Sensus Ekonomi 2026 Trenggalek Tembus 113 Persen, BPS Sebut Data Lapangan Belum Rampung
Pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Trenggalek mencapai 113 persen dari prelist. Namun, BPS menyebut pendataan lapangan masih berlangsung.
19 Aug 2026 • 08:00 WIB
Sensus ekonomi di Trenggalek sudah mencapai 113 persen. KBRT/Dokumen Istimewa
Ringkasan
- Sensus Ekonomi 2026 Trenggalek mencapai 113 persen dari prelist hingga 18 Agustus.
- BPS masih melakukan pendataan karena menemukan keluarga dan usaha baru.
- Data akan melalui pemeriksaan sebelum masuk tahap pengolahan pada Oktober-November 2026.
TRENGGALEK - Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Trenggalek telah mencapai 113 persen dari prelist hingga Selasa (18/8/2026). Meski telah melampaui daftar awal, Badan Pusat Statistik (BPS) Trenggalek menyebut pendataan di lapangan belum sepenuhnya selesai.
Kepala BPS Trenggalek, Abu Amar, mengatakan capaian 113 persen tersebut dihitung berdasarkan prelist yang menjadi daftar awal responden. Namun, data tersebut terus bergerak karena petugas menemukan keluarga maupun usaha baru di lapangan.
"Trenggalek salah satu wilayah kabupaten perolehannya agak lumayan, sampai dengan 18 Agustus 2026, kami sudah mencapai 113 persen, dari prelist yang ada, jadi dari prelis itu tidak bisa menjadi acuan, karena dari prelis itu bisa saja keluarga itu pindah, kemudian hanya satu orang kemudian meninggal, bahkan atau tidak ditemukan itu bisa terjadi," ujar Abu Amar.
Advertisement
Menurutnya, petugas tidak hanya berpedoman pada prelist. Setiap keluarga atau usaha baru yang ditemukan tetap didata.
"Tapi pendataan kami secara konsep atau defactonya yang ada di lapangan kami data, jadi tidak hanya mengacu dari data prelist kalau ada yang baru di luar prelist kami data, dari prelist sudah di atas 100 persen, namun saat ini di lapangan belum selesai karena masih banyak yang baru itu tadi," jelasnya.
Abu Amar memperkirakan masih terdapat sekitar 10 persen pendataan yang harus diselesaikan. Sementara tambahan data mencapai sekitar 13 persen karena petugas menemukan keluarga dan usaha baru.
Pendataan tersebut mencakup keluarga dan usaha. Untuk usaha, BPS mendata usaha yang memiliki bangunan khusus seperti toko dan ruko, serta usaha yang dijalankan dari dalam rumah.
"Usaha dalam keluarga yaitu usaha yang di-manage di dalam rumah itu, bisa online, bisa jual beli atau makelar," terangnya.
Ia menyebut pendataan usaha dalam keluarga menjadi salah satu tantangan karena keberadaannya tidak selalu mudah ditemukan. Petugas dituntut mampu menggali informasi dari responden.
"Kalau petugas tidak bisa menggali data secara bagus tidak akan dapat, tapi alhamdulillah kami mendapatkan banyak terkait usaha di dalam keluarga, begitu juga pengakuan responden," ujarnya.
Abu Amar menjelaskan, prelist awal mencakup sekitar 360 ribu responden. Namun, jumlah tersebut terus berubah karena terdapat data yang berpindah, meninggal dunia, tidak ditemukan, maupun tambahan keluarga baru.
"Jadi prelist dan perolehan pendataan kami sudah 113 persen, tetapi total pendataan sendiri karena pendataan bergerak, kalau ada yang baru kami masukkan jadi sekitar 90 persen prelist bergerak," katanya.
Setelah pendataan selesai, data keluarga dan usaha akan diperiksa petugas pengawas sebelum dikirim ke tingkat pusat. BPS Trenggalek juga melakukan pemeriksaan terhadap kewajaran dan anomali data.
Data yang dinilai belum sesuai dengan kondisi lapangan dapat dikembalikan kepada petugas untuk diperbaiki. Sementara tahap pengolahan dijadwalkan sekitar Oktober-November 2026.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Tak Hanya Toko dan UMKM, Youtuber hingga Online Shop di Trenggalek Juga Masuk Sensus Ekonomi 2026
Was-was Didata, BPS Trenggalek Tegaskan Sensus Ekonomi 2026 Tidak Jadi Dasar Penarikan Pajak
Sensus Ekonomi 2026 di Trenggalek Sudah Sentuh 12 Persen, Pendataan Kini Full Digital
Usai Nonton Bareng Pidato Prabowo, Pemkab Trenggalek Tekankan Penguatan Ekonomi dan SDM
Ekonomi Hancur, 5 Perkera Cerai di Trenggalek Karena Judi Online