Tak Kunjung Diperbaiki, Petani Craken Munjungan Swadaya Benahi Cek Dam untuk Sawah

Petani Desa Craken, Munjungan, Trenggalek, patungan memperbaiki cek dam rusak agar air tetap mengalir ke sawah saat musim kemarau.

Tak Kunjung Diperbaiki, Petani Craken Munjungan Swadaya Benahi Cek Dam untuk Sawah

Petani Trenggalek gotong royong swadaya memperbaiki jaringan irigasi. KBRT/Zamz

Ringkasan

  • Petani Craken patungan perbaiki cek dam.
  • Cek dam rusak puluhan tahun.
  • Sawah puluhan hektare terdampak.

TRENGGALEK - Persoalan pengairan kembali dihadapi petani Desa Craken, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, saat memasuki musim kemarau. Cek dam yang menjadi salah satu sumber air untuk lahan pertanian mengalami kerusakan, sehingga petani memilih melakukan perbaikan secara swadaya.

Anggota Kelompok Tani Tekad Maju dan Kelompok Tani Melati Idaman bahkan mengumpulkan iuran untuk membeli semen dan pasir. Mereka kemudian bergotong royong memperbaiki cek dam di Sungai Besar, RT 06 RW 02, Dusun Krajan, Desa Craken, Selasa (11/08/2026).

Koordinator Kelompok Tani Tekad Maju dan Melati Idaman Desa Craken, Usup, mengatakan perbaikan tersebut dilakukan agar air tetap bisa dialirkan menuju sawah ketika debit sungai mulai berkurang.

Advertisement

“Dalam upaya untuk mendapatkan air, guna untuk mengairi sawahnya di musim kemarau ini, petani di Munjungan melakukan kerja bakti dan iuran swadaya untuk membeli semen dan pasir,” terang Usup.

Cek dam tersebut selama ini digunakan sebagai salah satu sumber pengairan lahan pertanian warga. Namun, kerusakan bangunan membuat air tidak dapat masuk ke sawah ketika musim kemarau.

“Infrastruktur tersebut selama ini menjadi salah satu sumber pengairan bagi lahan pertanian warga,” ungkapnya.

Usup menyebut kerusakan cek dam telah berlangsung selama puluhan tahun. Hingga kini, bangunan tersebut belum mendapatkan perbaikan permanen.

“Hari ini anggota Kelompok Tani Melati Idaman dan Kelompok Tani Tekad Maju Dusun Krajan, Desa Craken menggalang dana dan kerja bakti secara swadaya untuk perbaikan cek dam,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut semakin menyulitkan petani ketika debit air mulai menurun. Air yang seharusnya dialirkan melalui cek dam tidak dapat masuk ke sawah.

“Hal ini dilakukan karena cek dam yang rusak sudah puluhan tahun tidak kunjung diperbaiki oleh pemerintah. Sehingga ketika musim kemarau tiba air tidak bisa masuk ke sawah petani,” jelasnya.

Usup berharap cek dam tersebut dapat segera diperbaiki secara permanen. Sebab, keberadaannya berkaitan langsung dengan pengairan sawah warga dengan luasan puluhan hektare, termasuk tanah kas desa.

“Harapan para petani dam tersebut untuk segera diperbaiki karena dam tersebut mengairi sawah puluhan hektare milik petani dan tanah kas desa,” kata Usup.

Untuk saat ini, petani hanya melakukan perbaikan sementara supaya air kembali dapat mengalir ke lahan pertanian.

“Perbaikan ini hanya bersifat sementara agar air bisa mengalir ke sawah,” ujarnya. 

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait