Tim Sekolah Kepemimpinan Desa Tingkatkan Kapasitas Pemerintahan Desa Salamrejo
Kabar Trenggalek - Peningkatan kapasitas Pemerintahan Desa (Pemdes) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di era digitalisasi begitu diperlukan. Hal itu dikarenakan Sumber Daya Manusia (SDM) di dalam Pemdes harus berpacu aktif mengikuti perkembangan secara aturan dan teknis perencanaan, Kamis (09/12/2021). Oleh karena itu, Pemdes Salamrejo, Kecamatan Karangan, menggandeng Tim Sekolah Kepemimpina...
W
Wahyu AO
27 Jan 2022 • 10:33 WIB
Kabar Trenggalek - Peningkatan kapasitas Pemerintahan Desa (Pemdes) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di era digitalisasi begitu diperlukan. Hal itu dikarenakan Sumber Daya Manusia (SDM) di dalam Pemdes harus berpacu aktif mengikuti perkembangan secara aturan dan teknis perencanaan, Kamis (09/12/2021).
Oleh karena itu, Pemdes Salamrejo, Kecamatan Karangan, menggandeng Tim Sekolah Kepemimpinan Desa (SKD) Trenggalek. Tim SKD Trenggalek membantu menumbuhkan peran partisipatoris Pemdes Salamrejo kepada masyarakat.
Penjabat (Pj) Kepala Desa, Bambang Dwi Putranto, mengatakan bahwa ia ingin ada reformasi birokasi yang bisa bermanfaat terhadap masyarakat Desa Salamrejo.
Baca juga: Malik Omongan, Warga Sumurup Relakan Lahannya untuk Bendungan Bagong Trenggalek
Dirinya mengaku, Pemerintahan selama ini memang sudah berjalan baik, namun menginginkan upaya yang maksimal yang dapat berdampak pada masyarakat.
"Pemerintahan desa sudah baik, namun kita harus berfikir maksimal untuk bisa berdampak pada masyarakat, baik skala pelayanan dan gagasan dari masyarakat," ujar Bambang.
Ajar Sidiq, koordinator SKD Trenggalek, menegaskan bahwa benteng pertahanan Negara ialah desa. Jadi, kata Ajar, berkembang dan majunya desa tergantung pemerintahanya dalam merangkul masyarakat.
"Di desa, ada Musyawarah Desa [Musdes]. Nah kita harus menentukan siapa peserta dari Musdes ini, dan analisa dari Musdes yang diselenggarakan, sudah mewakili kelompok rentan atau belum," tegas Ajar saat memberikan materi.
Baca juga: PPKM Level 3 Serentak Saat Nataru Dibatalkan, Ini Aturan Penggantinya
Lelaki kelahiran Pule Trenggalek itu menyampaikan, BPD harus aktif menyerap aspirasi masyarakat. Sehingga, ketika Musdes, ada bahan usulan yang benar-benar bersumber dari masyarakat.
"Saya pernah mengaplikasikan serap aspirasi masyarakat melalui kotak aspirasi yang dipasang di tempat strategis, dan hasilnya luar biasa tercatat 800 aspirasi masuk," jelas Ajar.
Ajar berharap, bahwa pemerintah desa harus merangkul kawula muda, untuk diajak berfikir dalam pembangunan desa.
"Saya yakin Desa memiliki pemuda, ajaklah pemuda untuk berperan dalam pembangunan desa, kenapa mengajak pemuda? karena pemuda saat ini memiliki konektivitas yang luas, jadi lebih mudah untuk mengeluarkan gagasan-gagasanya," tandas Ajar.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Politik
05 Jan 2024
Pemkab Trenggalek Hentikan Progam KPE, 23 Ribu Warga Trenggalek Ngaplo!
Politik
05 Jan 2024
Pilkades PAW di Desa Salamrejo, Komisi I DPRD Trenggalek: Jangan Ada Kekosongan Sisa Masa Jabatan
Politik
05 Jan 2024
Warga Terdampak Proyek JLS Protes karena Sertifikat Tanah yang Diurus Selama 3 Tahun Tidak Jadi
Peristiwa
22 Aug 2023
Telinga Bengkak, Warga Trenggalek Pilih Wadul Damkar Lepas Dua Anting
Wisata
16 Aug 2022
Pupuk Cinta Lingkungan, Desa Salamrejo Trenggalek Gelar Lomba Tingkat RT
Lingkungan
27 Jan 2022