 76 Dapur Tetap Layani 151 Ribu Penerima Manfaat