Tiga Website OPD Trenggalek Disusupi Iklan Judi Online, Server Pemkab Terpaksa Dimatikan

Kominfo Trenggalek mematikan sementara server setelah tiga website OPD tersusupi iklan judi online. Pemulihan sistem masih berlangsung.

Tiga Website OPD Trenggalek Disusupi Iklan Judi Online, Server Pemkab Terpaksa Dimatikan

Website Pemkab Trenggalek disusupi iklan judi online dan saat ini proses perbaikan. KBRT/Zamz

Ringkasan

  • Tiga website OPD Pemkab Trenggalek disusupi konten judi online.
  • Kominfo mematikan sementara server untuk mencegah gangguan menyebar ke sistem lain.
  • Tidak ditemukan indikasi pencurian data, sementara layanan SPMB tetap berjalan normal.

TRENGGALEK – Sejumlah website milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek tidak dapat diakses dalam beberapa hari terakhir. Kondisi itu terjadi setelah tiga website Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diketahui mengalami gangguan siber berupa penyusupan konten iklan judi online.

Untuk mencegah gangguan meluas ke sistem lain, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Trenggalek mengambil langkah mematikan sementara server pusat yang digunakan sejumlah website pemerintah daerah.

Sekretaris Kominfo Trenggalek, Mudiono, mengatakan gangguan tersebut terdeteksi pada website milik Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskomidag), Bagian Organisasi Sekretariat Daerah, serta Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA).

Advertisement

"Untuk saat ini memang Pemerintah Daerah mengalami gangguan ada beberapa website yang terkena gangguan cyber dan itu muncul di website Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskomidag), dan Bagian Organisasi Sekretariat Daerah, dan Dinas Sosial Perlindungan Perempuan dan Anak (Dinsos PPPA)," ujar Mudiono.

Menurut dia, penghentian sementara server dilakukan sebagai langkah mitigasi agar gangguan tidak merembet ke sistem digital lain yang terhubung dalam jaringan pemerintah daerah.

"Jadi diantaranya untuk menanggulangi tersebut kami mematikan sementara server, agar peristiwa gangguan cyber tidak menjalar ke sistem lainnya, dan kami sudah mengambil langkah diantaranya perbaikan dan pemantauan, agar website ini bisa kembali lancar dan bisa dimanfaatkan," jelasnya.

Hasil identifikasi sementara menunjukkan gangguan siber yang menyerang website OPD tersebut berbentuk penyisipan atau penyusupan konten judi online.

Tim teknis Kominfo masih melakukan pendalaman untuk mengetahui sumber dan pola serangan yang terjadi. Namun hingga saat ini belum ditemukan indikasi pencurian maupun kebocoran data pemerintah daerah.

"Serangan cyber ini berbentuk judi online," kata Mudiono.

Ia menambahkan, pemeriksaan terhadap server dan perangkat yang terdampak belum menemukan adanya upaya pengambilan data oleh pihak tidak bertanggung jawab.

"Pendalaman juga oleh teman teknis tidak ada data yang hilang dalam server dan dalam bentuk Device, tidak ada upaya pengambilan data, kami mematikan server untuk memitigasi hal yang tidak kami inginkan yang lebih besar," imbuhnya.

Di tengah gangguan yang terjadi, Kominfo memastikan layanan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tidak terdampak. Pasalnya, sistem tersebut ditempatkan pada server terpisah sehingga tetap beroperasi normal.

"Untuk penyelenggaraan SPMB tidak mengalami gangguan karena ada penempatan server tersendiri, jadi tidak terpengaruh dan berjalan dengan baik," terang Mudiono.

Saat ini Kominfo bersama tim teknis masih melakukan pemulihan dan pemantauan terhadap sistem yang terdampak. Pemerintah daerah menargetkan website yang sempat tidak dapat diakses bisa kembali beroperasi setelah proses perbaikan dan pengamanan selesai dilakukan.

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait