72 Jam Penentu, Bayi yang Ditemukan di Tugu Masih Jalani Observasi Intensif di RSUD Soedomo
Bayi laki-laki yang ditemukan di Desa Banaran, Tugu, Trenggalek masih menjalani observasi tiga hari di RSUD Soedomo untuk memastikan tidak terjadi infeksi.
27 Jul 2026 • 16:00 WIB
Update kondisi bayi yang ditemukan di teras warga trenggalek. KBRT/Zamz
Ringkasan
- Bayi laki-laki yang ditemukan di Desa Banaran masih menjalani observasi intensif selama tiga hari di RSUD dr. Soedomo Trenggalek.
- Tim medis memastikan tidak ada infeksi karena proses persalinan diduga berlangsung dalam kondisi yang tidak steril.
- Setelah dinyatakan sehat, penanganan bayi akan dikoordinasikan dengan Dinsos PPPA Kabupaten Trenggalek.
TRENGGALEK - Tiga hari pertama menjadi masa penting bagi bayi laki-laki yang ditemukan terlantar di teras rumah di Desa Banaran, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek. Meski kondisinya kini dinyatakan sehat, tim medis RSUD dr. Soedomo Trenggalek belum berani menyimpulkan bayi tersebut sepenuhnya aman.
Dokter dan tenaga kesehatan masih melakukan observasi intensif untuk memastikan tidak muncul infeksi maupun gangguan kesehatan lain. Langkah itu diambil karena proses persalinan bayi diduga tidak berlangsung dalam kondisi yang steril.
Humas RSUD dr. Soedomo Trenggalek, Sujiono, mengatakan bayi tiba di rumah sakit sekitar pukul 09.20 WIB, Minggu (26/07/2026), setelah dirujuk dari Puskesmas Tugu. Proses rujukan didampingi Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Trenggalek.
Advertisement
"Saat datang ke RSUD, kondisi bayi memang masih kotor. Namun setelah kami lakukan pemeriksaan, kondisi kesehatannya baik dan stabil," kata Sujiono, Senin (27/07/2026).
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut memiliki berat badan 3 kilogram dengan panjang badan 48 sentimeter. Saat ini ia dirawat di Ruang Matahari, ruang perawatan perinatal RSUD dr. Soedomo Trenggalek.
"Untuk saat ini bayi masih menjalani observasi di ruang perinatal. Alhamdulillah kondisinya sehat dan baik," ujarnya.
Meski kondisi umum bayi stabil, rumah sakit belum menghentikan pengawasan. Tim medis membutuhkan waktu sekitar tiga hari untuk memantau kemungkinan munculnya infeksi atau gangguan lain yang bisa terjadi setelah proses persalinan.
"Kami membutuhkan waktu sekitar tiga hari untuk observasi lanjutan. Kami mempertimbangkan kemungkinan proses persalinannya dilakukan dalam kondisi yang kurang bersih, sehingga kondisi bayi harus benar-benar dipastikan sehat," jelas Sujiono.
Apabila seluruh hasil observasi menunjukkan kondisi bayi tetap baik, RSUD akan menyerahkan penanganan berikutnya kepada Dinsos PPPA Kabupaten Trenggalek.
"Setelah masa observasi selesai dan kondisi bayi dinyatakan sehat, selanjutnya akan kami koordinasikan dengan Dinsos PPPA. Biasanya bayi akan dibawa ke Surabaya untuk penanganan lebih lanjut," kata dia.
Sebelumnya, bayi tersebut ditemukan warga bernama Yatini di teras sebuah rumah kosong milik warga yang sedang merantau di Desa Banaran, Kecamatan Tugu, Minggu (26/7/2026). Saat ditemukan, bayi masih memiliki tali pusar dan dibungkus kain jarik.
Hingga kini, kasus penelantaran bayi tersebut masih diselidiki Polsek Tugu untuk mengungkap identitas orang tua maupun pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa itu.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
PSHT Trenggalek Sahkan 61 Warga Baru, Diawali Santunan Anak Yatim di Tugu
Fortuner Tertimpa Batu Raksasa di Jalur Trenggalek–Ponorogo, Sopir Selamat dari Maut
Daftar Dokter Spesialis RSUD DR. SOEDOMO Trenggalek
Dampak Penyekatan PPKM Darurat: Tingkat Mobilitas Masyarakat Trenggalek Menjadi Zona Kuning
Peristiwa Kebakaran Trenggalek 2023 Naik, 74 Persen Terjadi karena Kelalaian