Tak Lagi Sendiri, Bayi Terlantar di Tugu Akan Mendapat Pengasuhan dari Negara
Bayi laki-laki yang ditemukan terlantar di Desa Banaran, Kecamatan Tugu, Trenggalek, akan diserahkan ke UPT PPSAB Sidoarjo setelah dinyatakan sehat. Polisi masih memburu pelaku pembuangan bayi.
29 Jul 2026 • 10:00 WIB
Bayi terlantar di Tugu Trenggalek akan diasuh negara. KBRT/Zamz
Ringkasan
- Bayi terlantar di Desa Banaran akan diserahkan ke PPSAB Sidoarjo pada Jumat.
- Kondisi bayi dinyatakan sehat, namun masih menjalani observasi selama tiga hari.
- Polisi masih menyelidiki dan memburu pelaku pembuangan bayi.
TRENGGALEK - Bayi laki-laki yang ditemukan terlantar di teras rumah kosong di Desa Banaran, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, segera memasuki babak baru. Setelah menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Soedomo Trenggalek dan dipastikan dalam kondisi stabil, bayi tersebut akan diserahkan kepada UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PPSAB) Sidoarjo untuk mendapatkan pengasuhan lanjutan.
Di sisi lain, penyidik Polsek Tugu masih terus mengembangkan penyelidikan guna mengungkap siapa yang tega meninggalkan bayi tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Trenggalek, Indra Prasetyo Budiatnanto, mengatakan pihaknya bergerak begitu menerima laporan dari kepolisian pada Minggu (26/07/2026) pagi.
Advertisement
"Sekitar pukul 06.30 WIB kami menerima informasi dari Polres Trenggalek terkait penemuan bayi laki-laki di Desa Banaran. Saat itu juga kami langsung menuju Puskesmas Tugu untuk berkoordinasi," ujar Indra.
Tak hanya mendampingi proses penanganan, UPT PPA juga langsung memenuhi kebutuhan dasar bayi.
Pakaian, susu formula, hingga perlengkapan balita disiapkan sambil menunggu proses pemeriksaan medis di RSUD dr. Soedomo Trenggalek.
"UPT PPA langsung menyediakan pakaian, susu formula, dan berbagai kebutuhan balita lainnya. Setelah itu kami berkoordinasi dengan RSUD dr. Soedomo untuk penanganan medis," jelasnya.
Menurut Indra, pemerintah juga telah menyiapkan langkah jangka panjang agar bayi tetap memperoleh hak pengasuhan dan perlindungan.
Karena berstatus sebagai anak terlantar, bayi tersebut akan diserahkan ke UPT PPSAB Sidoarjo yang berada di bawah Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.
"Karena statusnya masuk kategori balita terlantar, kami akan melimpahkan pengasuhan selanjutnya ke UPT PPSAB Sidoarjo di bawah Dinsos Jatim agar bayi mendapatkan perlindungan dan pengasuhan secara optimal," katanya.
Koordinasi antara UPT PPA Trenggalek dengan PPSAB Sidoarjo pun telah rampung.
"Hasil koordinasi kami dengan UPT PPSAB Sidoarjo menetapkan jadwal penyerahan bayi pada hari Jumat nanti," imbuh Indra.
Sementara itu, Humas RSUD dr. Soedomo Trenggalek, Sujiono, memastikan kondisi kesehatan bayi terus menunjukkan perkembangan yang positif.
Saat pertama kali tiba di rumah sakit, kondisi fisik bayi memang masih dipenuhi kotoran. Namun setelah mendapatkan penanganan medis, kondisi vitalnya dinyatakan stabil.
"Saat tiba di RSUD, kondisi fisik bayi memang masih kotor. Namun setelah tim dokter melakukan pemeriksaan menyeluruh, kondisi kesehatannya sangat baik dan stabil," terang Sujiono.
Saat ini bayi dengan berat badan 3 kilogram dan panjang tubuh 48 sentimeter itu masih menjalani observasi di Ruang Matahari, ruang perawatan perinatal RSUD dr. Soedomo.
"Bayi masih menjalani observasi ketat di ruang perinatal. Alhamdulillah kondisinya sehat dan stabil," ujarnya.
Meski demikian, tim medis tetap melakukan observasi selama tiga hari untuk memastikan tidak ada infeksi maupun gangguan kesehatan lain yang mungkin muncul akibat proses persalinan.
"Kami membutuhkan waktu sekitar tiga hari untuk observasi lanjutan. Kami mengantisipasi risiko infeksi akibat proses persalinan yang diduga berlangsung dalam kondisi kurang higienis," jelas Sujiono.
Apabila seluruh hasil pemeriksaan dinyatakan baik, RSUD akan menyerahkan dokumen medis sebagai dasar proses pemindahan bayi ke PPSAB Sidoarjo.
"Setelah masa observasi selesai dan dokter menyatakan bayi sehat, kami langsung berkoordinasi dengan Dinsos PPPA untuk proses penyerahan selanjutnya," pungkasnya.
Sebelumnya, bayi tersebut ditemukan oleh seorang warga di teras rumah kosong di Desa Banaran, Kecamatan Tugu, dalam kondisi masih bertali pusar dan terbungkus kain jarik di dalam sebuah tas. Hingga kini, Polsek Tugu masih memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap pelaku yang diduga membuang bayi tersebut.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
TAGS
Advertisement