Tak Hanya Toko dan UMKM, Youtuber hingga Online Shop di Trenggalek Juga Masuk Sensus Ekonomi 2026
BPS Trenggalek memastikan Sensus Ekonomi 2026 juga mendata pelaku ekonomi digital seperti youtuber, online shop, dan konten kreator.
03 Jul 2026 • 18:00 WIB
Sensus ekonomi juga menyasar kepada ekonomi kreatif. KBRT/Canva
Ringkasan
- Sensus Ekonomi 2026 juga mendata pelaku ekonomi digital seperti youtuber, online shop, dan konten kreator.
- Data yang dikumpulkan meliputi jenis usaha, omzet, aset, produksi, biaya produksi, hingga pendapatan.
- BPS menegaskan pendataan tidak berkaitan dengan pajak dan hasilnya hanya dipublikasikan dalam bentuk agregat.
TRENGGALEK – Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Trenggalek tidak hanya menyasar pelaku usaha konvensional seperti toko, warung, maupun industri. Badan Pusat Statistik (BPS) juga akan mendata pelaku ekonomi digital, mulai dari pemilik online shop, digital marketer, youtuber hingga konten kreator.
Pendataan itu dilakukan agar perkembangan ekonomi di Trenggalek tergambar lebih utuh, seiring pesatnya pertumbuhan usaha berbasis digital dalam beberapa tahun terakhir.
Kepala BPS Kabupaten Trenggalek, Abu Amar, mengatakan sensus ekonomi merupakan agenda nasional yang rutin dilaksanakan setiap 10 tahun sekali, tepatnya pada tahun yang berakhiran angka enam.
Advertisement
"BPS secara undang-undang ditugaskan melaksanakan tiga sensus, yaitu sensus ekonomi setiap tahun berakhiran enam, sensus penduduk setiap tahun berakhiran nol, dan sensus pertanian setiap tahun berakhiran tiga," ujar Abu Amar.
Ia menjelaskan, cakupan Sensus Ekonomi 2026 lebih luas dibanding sebelumnya. Tidak hanya mendata jenis usaha, petugas juga akan mengumpulkan berbagai informasi mengenai aktivitas ekonomi yang dijalankan masyarakat.
Data yang dikumpulkan meliputi jenis usaha, nilai produksi, biaya produksi, pendapatan, aset hingga omzet. Seluruh informasi tersebut nantinya akan diolah untuk menggambarkan kondisi perekonomian Kabupaten Trenggalek secara menyeluruh.
"Untuk sensus ekonomi kali ini memang lebih lengkap cakupannya. Semua kegiatan usaha akan dicakup dan poin yang ditanyakan di antaranya usaha seperti apa, produksi, biaya produksi, pendapatan, aset, dan omzet. Semua akan didata dan hasil akhirnya akan menunjukkan geliat ekonomi di Trenggalek," jelasnya.
Abu Amar menambahkan, perubahan pola usaha masyarakat menjadi salah satu alasan BPS memperluas sasaran pendataan. Jika pada sensus sebelumnya lebih banyak berfokus pada sektor-sektor konvensional, kini ekonomi digital juga menjadi perhatian.
"Kalau dulu masih konvensional, seperti perdagangan dan konstruksi. Saat ini juga menyasar ekonomi digital, misalnya online shop, marketing digital, youtuber, itu akan kami jaring," katanya.
Meski demikian, Abu Amar kembali mengingatkan masyarakat agar tidak khawatir mengikuti sensus ekonomi. Ia menegaskan pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Trenggalek tidak berkaitan dengan penarikan pajak sebagaimana kekhawatiran yang sempat muncul di masyarakat.
"Saya berharap masyarakat tidak khawatir karena ini tidak ada berkaitan dengan pajak, dan jawaban yang disampaikan ke petugas yang sebenar-benarnya," tegasnya.
Menurut BPS, data yang dikumpulkan akan diolah dalam bentuk agregat sehingga tidak menampilkan identitas maupun informasi usaha milik perorangan. Hasil sensus nantinya menjadi dasar untuk memetakan potensi ekonomi di setiap wilayah dan mendukung penyusunan kebijakan pembangunan.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Was-was Didata, BPS Trenggalek Tegaskan Sensus Ekonomi 2026 Tidak Jadi Dasar Penarikan Pajak
Sensus Ekonomi 2026 di Trenggalek Sudah Sentuh 12 Persen, Pendataan Kini Full Digital
Tak Mau Ketimpangan Makin Lebar, Pemkab Trenggalek Siapkan Ribuan Talenta UMKM
Cuaca Panas Jadi Berkah bagi Produsen Kerupuk Trenggalek
Bakso Rp5.000 di Trenggalek, Cita Rasa Legendaris Penyelamat Anak Kos