Warga Ponggok Tegas Tolak Tambang Emas di Gunung Dalang Turu Trenggalek
Warga Dusun Ponggok menolak tambang emas di Gunung Dalang Turu karena dinilai mengancam lingkungan, pertanian, dan sumber air.
01 Dec 2025 • 08:00 WIB
Warga Desa Ngepeh melangsungkan pemasangan banner penolakan tambang. KBRT/Nandika
Ringkasan
- Warga memasang baliho penolakan tambang emas di Dusun Ponggok.
- Masyarakat khawatir lingkungan rusak dan sumber air tercemar.
- Tokoh warga meminta proyek tambang dibatalkan sepenuhnya.
KBRT – Warga Dusun Ponggok, Desa Ngepeh, Kabupaten Trenggalek, memasang baliho besar berisi penolakan terhadap rencana tambang emas di kawasan Gunung Dalang Turu. Mereka menegaskan bahwa aktivitas pertambangan berpotensi menimbulkan bencana dan merusak kehidupan masyarakat.
Melalui baliho bertuliskan “Bila Terjadi Bencana Akibat Ulahmu Kami yang Merasakan Bukan Kalian, Tolak Tambang Emas di Dusun Ponggok, Desa Ngepeh, Kabupaten Trenggalek”, warga menyampaikan sikap tegas terhadap ancaman tambang emas yang masuk dalam area prospek PT Sumber Mineral Nusantara (SMN).
Irfan Zamhari (25), pemuda Karang Taruna setempat, menjelaskan bahwa baliho dipasang pada Sabtu, 29 November 2025, sebagai bentuk penolakan terhadap aktivitas pertambangan yang dinilai merusak alam sekitar.
Advertisement
“Masyarakat bersama pemuda memasang banner ini karena menolak tambang, terus dampak dari adanya penambangan ini, sebagai contoh di Sumatra ada banjir semacam itu,” ujarnya.
Irfan menambahkan, warga Dusun Ponggok tidak ingin kejadian serupa terulang di daerah mereka. Ia menyebut, berbagai bencana yang dipicu aktivitas pertambangan bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kehidupan masyarakat.
“Jangan sampai ada tambang, intinya marilah kita jaga keindahan dan kelestarian alam di Trenggalek,” kata dia.
Dukungan penolakan juga disampaikan Sukiyat (71), tokoh masyarakat asal RT 21 RW 09. Ia menilai penolakan warga merupakan langkah tepat mengingat kerugian pertambangan dianggap lebih besar dibandingkan manfaatnya.
Menurutnya, risiko pertambangan tidak hanya dirasakan warga Dusun Ponggok yang dekat dengan Gunung Dalang Turu, tetapi dapat menjangkau wilayah luar Desa Ngepeh.
“Namanya tambang setelah habis itu selesai ya sudah, contoh seperti di Sumatra itu berapa daerah (terkena musibah) karena tambang pembalakan,” katanya.
Sukiyat menegaskan bahwa aktivitas pertambangan tidak memberikan manfaat bagi masyarakat setempat karena hasilnya dinikmati pihak luar.
“Bahkan yang menambang itu orang luar, kalau dapat hasil itu yang menikmati bukan masyarakat tapi mereka,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua RW 09, Samidi (56), menyampaikan bahwa mayoritas warga Ponggok yang bekerja sebagai petani akan terdampak langsung jika hutan Gunung Dalang Turu dibuka untuk tambang.
“Kalau hutan Dalang Turu ini jadi ditambang, seluruh warga Ponggok itu ekonominya lumpuh karena airnya pasti keruh, membawa lumpur akhirnya merusak padi," katanya.
Ia menambahkan, sumber air yang menopang kehidupan masyarakat juga terancam rusak, terutama pada musim kemarau.
“Kalau musim kemarau airnya pasti tidak bisa buat minum atau untuk masak dan lain lainnya, masyarakat benar-benar menolak adanya tambang di Gunung Dalang Turu ini, maka saya minta sekali tambang ini untuk dibatalkan,” kata dia.
Sampai laporan ini dibuat, Kabar Trenggalek telah berusaha menghubungi Far East Gold melalui email untuk dimintai keterangan. Namun, pihak perusahaan belum memberikan jawaban.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Bocah 3 Tahun Tewas Tenggelam di Kubangan Tambang Galian C Trenggalek
Temuan Mengejutkan: Air Sumur di Tugu Trenggalek Mengandung E-Coli
Puluhan Tahun, Warga Prambon Trenggalek Hidup dengan Air Sumur Keruh dan Bau Menyengat
Sumur di Desa Prambon Tugu Berbau Logam, Warga Tak Bisa Gunakan untuk Minum
Demi Lingkungan, Bupati Trenggalek Tolak Kegiatan Masyarakat Geologi di Area Tambang Emas