Lewat Film Tambang Emas Ra Ritek, Warga Dalang Turu Dusun Ponggok Desa Ngepeh Kecamatan Tugu Edukasi Diri
Warga Dusun Ponggok, Desa Ngepeh, Kecamatan Tugu, Trenggalek, menggelar nonton bareng film Tambang Emas Ra Ritek sebagai sarana edukasi lingkungan bersama Bupati Muhammad Nur Arifin.
04 Nov 2025 • 14:00 WIB
Meski sempat diguyut hujan dan pemadam listrik, Warga Dalang Turu antusias nonton bareng film Tambang Emas Ora Ritek. Tri/KBRT
Ringkasan
- Warga Ponggok menonton film Tambang Emas Ra Ritek untuk belajar soal dampak lingkungan.
- Bupati Nur Arifin hadir berdialog dengan warga tentang kelestarian alam.
Tugu, Trenggalek – Warga Dusun Ponggok, Desa Ngepeh, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, menggelar nonton bareng (nobar) film Tambang Emas Ra Ritek pada Sabtu malam (1/10/2025). Meski sempat diguyur hujan dan mengalami pemadaman listrik, warga tetap antusias menyaksikan film yang berhasil masuk nominasi lima besar Festival Film Indonesia (FFI) 2025 tersebut.
Mukarni (65), salah satu warga yang hadir, menyampaikan pandangannya terkait aktivitas pertambangan yang belakangan ramai dibicarakan di wilayah Trenggalek. Ia menilai kegiatan tersebut dikhawatirkan dapat berdampak pada sumber air dan pertanian masyarakat.
“Wes panggah ora ritek (sudah, tetap tidak usah). Saat ini Dusun Ponggok baru bisa panen padi tiga kali, tahun-tahun sebelumnya belum bisa. Biasanya ganti jagung atau kedelai. Kalau ada tambang, perairan bisa rusak dan merusak panenan,” ujarnya.
Advertisement
Pemutaran film yang dijadwalkan dimulai pukul 19.15 WIB sempat tertunda akibat mati listrik. Warga tetap bertahan di lokasi hingga listrik kembali menyala. Bupati Trenggalek, Muhammad Nur Arifin, turut hadir tanpa pemberitahuan sebelumnya dan berdialog bersama warga terkait isu lingkungan di wilayah setempat.
Dalam dialog tersebut, Nur Arifin menjelaskan salah satu metode penambangan yang menggunakan sistem blasting atau peledakan batuan berpotensi merusak kondisi alam. “Dari sekian ton tanah dan gunung yang ditambang hanya akan menghasilkan secuil emas, itupun tidak bisa dinikmati masyarakat, beda dengan pertanian,” kata Nur Arifin. Ia juga mengingatkan warga agar tetap menjaga kelestarian alam dan memperhatikan keberlanjutan sumber daya yang ada.
Setelah diskusi usai, warga melanjutkan pemutaran film hingga selesai sekitar pukul 23.45 WIB. Suasana nobar berlangsung hangat dengan suguhan hasil bumi seperti singkong rebus, umbi jalar, dan kopi yang disiapkan warga setempat.
Mukarni yang menyaksikan film hingga selesai menuturkan pentingnya menjaga sumber air di wilayahnya. “Tidak hanya Ponggok ini saja, Desa Tumpuk dan Desa Gondang itu airnya dari sini. Kalau musim kemarau, air dari atas sudah tidak ada lagi, selain dari Dalang Turu,” katanya.
Jati Pramudya Dharmastuti, Lurah Serikat Suket, menyampaikan apresiasinya atas antusiasme warga Ponggok. Menurutnya, film Tambang Emas Ra Ritek menjadi ruang belajar masyarakat untuk memahami kondisi lingkungan dan dampak aktivitas pertambangan. “Masyarakat Dusun Ponggok memang telah lama menunggu momentum diputarnya film ini,” ujarnya.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
TAGS
Advertisement
Artikel Terkait
Sinongkelan Trenggalek, Tradisi Lokal Jadi Simbol Kuat Identitas Warga Prambon
Penanganan Berlanjut, Jalur Trenggalek–Ponorogo Tunggu Kepastian Aman
Fortuner Tertimpa Batu Raksasa di Jalur Trenggalek–Ponorogo, Sopir Selamat dari Maut
Bocah 3 Tahun Tewas Tenggelam di Kubangan Tambang Galian C Trenggalek
Silaturahmi Berujung Duka, Kecelakaan di Tugu Trenggalek Tewaskan Pengendara Motor